[21] Kecewa

158K 13.3K 678
                                    

"Kak?". Panggil Junia menyadarkan Zelinda dari lamunannya.

"Iya?". Zelinda menoleh kearah Junia yang kini didepannya.

"Kakak gak papa?". Tanya junia.

Zelinda mengangguk, "Iya Kakak gak papa kok, jadi kita ke mallnya?". Tanya Zelinda.

"Jadi dong! Kan Kak Zel bilang mau traktir Juni belanja di mall". Ucap Junia semangat.

"Okedeh, yuk lets go!". Zelinda mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan area latar rumah Mertuanya itu.

Dalam perjalanan mereka terus berbicara dan sesekali bertukar cerita, Junia memang sepertinya tipe anak yang mudah bergaul makannya cepat akrab dengan Zelinda.

"Kakak mau beli apa?". Tanya Junia saat sudah mulai memasuki pintu utama mall.

"Mungkin baju, kamu sendiri mau apa?". Jawab Zelinda.

Junia tampak berfikir keras, "Aku mau beli ini dong ka, buat perawatan muka. Soalnya muka aku kucel banget kayak cucian belum disetrika". Ujar Junia membuat Zelinda terkekeh.

"Aku pengen punya muka kayak Kakak mulus, putih, gak ada jerawatnya sama sekali". Cerocosnya.

Zelinda kembali terkekeh, "Iya nanti kita beli ya". Ucapnya.

Zelinda juga Junia pun mulai berkeliling mencari barang yangereka butuhkan hingga waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB.

"Juni mau makan dulu gak?". Tawar Zelinda.

Ia sebenarnya sudah merasa sangat lelah, tetapi perutnya belum diisi sejak kemarin.

Junia yang tadinya sedang sibuk melihat-lihat paperbag yang ia pegang pun menoleh, "Boleh deh Kak, Juni laper juga". Jawabnya.

Zelinda pun mengangguk lalu berjalan kearah restoran siap saji terdekat, "Pesen apa Jun?". Tanya Zelinda.

Junia melihat-lihat daftar menunya, "Juni mau ini ayam geprek level terpedas sama minumnya milk greentea aja". Ujarnya.

"Pesen ayam geprek level terpedasnya satu, nasi goreng seafoodnya satu, sama milk greentea nya dua ya Mbak. Oh! Sama ini makanan penutup nya satu porsi". Ucap Zelinda pada pelayan itu.

"Baik pesanan akan segera diantar, mohon silahkan duduk dulu". Jawab sang pelayan itu.

Zelinda dan Junia memilih duduk dimeja paling ujung dekat dengan kaca yang menghadap kearah luar mall.

Setelah menunggu lamanya hampir duapuluh menit akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, mereka memakannya sambil sekali-kali bertukar cerita.

"Berarti Kak Juna gak sering pulang ke Solo Jun?". Tanya Zelinda.

"Juni sih gak tau banget sih, tapi setau Juni gak sering paling satu tahun sekali kak". Jawabnya.

Zelinda menyuapkan lagi makanan kedalam mulutnya, "Berarti kak Juna sama kak Kusma udah sering ketemu dong?".

Junia menggeleng samar, "Bukan ketemu lagi kak, bahkan biasanya kak Juna ngajakin kak Kusma jalan-jalan, kayak melepas rindu gitu". Ucapnya.

Mata Zelinda melotot dibuatnya, kalo gitu berarti sekarang Arjuna bisa jadi--

"Segitu deketnya mereka ya Jun?". Tanya Zelinda dengan tampang sedih.

"Ya gitu kak, kirain aku juga kak Juna udah ngelupain kak Kusma gitu secara kan mereka udah lama banget pisah, eh ternyata malah tambah lengket". Ujarnya.

"Tapi harusnya Kusmanya kan tau kalo kak Juna nya udah menikah, masa masih ngedeketin juga sih?".

Junia terdiam enggan membalas ucapan kakak iparnya itu karna ia tau pasti dia sedang sangat sakit hati.

I LOVE U KETOS!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang