" Anu, Permisi Yang Mulia"
"Hm, ada apa?"
"Anda tau dimana mereka berada?"
" ..."
Roy pun berhenti begitu pun dengan Robin. Robin pun menatap Roy
"Yang Mulia?"
" Mereka pasti berada di kamar Natalia"
"Kalau begitu , mohon tunggu sebentar , saya ambilkan payung dulu"
•~•~•
"Mama, Jasmine, bagaimana?"
"Bagus!"
Brianna dan Jasmine kemudian tepuk tangan sambil tersenyum terhadap Natalia.
Tok Tok Tok
Natalia pun berdiri dan membuka pintunya. Ia pun melihat Papa nya bersama Robin di depan pintu.
"Papa! Robin!"
Natalia menyambut mereka dengan ceria , mereka pun masuk ke dalam kamar Natalia kemudian Brianna dan Jasmine mulai berdiri .
"Yang Mulia"
Jasmine pun membungkuk kepada Roy kemudian Roy pun duduk di lantai bersama Robin.
"Jadi apa yang membawa mu kemari?"
Brianna pun bertanya kepada Roy, Roy pun menjawab sambil menyilangkan tangannya .
"Tidak ada. Aku hanya ingin kemari saja"
Robin pun melihat ke arah lukisan Natalia dan menanyakan nya sambil melihat lukisan itu dengan terkagum
"Tuan Putri, apa anda sedang melukis ?"
"Iya! Robin suka?"
"Iya!"
Jasmine pun tersenyum melihat mereka berdua , dan kemudian mulai berdiri.
" Saya akan membuat cemilan dan minuman coklat panas"
"Ah, anu Nona Jasmine biarkan saya membantu anda"
"Tentu , Tuan Robin"
Robin dan Jasmine pun keluar kemudian pandangan Natalia pun tertuju kepada rambut Brianna dan Roy.
"Ada apa?"
Roy pun bertanya kepada Natalia, Natalia pun menjawab nya dengan malu-malu
"Ah , tidak hanya saja ..."
"?"
Natalia's POV
Aduh gimana ini ... ? Aku ingin banget mengepang rambut Papa dan Mama .. kalau Mama sudah pasti mau tapi Papa ... Dari kehidupan ku sebelum-sebelumnya aku ingin sekali mengepang atau menyisir rambut Papa tapi aku tau kalau dia pasti akan membunuhku langsung . Rambut Papa selalu di gerai , ya meskipun tidak panjang banget tapi aku ingin sekali menata rambut nya , menyentuh rambut nya aja sudah cukup bagiku. Mungkin Mama dulu saja..
"Ada apa? Katakan saja"
Papa menatap ku langsung , begitu juga dengan Mama.
"Mama .. boleh kan Lia mengepang rambut mu?"
"Tentu saja! Dengan senang hati~!"
Mama pun menjawab nya dengan ceria ia kemudian duduk di kursi meja rias. Aku pun mulai mengepang rambut nya, ya ampun rambut nya halus banget dan wangi ..! Ahh .. Rambut Mama bagus banget . Dan sepertinya Papa duduk di kasur ku dan hanya memperhatikan ku mengepang rambut Mama ..
"Baik! Sudah selesai"
Mama pun menatap diri nya di kaca , wajah nya pun merona dan terkagum. Ia pun berdiri dan memelukku dengan erat.
"Waahh .. bagus banget .. terimakasih Natalia!"
"Baguslah kalau Mama menyukai nya!"
Aku pun melirik ke arah Papa dan ia pun langsung menyadari nya.
"Ada apa?"
"Anu ...."
Aku pun menundukkan kepala ku dan wajah ku memerah karena malu.
"B-bolehkan kalau Lia .. mengepang rambut Papa juga ..?"
Aku pun melirik ke Papa , ia pun terdiam sebentar, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
" Kau yakin ? Rambut ku tidak sepanjang Mama"
"Tidak masalah!"
"Yasudah"
Eh? Eeeeh?! Ini beneran? . Papa pun duduk di kursi itu sedangkan Mama hanya duduk di kasur ku sambil memperhatikan kita. Baiklah .... Ini saat nya! Aku pun merapihkan rambut pirang nya yang hanya sepanjang pundak dan mulai mengepang nya. Eh ..? Tekstur rambut Papa halus banget! Bahkan bisa jadi lebih halus daripada Mama. .
"Sudah jadi?"
Papa pun menanyakan ku , dan aku pun terkejut sedikit.
"Sedikit lagi..!"
Aku pun selesai mengepang rambut Papa. Dan Papa pun melihatnya di kaca.
"Oh, ini tidak buruk juga"
Baguslah kalau Papa tidak marah dengan hasil nya! Lega juga .. dan hasilnya lumayan bagus juga!
"Sekarang bagian kita untuk mengepang rambut mu~!"
Mama pun memelukku dari belakang dan kemudian kita pun duduk di kasur ku. Mama mengepang rambut ku dibagian kiri dan Papa di bagian kanan, Aduh gimana ini aku sedikit gugup..
Author's POV
"Ini gimana ? Aku lupa lagi cara nya.."
Roy pun kelihatan sedikit kesusahan mengepang rambut Natalia. Brianna pun melihat ke arahnya dan membantu nya
"Begini , ok?"
"Hm"
Roy pun hanya menjawab dengan 'hm' dan lanjut mengepang rambut Natalia , dan Brianna pun tertawa kecil kepadanya . Begitu mereka beres mengepang rambut Natalia , Robin dan Jasmine pun datang membawa cemilan dan minuman coklat panas. Jasmine pun tersenyum sambil membawa cemilan nya.
"Maaf menunggu"
Mereka berdua pun berhenti sebentar dan tertawa kecil.
Roy pun bingung dan menanyakan mereka.
"Ada apa?"
"Tidak ada Yang Mulia, ini minuman dan cemilannya!"
Robin pun membagikan minuman coklat panas nya dan Jasmine pun meletakkan cemilannya di atas kasur.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
