Chapter 24

2K 172 2
                                        

Keesokan nya..

Aku mulai berlari ke Istana Papa dan kebetulan sekali aku melihat mereka sedang keluar dari kamar

''Papa Mama!"

Aku langsung memeluk mereka kemudian aku bisa mendengar Robin tertawa kecil

"Mama ayo kita minum teh sama Papa di taman!"

"Haha ayo Mama juga tadi ingin mengajak mu tapi kau sudah ke sini duluan ya?"

"Hehe"

Aku kemudian menggenggam tangan Papa dan Mama, kami kemudian duduk di kursi dan mulai meminum teh yang dipersiapkan, sambil berbincang-bincang

"Oh iya"

Papa mulai meletakkan cangkir nya ke meja dan menatap serius

"Kau kan tidak mati dari racun tersebut, namun disegel dan bangun dengan keadaan sehat .. tapi bagaimana itu bisa terjadi?"

"Aku .. sebenarnya dapat sembuh karena ramuan obat yang diberi oleh penyihir kerajaan barat, saat aku sembuh Adriana memasuki ruangan ku dalam berpakaian seperti pelayan, dan mulai menyerang tangan ku dengan pisau yang ia bawa, karena saat itu aku masih sedikit lengah tangan ku terkena sayatan pisau nya dan dia mulai memasukkan sampel darah ku ke halaman buku itu dan mulai membacakan mantra kemudian aku mulai tertidur"

"Seperti itu ya .. kemari kan tangan mu"

Mama kemudian mengulurkan tangan nya dan Papa mulai mengecek nya aku masih bisa melihat bekas sayatan pisau nya

"Ada bekas nya ya .."

"Ah ini bukan apa-apa"

"Ngomong-ngomong ..Penyihir  Kerajaan Barat mengasih mu ramuan obat?"

"Iya betul, aku berhutang Budi kepada nya, bagaimana kalau kita mengunjungi kerajaan barat?"

"Boleh saja , namun sekarang aku masih sibuk, mungkin tahun depan"

T-tahun depan?! Tahun baru tinggal 4 bulan lagi ..

"Ngomong-ngomong soal kerajaan barat .. hari ini bukankah Putri Mia berkunjung?"

"Oh iya!"

Aku mulai lupa dengan itu, apa dia sudah sampai disini?

"Robin, apa Putri Mia sudah sampai disini?"

"Beliau masih dalam perjalanan Yang Mulia"

"Baiklah"

"Putri Mia?"

Mama mulai menanyakan tentang itu, Mama memang tidak tau tentang itu karena aku lahir 3 bulan sebelum Putri Mia lahir .. jadi saat itu Mama sedang tertidur

"Anak dari Ratu Cheryl, dia dan Natalia seumuran. Dan merupakan teman bicara nya"

"Oh, bagus sekali! Dia berkunjung hari ini kan?"

Mama sepertinya sangat senang menemui nya, sepertinya Mama menyukai anak-anak ya

"Ya"

"Mama"

"Ada apa?"

Mama kemudian menoleh kepadaku dan tersenyum sangat lembut, aku benar-benar terpana akan kecantikan nya

"Ah, anu itu tolong ambilkan teh hijau nya yang di depan Mama"

"Oh ini baiklah, sepertinya kau menyukai Teh hijau ya? Sama seperti Papa mu"

Mama kemudian tertawa kecil begitu juga Robin, Papa terlihat seperti tidak peduli dan menoleh ke arah ku

"A-ada apa Papa?"

"Tidak .. hanya saja .. kenapa ada bunga mawar pink di rambut mu? "

Hah? Bunga? Aku langsung mencari nya dan dapat bunga itu . Siapa yang menaruh nya ?

"Tidak usah melepas nya juga tak apa-apa, kau cocok dengan bunga itu"

Mendengar kata itu aku langsung malu, aku kemudian menunduk kepala ku dan melihat rumput

"Apa kau melewati Taman bunga mawar itu?"

Mama mulai menanyakan nya, kemudian aku mengangguk kepala ku

" sepertinya kau tergesa-gesa dan tanpa sadar mawar nya menempel di rambut mu"

Perkataan Papa benar-benar membuat ku lebih malu , kemudian aku mulai mengingat nya .. ugh .. benar-benar memalukan

"Hentikan itu , kau membuat Natalia lebih malu Roy"

"Baiklah"

"Yang Mulia Putri Mia sudah tiba"

Aku mulai bangkit dari kursi yang aku duduki, aku kemudian mengecup pipi Mama dan Papa

"Mama, Papa, Lia pergi main sama Putri Mia dulu ya di perpustakaan!"

Aku kemudian berlari ke arah Putri Mia berada

"Ah .. gak kerasa ya aku tertidur selama kurang lebih 12 tahun .. sekarang dia sudah besar , aku bahkan tidak melihat nya di langkah pertama dan kata pertama nya .."

"Kau ingin punya anak lagi?"

"Hah?!"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang