6 tahun kemudian
Ini sudah 6 tahun tidak bertemu dengan Papa..aku ingin bertemu dengan Papa lagi..aku sudah mulai tenang dengan kejadian itu berkat semangat Putri Mia, Putri Mia berhasil mengeluarkan ku dari dunia kegelapan dan mencegah ku menjadi seperti dulu .. aku ingin bertemu Papa..tapi aku malah takut dia melupakan ku..
"Tuan Putri Natalia!"
"Putri Mia!"
"Ada apa bengong ? Bukankah aku sudah bilang untuk jangan ingat dengan kejadian itu lagi? Itu akan membeban pikiran mu saja dan membuat mu depresi .."
"Tidak kok..hanya saja .. aku ingin bertemu dengan Papa tapi bingung .. harus bagaimana"
"Ya datangi saja"
Iya tapi bagaimana aku tanya
"Tapi gimana? Aku merasa tidak enak muncul di hadapan nya lagi tanpa mengatakan atau membawa apa-apa"
"Ya .. gak tau sih .. aku gak dapat kesempatan untuk bertemu ayah ku tapi , temui lah dia dan minta maaf selagi kau masih ada kesempatan"
"Baik! Oh sepertinya kau sedang sangat ceria ya ?"
"Betul! Aku tak sabar dengan debutante! "
Debu ... Tante?
"Debutante?bukankah itu masih 2 tahun lagi? Kenapa senang nya sekarang?"
"Kan aku mau persiapan! Aku tak sabar banget! Oh iya apa kau tau?"
"Apa?"
"Ini tentang Kakak ku lagi, dia baru saja pulang dari Aimi tanpa mengabarkan aku dan ibu! Ibu selama ini mengkhawatirkan nya karena dia masih berada di sana selama 1 Minggu! Padahal Kakak janji bakal hanya disana selama 3 hari , dan saat dia pulang aku langsung memukulnya menggunakan sepatu ku dan menasehati nya"
"Ahahhahahah , jika aku boleh tau .. kenapa Kakak mu ke Aimi? Kan jauh banget dari tempat tinggal mu apalagi dari sini"
"Kakak kalau gak salah ke sana .. karena ada tugas , dan dia tidak mau merepotkan ibu dengan kerjaan nya makanya dia yang pergi ke Aimi jadi Ibu bisa beristirahat dengan ku di Istana"
"Hmm, jadi sebenarnya Kakak mu ini peduli dengan Ratu Cheryl ya"
"Ya begitu .. dia selalu mau berusaha sendiri .. seperti waktu itu .. "
... Aku dengar rumor dari kehidupan ku sebelumnya kalau Pangeran Kerajaan Barat memang seorang pekerja keras dan mandiri , dia selalu menjadi lelaki idaman para kaum perempuan .. dan aku juga dengar bahwa Ratu Cheryl kalau tidak salah meninggal saat ..
"Putri Mia, kau dan Kakak mu beda berapa tahun?"
"2 tahun"
Berarti tinggal beberapa tahun lagi sebelum Ratu Cheryl meninggal akibat pembunuhan oleh sekelompok orang tidak dikenal .. aku harus mengubah takdir itu!
Beberapa jam kemudian..
•~•~•~•~•~•~•
"Yang Mulia"
"Ada apa Robin? Apa jadwalku sibuk hari ini?"
"Tidak"
"Baik"
"Tidak terasa 6 tahun berlalu ya .."
"Hm"
"Apa anda ingin berjalan-jalan lagi Yang Mulia?"
"Yasudah, lagian aku tidak ada kerjaan. Ayo Robin"
"Hm? Kenapa Papa berada disini? Ahh aku belum siap .."
"Siapa itu?"
!! Ah ketahuan lagi..
"Hehe .."
"Kau--"
Ekspresi wajah Papa terkejut dan sebelum dia selesai bicara aku langsung berlari ke arah nya dan memeluknya
"Nata .. Lia..?"
"Papa .. Lia rindu Papa"
Aku tidak bisa berbohong sekarang .. meskipun dari dalam hati aku masih ada rasa takut aku tetap memeluknya..kali ini lebih erat..
"Natalia .. ada apa?"
"Lia rindu Papa .."
Gak kerasa sudah 6 tahun lagi .. aku sekarang sudah mulai berani memeluknya ..
"Yang Mulia~"
Suara siapa itu? Aku langsung menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang wanita cantik berambut merah , dan berpakaian sedikit terbuka. Pasti ini salah satu selir yang Papa masih biarkan hidup
"Apa yang kau mau Adriana?"
"Apa Yang Mulia ingin mengunjungi Istana Peridot lagi?"
"Bisakah kau tidak menggangu ku sekarang? Pergi."
"Ba-baik .. maaf mengganggu waktu anda.."
Wanita itu menatap ku dengan tajam dan aku langsung merasa merinding ..
"Siapa itu?"
Ah! Kata - katanya langsung keluar dari mulut padahal aku berencana untuk tidak menanyakan Papa tentang hal ini
"Bukan orang penting, ayo kau ingin teh hijau lagi?"
"Iya!"
Ah .. sudah lama tidak jalan bareng dengan Papa
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
