Keesokkannya
Natalia's POV
PLOK PLOK PLOK
"Lumayan bagus, Tuan Putri! Kalau begitu saya pergi dulu, sampai jumpa esok hari''
"Baik, terimakasih!"
Aku pun menutup pintunya dan langsung duduk di lantai.
"Ah .. capek .."
Pintu pun terbuka dan terlihat Jasmine sedang membawakan minum.
"Permisi"
"Ah, terimakasih Jasmine!''
"Ini minum dulu ya, saya akan simpan disini saja. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Putri''
"Baik~!"
Setelah Jasmine keluar dari ruangan aku pun langsung meminum minuman nya dan bersender di pintu tersebut.
" ... Capek banget sih ... "
Ucap ku dengan pelan dan kemudian aku pun menyimpan gelas itu kembali dan pergi ke kamarku. Setelah sampai dikamar, aku pun langsung tiduran di kasur ku dan bersiap-siap untuk tidur. Namun setelah 10 menit memejamkan mata, aku masih tidak bisa tidur.
"Padahal ini sudah sedikit ngantuk tapi kenapa masih gak bisa tidur-tidur sih?''
Apa emang gara-gara posisi bantal nya atau kasur nya? Tapi kasur ku ini lumayan nyaman jadi kenapa aku tetap gak bisa tidur? Aku pun meregangkan tubuhku dan pergi dari kamarku. Aku pun berjalan menuju tempat yang mungkin akan cocok jika aku tidur di tempat itu, meskipun begitu aku berjalan nya setengah sadar karena aku sangat mengantuk.
"Hm .. kemana ya?"
Aku pun memasuki tempat itu lah dan berjalan menuju ruangan yang mungkin akan menjadi tempat dimana aku akan tidur siang.
"Ah, Selamat Siang Tuan Putri"
Seorang ksatria yang entah siapa itu menyapa ku dan membungkuk namun aku hanya melambaikan tangan dan menyapa nya balik.
"Iya .. Siang juga .."
Kemudian aku terus berjalan dan mengabaikan ksatria itu. Sejujurnya aku merasa tidak enak mengabaikannya tapi mau bagaimana lagi aku mengantuk.
Author's POV
"Robin?"
Temannya Robin, Gabriel pun menepuk pundak nya dan Robin pun menoleh.
"Itu .. cara Tuan Putri berjalan itu .. sedikit aneh .. seperti sebentar lagi ia akan pingsan"
"Apa maksud mu Robin? Tadi kulihat Tuan Putri menyapa mu balik. Mungkin ia tidak konsentrasi"
Robin pun terdiam sebentar dan kemudian menjadi panik.
"Apa mungkin ia pusing atau tidak enak badan?!"
"Jangan berpikiran seperti itu, bagaimana kalau nanti menjadi benaran? Mungkin darah rendah"
"Darah rendah?"
"Iya, tidak jarang juga kan ada remaja yang sudah darah rendah. Biasa, kalau habis duduk atau tiduran habis itu kalau mau berdiri kepala nya menjadi pusing dan pandangan menjadi hitam-hitam gitu."
Beberapa detik telah berlalu dan Robin masih belum mencerna apa yang dikatakan Gabriel padanya. Setelah itu ia pun menjadi lebih panik. Dan kemudian dia menarik pakaian Gabriel dan mengguncangnya sehingga Gabriel menjadi pusing.
"Eh?! Itu pun sebuah masalah dong! Gimana ini?! Tuan Putri masih terlalu muda buat darah rendah, bagaimana ini?! Apa aku harus memanggilkan penyihir kerajaan?!"
"Berhenti mengguncangkan ku ... "
"Aku tahu kalau Yang Mulia dan aku usianya sudah sekitar 200 tahun lebih tapi selama ini aku belum pernah mengalami itu apalagi Yang Mulia! Apa yang harus kulakukan?!"
"Te-tenanglah .. itu tidak berbahaya dan bisa dialami oleh siapa saja .. jadi berhenti mengguncang ku .. atau nanti baju atau seragam ksatria ku ini akan rusak .."
Namun apa yang dikatakan Gabriel tidak didengar oleh Robin dan Robin menjadi lebih panik dan terus mengguncang Gabriel.
"Bagaimana ini?! Apakah ini sangat berbahaya?!"
"Dengarkan aku dasar bego!"
Robin pun melepaskan Gabriel sehingga Gabriel pun jatuh ke bawah.
"Dengar ya .. darah rendah itu tidak berbahaya! Aku ulangi itu tidak berbahaya dan itu bisa dialami oleh siapa saja!"
"... Benarkah?''
"Iya!! Dan lihat baju ku hampir saja robek gara-gara kau!"
"Tolong itu jari telunjuk mu .. jangan menunjuk kepada ku .. tidak sopan tahu"
Ucap Robin dengan sedikit gugup dan pandangan nya ke kiri seolah dia tidak ingin bertatapan dengan Gabriel.
"Dan .. apa kau bilang? Yang Mulia dan kau sudah berumur 200 lebih?"
Robin pun menoleh ke arah nya dan menyilangkan tangannya.
"Iya .. kau tidak tahu?"
"Tunggu .. aku kira kita seumuran?"
"Tidak. Siapa bilang kalau kita seumuran?"
"Kalau begitu ... Berarti ... Ratu Cheryl seumuran dengan Yang Mulia?"
"Tidak. Ratu Cheryl lebih muda dari Yang Mulia. Tapi kalau masalah siapa duluan yang mempunyai anak ya memang Ratu Cheryl duluan. Pangeran Luciel dan Tuan Putri Natalia beda 2 tahun ."
" .... Kalau begitu kau bilang kalau kau dan Nona Jasmine terpisah selama beberapa tahun dan baru saja bertemu saat itu kan?"
"Iya"
"Kau bilang itu beberapa tahun?"
"Kenapa memang?"
"Tidak ... Kalau begitu harap bantuannya ya Kakek"
"Jangan memanggilku Kakek."
Robin pun menendang dan menginjak baju Gabriel dan Gabriel pun marah-marah padanya.
Di sisi lain , Natalia sedang tertidur pulas di tempat khusus para ketujuh singa. Pintu pun terbuka dan terlihat seperti Roy yang baru saja datang.
" ... Natalia?"
Para singa pun datang dan langsung berlarian kearah Roy dan mengaum. Roy pun mengusap singa itu dan menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.
"Sshh .. jangan berisik .."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
