Happy reading!
"Kejar Zelinda!". Teriak Mama saat melihat Zelinda pergi setelah melihat pernyataan bodoh Arjuna tadi.
Arjuna baru saja ingin mengejar, tetapi suara perempuan yang sedari tadi diam menghentikannya. "Juna, sakit hiks". Arjuna buru-buru menoleh dan mendapati Kusma yang tengah memegangi meja kuat, wajahnya tampak lebih pucat dari sebelumnya.
"Kejar Zelinda Arjuna!". Teriak Mama lagi saat melihat Arjuna tidak bergerak sedikitpun.
"Ma tapi Kus--".
"MAMA BILANG KEJAR! ISTRI KAMU YANG ITU BUKAN YANG INI!". Teriak Mama lebih keras, air matanya kini benar-benar turun deras.
"Tapi--".
"Mama yang bakal bawa Kusma ke rumah sakit! Sekarang kamu kejar Zelinda atau kamu bakal nyesel nantinya!". Mama memandang marah Arjuna yang sampai sekarang masih belum bergerak, kini matanya kembali beralih kepada Kusma yang terlihat lebih lemas. Bahkan sepertinya dia sudah tidak kuat untuk berdiri.
Arjuna menggeleng, ia berlari menuju Kusma dan dengan cepat menggendongnya sebelum tubuh Kusma limbung, dan segera ia bawa kedalam mobil dan menuju ke rumah sakit.
"Arjuna bodoh! Mama bilang kejar Zelinda!". Ujar sang Mama saat melihat Arjuna sudah membawa keluar Kusma.
.
.
.
.Zelinda kini berlari menjauh dari rumahnya, hatinya benar-benar sakit saat mendengar semua obrolan dari Mertuanya dengan Arjuna sakit.
"Bodoh banget gue! Bodoh banget mau-maunya dipermainin kaya gini!". Ujarnya sambil terus berlari, air matanya kini masih terjun bebas dipipinya.
Hanya bermodalkan piyama, sendal tidur juga ponsel yang digenggamnya. Zelinda benar-benar tidak membawa uang sama sekali untuk menyewa taksi atau kendaraan lainnya.
Berlari tanpa tentu arah, kini Zelinda sudah sampai kejalan raya. Langkah kakinya kini sudah berubah menjadi lebih pelan dan memandang kosong kearah depan.
"Kenapa lo tega sama gue Jun? Kenapa lo tega? Gue punya salah apa sama lo dulu, sampe lo ngelakuin hal yang benar-benar buat gue sakit hati". Ujarnya dalam hati, wajahnya kini benar-benar dibanjiri oleh air mata, bahkan sudah sangat basah.
Langit sudah mulai menggelap tetapi gadis itu masih terus melangkahkan kakinya lebih jauh, hingga saat berada ditaman pinggir jalan Zelinda menepi dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
Tatapannya kosong, air matanya terus mengalir tak henti. Benar-benar terlihat sangat kacau Zelinda ini.
"Kenapa nggak dari dulu lo bilang kalo sebenernya lo cinta sama Kusma? Kenapa lo lebih milih nikah sama gue? Dan kenapa disaat gue udah mulai sayang sama lo malah mainin gue seenaknya begini? Maksud lo itu apa?!". Zelinda menekuk lututnya keatas, tangannya terlipat dan kepalanya ia tundukkan.
Menangis kencang, itu yang Zelinda lakukan sekarang. Tangisnya benar-benar kencang hingga beberapa orang yang berlalu-lalang menatap kearahnya bingung, tetapi Zelinda tak perduli itu.
Ia terus menangis tanpa perduli dengan lingkungan sekitarnya.
Zelinda menoleh saat merasakan ponselnya bergetar, nampak tertera nama Mama dilayarnya dan untuk pertama kalinya Zelinda mengabaikan panggilan itu.
Tapi nampaknya Mertuanya itu tidak menyerah untuk terus menghubunginya, ponsel Zelinda benar-benar berisik sekarang.
"Mbak maaf kalo saya lancang, tapi tolong bisa silent hpnya nggak? Saya bener-bener keganggu sama suaranya, maaf banget loh sekali lagi. Kalo gak mau ngangkat mending matiin". Ujar seseorang yang duduk dibelakangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Teen FictionMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...