S2: Chapter 30

459 40 0
                                        

Keesokkannya

Natalia's POV

Hari debutante pun tiba. Semua pelayan sangat sibuk hari ini, Jasmine membangunkan ku disaat pagi buta, dan betul saja , ini lebih rumit dibandingkan dengan hari festival .. tapi aku menghargai kerja keras semua orang. Hari ini tentu merupakan hari yang spesial, banyak gadis yang menantikan hari ini, tapi mungkin tidak denganku. Aku takut jika kejadiannya akan kembali terjadi ulang .

"Bersiap-siap lah Tuan Putri."

Ucap Bella berbisik kepada ku, pintu pun perlahan dibukakan, aku pun membuka mataku.

"Yang Mulia Kaisar Roy Evans masuk!"

"Yang Mulia Brianna Valencia masuk!"

"Tuan Putri Natalia Evans masuk!"

Dalam sekejap kami pun menjadi pusat perhatian, tatapan mereka semua tertuju kepada kami. Kami pun menuruni tangga kemudian Papa pun berbicara padaku saat menuruni tangga.

"Sudah dipilih siapa yang akan menjadi pasangan dansamu?"

"Iya"

Kami bertiga pun berjalan menuju singgasana, ditemani oleh kelima Ksatria Utama Kekaisaran, tatapan dan bisikan mereka .. aku penasaran apa yang mereka bisikkan dan ada apa dibalik tatapan itu tapi disaat yang bersamaan aku tidak ingin tahu. Saat sampai, Papa dan Mama duduk di singgasana, dan aku pun berdiri di samping singgasana milik Papa , para kelima Ksatria berjaga di samping kita. Semua orang pun langsung membungkuk kepada kami kemudian setelah beberapa detik mereka pun mengangkat kembali kepala mereka. Banyak sekali orang yang berada disini, beberapa dari mereka menangkap perhatian ku. Ah, apa itu Mia dan Ratu Cheryl? Cantik sekali .. dia pun memakai gaun yang aku berikan saat itu, ah dia menyadari bahwa aku sedang menatapi nya.

"! Hehe .."

Mia pun tersenyum kepadaku dan aku pun membalas senyumannya. Ini .. sedikit berbeda .. aku senang. Sepertinya dansanya akan dimulai, aku gugup sekali .. ah, apakah itu .. Pangeran Luciel? Pangeran Luciel merupakan pasangan dansa ku .. aku senang akhirnya ada yang ingin berdansa denganku di debutante kali ini.

"Sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi pasangan anda, Tuan Putri. Maka dari itu, Yang Mulia Kaisar beserta Yang Mulia Brianna izinkanlah saya ikut berdansa dengan Tuan Putri. "

Ia pun membungkuk kemudian ia pun mengangkat kepalanya dan ia pun mengulurkan tangannya kemudian tersenyum kepada ku. Aku pun dengan senang hati menerima uluran tangan itu dan kami pun berjalan dan bersiap untuk berdansa. Musik pun sudah dimainkan dan kami pun mulai berdansa. Sejujurnya aku merasa tidak nyaman menjadi perhatian seluruh orang dan aku pun takut akan menginjak kaki Pangeran Luciel lagi .. aku pun menatap mukanya dan memulai pembicaraan dengan nada berbisik.

"Tumben kau menggunakan kata 'saya' , ada apa?"

Ucap ku sambil tersenyum padanya dan menatapnya di mata, namun Luciel hanya fokus dalam berdansa.

"Tidak ada. Itu memang sudah seperti kewajiban untukku menggunakan bahasa yang sangat formal didepan Kaisar."

"Ada apa? Kau takut dengan Papa ku?"

"Tidak. Seperti yang kubilang, aku menghargai nya. Posisi takhta nya pun lebih tinggi dibandingkan ku."

"Jadi hanya masalah takhta?"

"Diamlah. Fokuslah dalam berdansa."

Ah, padahal barusan aku sudah melupakan bahwa kita sedang berdansa di depan banyak orang. Bagaimana ini .. aku malah mengingat-ingat kejadian saat kehidupan ku yang pertama dan kedua.

" ... Seperti yang kubilang. Fokuslah dalam berdansa, lupakan kenyataan bahwa orang-orang yang membuat mu tidak nyaman berada disini dan bayangkanlah bahwa hanya ada kita berdua, biarkan dirimu tenggelam dalam melodi musik yang dimainkan dan tunjukkan kepercayaan dirimu. "

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang