"Natalia.."
Astaga, kenapa dia memanggil namaku dengan nada seperti saat aku dibunuh oleh nya?
"Oh ya ampun..ini sudah berapa lama ya..? 10 bulan..ya sejak kau lahir"
10 bulan? Wow..ternyata aku kembali saat tubuh ini berusia 10 bulan ya.. berarti aku seharusnya sudah bisa melangkah sedikit - dikit? Dan sudah bisa mengatakan kata pertama ku kan?
"Jasmine Hasey , bisakah kau tinggalkan ruangan ini?"
"T-tapi Yang Mulia siapa yang akan menggendong Tuan Putri?"
Benar! Kau pikir aku harus merangkak ke sana dan membuat baju ini kotor?
"Robin"
"Ya,ada apa Baginda Kaisar?"
"Tolong gendong kan dia"
" .. baik"
"K-kalau begitu saya permisi dulu"
Wajah Jasmine terlihat begitu khawatir saat meninggalkan ruangan ini..kok aku jadi merasa bersalah ya?
"Ayo kita pergi ke kamar ku"
"Baik Yang Mulia"
Loh loh loh? Kenapa jadi ke kamarnya? Kalau ngantuk tidur saja dari tadi gak usah manggil aku dan kalau itu terjadi aku mungkin akan bertemu dengan mu di saat mental ku berani dan siap melihatmu
"Hah..aku ngantuk sekali "
Ayah langsung rebahan di kasurnya yang terlihat empuk itu, entah kenapa aku juga ingin berada di kasur itu
"Yang Mulia sepertinya Tuan Putri ingin bersama dengan anda"
Hah? Apa gara-gara tanganku yang menunjuk ke arah kasur itu?! Ahh tangan sialan kenapa kau melakukan itu?!
"Yasudah biarkan dia ada di kasur ku"
Aaahhh! Robin kau jahat! Ng? Kok..aku baru sadar kalau di kasur ini ada banyak boneka ya? Lucu-lucu lagi..
"Aangg.."
"Yang Mulia sepertinya Tuan Putri menyukai boneka-boneka yang engkau persiapkan"
Hah? Ayah menyiapkan ini semua? Loh Kapan dia ada karakter seperti ini?
"Terserah apa katamu aku mau tidur jangan menggangguku"
Kenapa kau langsung tidur?! Terus apa gunanya aku berada di sini?!
"Apa Tuan Putri mau menjelajah kamar ini? Setahuku umur segini seharusnya sudah bisa merangkak bahkan sudah bisa langkah pertamanya"
"Biarkan dia menjelajah kamar ini dan jangan menggangguku jika dia nangis segera bawa dia kembali ke Istana tempatnya"
"Baik Yang Mulia"
Loh kamu masih bangun? Aku kira kamu sudah tidur soalnya ayah sudah memejamkan matanya
"Aang.."
Hm..kamarnya tidak terlalu mewah namun sangat luas..woah..apa itu lampu kristal?! Aku bahkan masih memakai yang normal meskipun aku seorang putri tapi, lampunya itu loh! Kristal yang dipakai sepertinya Kristal dari daerah Aimi , aku dengar bahwa Kristal dari daerah itu bisa menghasilkan cahaya nya sendiri! Hebat banget kan? Dan juga kristalnya bisa nyala dan mati sendiri di saat pemiliknya mengatakan "Nyalakan" atau "Matikan"
"Tuan Putri seperti nya sangat tertarik dengan lampu Kristal nya ya?"
Aahh..apa ekspresi ku menunjukkan kalau aku sangat sangat tertarik dengan lampu itu? Jadi malu..
"Mau saya gendong Tuan Putri?"
Mendengar kata itu aku langsung melambaikan tangan ku kepada Robin, Robin kemudian menggendongku sambil mengelilingi seluruh penjuru kamar itu
"Aapa?"
Aku langsung menunjukkan tangan ku ke potret yang terpajang di dinding. Potret seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut panjang bergelombang berwarna cokelat dan mata warna abu-abu nya yang sangat indah aku penasaran siapa wanita itu?
"Oh ini Yang Mulia Brianna Beliau adalah Ibunda Tuan Putri"
Ibu? Memang benar sih kalau rambut cokelat nya sangat mirip denganku hanya warna mata saja yang berbeda
"Beliau sangat mirip dengan anda Tuan Putri"
Terimakasih atas pujiannya Robin, tapi jujur saja Ibunda ku lebih cantik dariku.Ini pertama kalinya aku melihatnya , Ibunda dikabarkan meninggal seminggu setelah aku lahir begitu juga dengan kehidupan ku saat di reinkarnasi yang kemarin, untuk kehidupan ku yang sekarang aku dapat melihat Ibunda ku..aku bersyukur
"Apa Tuan Putri mengantuk? Ingin saya antarkan ke Istana anda kembali"
Aku langsung mengangguk kepala ku jujur saat ini aku masih belum siap berada dengan Ayahku dengan waktu yang lama
"Baiklah"
Saat aku kembali ke sana Jasmine langsung memelukku dan menggendongku dan membawa ku kembali ke kamar ku ,malam itu aku tidak tidur nyenyak dan menangis dengan lama kira-kira 1 jam (entah kenapa)
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
