Chapter 9

3.6K 283 0
                                        

Keesokkan harinya

"Selamat datang Ratu Cheryl, silahkan duduk"

Wah..apakah ini Mia Valdez? Anaknya dari Ratu Cheryl? Dia benar-benar cantik seperti yang dirumorkan! Di kehidupan ku yang sebelum-sebelumnya aku juga pernah mendengar tentang rumor Mia Valdez, Putri Kerajaan Barat yang memiliki paras yang cantik, rambut ungu dengan warna lavender yang sangat cantik, warna mata hijau Aquamarine yang indah.. benar-benar seorang visual!

"Ada apa Natalia?"

Ah aku tanpa sadar menarik tangan Papa.. aku.. harus ngomong apa ya?

"Lia mau teh!"

"Teh? Teh apa?"

"Teh.. hijau!"

"Teh hijau? Teh hijau kan pahit kau masih kecil kau pasti tidak menyukai nya"

"Gak apa-apa! Lagian teh hijau sehat kok! "

"Tapi pahit, anak kecil usia segini menyukai hal yang manis-manis"

Ah gak juga kok, usia segini aku sudah mulai menyukai makanan pedas

"Tapi Lia ingin mencoba nya!"

"Ibu mu bahkan tidak menyukai teh hijau karena pahit"

Papa menyebut tentang Mama lagi..

"Tapi Papa kan suka teh hijau!"

Ups.. aku baru saja bicara itu.. Papa pasti kaget karena aku mengetahuinya.. sebenarnya .. aku mengetahui ini karena aku sering melihat Papa meminum teh hijau dan di saat Papa mencoba untuk pertama kalinya memakan waffle aku juga melihat dia sedang meminumnya..

"Bagaimana kau tahu itu?"

"Uh.. Lia melihat Papa kemarin sedang menikmati Teh hijau nya, tapi yang penting Lia ingin mencoba teh hijau.. boleh ya??"

Aku kemudian berlagak imut di depan Papa, di luar mungkin aku terlihat imut dan polos saat melakukan ini tapi sebenarnya aku malu banget melakukan ini! Apalagi didepan Papa!

"Baiklah.. kau cukup keras kepala ya"

Ahaha..maaf..tapi saat ini aku benar-benar lagi ingin teh sih..

"Lia ingin teh nya disajikan dingin!"

"Dingin? Ah mungkin gara-gara cuacanya lumayan panas ya.. baiklah Teh hijau dingin"

"Yeay!"

Aneh..padahal kan kata Jasmine sudah masuk musim hujan tapi kok cuacanya panas ya ? Musim panas belum mulai..

"Tuan Putri sepertinya penasaran dengan rasa Teh hijau ya?"

"Ah..eh..i-iya.."

Ah..ya ampun malu banget..aku sampai lupa kalau ada Ratu Cheryl dan Putri Mia!

"Ayo Mia perkenalkan diri mu"

"Um.. perkenalkan saya Mia Valdez ini sebuah kehormatan untuk bertemu dengan anda Tuan Putri.."

" Ini juga .. sebuah kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan mu juga Tuan Putri Mia.. s-saya adalah Natalia Evans.. semoga kita bisa akrab dengan cepat ya...''

Aihh..gugup banget aku .. ini pertama kalinya.. aku akan mendapatkan teman selain Jasmine di kehidupan sebelumnya..

"I-iya.."

"Kau terlihat gugup dan malu , ada apa?"

"Yang Mulia , anak pada usia segini memang cenderung malu jika bertemu dengan orang baru"

"Hah.. betulkah?"

"I-iya..Papa"

Masa dia gak tau?? Emang dia gak pernah merasa malu ?

"Lihat teh mu sudah tiba cepat minumlah, kau juga Ratu Cheryl dan Putri Mia makanlah dan minumlah apapun yang kalian mau"

"Terimakasih Yang Mulia"

Gluk..gluk..gluk..

"Gimana rasanya Natalia?"

" .. enak!"

Wajah Papa dan Robin terlihat sedikit terkejut dan raut wajah nya seperti terlihat bingung hahhaaha memang mungkin anak kecil pada normalnya akan langsung menjauhkan minuman ini dan langsung mengatakan pahit, tapi wajah Ratu terlihat hangat dan tersenyum kepadaku dan Putri Mia seperti mengatakan 'M-masa?!' hahaha sepertinya dia tidak suka teh atau apapun yang berkaitan dengan rasa pahit

"Aku terkejut kalau kamu akan menyukainya.."

"Hehe.. abisnya rasanya segar banget..! Meskipun teh nya agak pahit tapi Lia suka kok! Nanti besok tolong pesan lagi ya!"

"Mungkin Tuan Putri mendapatkan nya dari Yang Mulia"

Aku bisa melihat bahwa Robin tertawa kecil dan Papa langsung membuat raut wajah yang bingung lagi .. hihihi

"Boleh kucoba Natalia?"

"Boleh! Segar banget loh.."

Sebenarnya itu pahit. Sangat pahit. Namun aku sangat suka dengan minuman dingin dan segar jika cuaca nya sedang panas

"..."

Ah..mukanya terkejut sebentar

"Yang Mulia ada apa?"

"Ini sangat pahit bagaimana kau menyukainya??"

"Kan Lia sudah bilang minumannya segar banget..!"

Muka yang dibuat Papa lucu deh. Aku juga mendengar Ratu Cheryl tertawa

"Ah maafkan atas ketidak sopanan ku Yang Mulia, sepertinya Tuan Putri sama dengan Yang Mulia sama-sama menyukai teh hijau. Apa memang seenak itukah Tuan Putri?"

"Iya!"

Ratu Cheryl kemudian memberikan tertawa dengan lembut, sedangkan Mia sedang diam dan sepertinya sangat gugup

"Putri Mia apakah anda mau mencicipi nya juga?"

"Ah.. tidak usah kok saya.. um.. itukan punya Tuan Putri.."

"Tenang Mia, disini juga ada Teh hijau namun panas sebentar Ibu tuangkan dulu ya ke cangkirnya"

Mia benar-benar terlihat gugup dan gak tau apa yang akan dilakukannya Mia kemudian meminum teh nya dan dari ekspresi nya sudah kutebak bahwa dia tidak menyukai nya

"Ugh.. pahit .."

"Ahahahaha, apa Mia masih mau meminumnya?"

"Enggak!"

"Ahahaha baiklah"

Ekspresi nya sangat imut dan lucu , sepertinya dia benar benar tidak menyukai nya dan gak akan meminum nya lagi

"Ah..maafkan saya jika Tuan Putri merasa tersinggung"

"A-ah.. tidak apa-apa kok! Hanya saja.. ekspresi anda sangat imut jadi.."

Ah.. sepertinya dia malu..

"Kalian boleh pergi bermain dimana saja asal jangan ke luar area Istana ya"

"Baik Papa! Ayo Mia kita ke perpustakaan!"

"Ah baik.."

"Jadi..kau bilang ada masalah dengan salah satu anggota yang berkerja disini?"

"Ya.. lebih tepatnya yang tinggal disini"

"Tinggal? Di Istana mana?"

"Istana Peridot , tempat selir-selir mu"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang