" Kafe..?"
"Bukan apa-apa."
Alvan pun terdiam menatapnya kemudian menghela nafas dan tersenyum padanya.
"Mungkin aku bisa membicarakan ini pada ibu. Jika kakak betul-betul ingin pergi keluar dan pergi ke kafe itu."
"Tidak usah. Ini mungkin merepotkan bagimu."
"Tidak apa-apa, tapi kenapa kakak ingin pergi ke kafe itu?"
" ... Entahlah."
"Eh?"
Alvan pun kebingungan dan Eliza hanya terdiam menatap kaca itu dengan pandangan datar nya.
•~•~•~•
Di penginapan Luciel dan para ksatria nya, Luciel sedang membaca laporan ditemani oleh kucing yang selalu mengunjungi kamarnya.
"Hm. Kerja bagus, Raven dan Clovis."
"Aku pergi dulu."
BRAK!
Clovis pun langsung keluar dari kamarnya sambil membanting pintu, Luciel dan Raven pun menatap kearahnya.
"Maafkan Clovis, Pangeran. Dia memang sekarang menjadi tidak sopan."
"Tidak apa. Entahlah apa yang membuatnya sebegitu jengkel. "
Ucap Luciel sambil meminum teh hitamnya dan melihat-lihat laporan itu. Ia pun mengusap kucing itu, kemudian Raven pun menatap kearah kucing itu selama beberapa detik.
"Apa anda ingin saya mengusir kucing itu?"
"Tidak usah. "
Luciel pun menyimpan cangkir itu dimeja dan memangku kucing itu.
"Pangeran, anda mau kemana?"
"Mengecek ksatria lain, kau urus semua ini. Sampai jumpa~"
Luciel pun segera berteleportasi dari kamarnya itu dan meninggalkan Raven sendirian.
"Urus semua ini? Apa maksudnya--"
Saat Raven menoleh kearah kasur Luciel, ia pun melihat beberapa laporan menumpuk.
"Pangeran ... Sialan."
Ucapnya dengan kesal namun tetap mencoba untuk tersenyum.
Dengan Luciel, ia sedang menyapa ksatria-ksatria yang berada di situ bersama kucing itu dipangkuan nya. Kemudian ia pun melihat sekeliling dan seorang ksatria pun bertanya kepadanya.
"Ada apa Pangeran?"
"Clovis, dia ada dimana?"
"Pangeran, dia barusan sudah pergi entah kemana.''
"Begitukah? Kuda nya pun dibawa?"
"Iya."
Luciel pun terdiam dengan tatapan tajamnya.
"Ada apa Pangeran?"
"Dia barusan tidak bilang padaku bahwa dia akan pergi."
"Eh? Kita kira kalau Clovis itu pergi menjalankan misi sendiri atas perintah Pangeran."
"Aku tidak memberinya perintah apapun. "
Para ksatria yang mendengar ucapan Luciel pun langsung pada berbisik-bisik, Luciel hanya terdiam sambil menatap arah sampingnya dengan tatapan dinginnya itu.
__________
Natalia's POV
Saat ini aku hendak pergi ke air terjun. Iya aku tahu bahwa sekarang sedang musim dingin, tetapi tetap saja, sepertinya pemandangan indahnya tetap tidak akan terganti.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
