S2: Chapter 20

605 48 0
                                        

Keesokkannya..

Di tempat pelatihan para ksatria, Robin sedang beristirahat di pohon dan ia pun menghela nafas.

"Ah, punggungku dan pinggangku kenapa masih sakit ..? Lagian penyihir itu kemana saja sih? Kemarin belum sempat disembuhkan secara total. Latihan pun menjadi sedikit sulit."

"Robin~"

"Apa yang kau inginkan Laurel?"

Robin pun mencoba berdiri namun kemudian punggung dan pinggang nya pun menjadi sakit.

"A-A-Akh punggung dan pinggang ku .."

Robin pun memegang pinggang nya dengan sedikit kesakitan dan kemudian Laurel pun mengulurkan tangannya.

"Ingin kubantu kakek?"

"Berisik!"

Dengan kesal, Robin pun menampar tangannya dan pergi dari situ . Saat ia sampai di taman, ia pun kembali berisitirahat dan menghela nafas.

"Ah.. kapan sih penyihir itu kembali? Aku ingin punggung dan pinggang cepat sembuh ..''

"Robin lagi ngapain?''

Natalia pun datang sambil memiringkan kepalanya dan Robin pun terkejut hingga ia pun berdiri.

"T-Tuan Putri!''

"Robin ada apa?"

"T-tidak ada apa-apa, mengapa anda bertanya tuan putri?"

Robin pun langsung membungkuk padanya secara terburu-buru, dan kemudian beberapa detik pun berlalu dan posisi Robin masih dalam keadaan membungkuk, kemudian ia pun mencoba menyenderkan dirinya di pohon besar itu .

"R-Robin?"

"Tolong jangan bicara dengan saya dulu Tuan Putri. Hari ini harga diri ku sudah hilang .."

"A-apa yang kau bicarakan? Ah aku tahu! Aku akan panggilkan seseorang, tolong tunggu sebentar ya!"

"Baik .."

Natalia pun pergi dari taman itu untuk mencari bantuan, sedangkan Robin terlihat seperti sudah kehilangan kesadaran. Beberapa menit pun berlalu dan kemudian Robin pun masih melamun.

"... Penyihir sialan itu pergi kemana sih?"

"A-anu Tuan Robin?"

"Hah?"

Saat pandangan Robin kembali menjadi fokus, ia pun melihat Jasmine yang berada tepat di depannya.

"Apa anda baik-baik saja? Tuan putri bilang bahwa anda sakit.."



"A-akh Nona Jasmine .. Selamat siang!"

Seketika Robin pun tiba-tiba bangun dan Jasmine pun mencoba untuk membantu Robin untuk kembali duduk.

"T-Tuan Robin, tolong duduk saja. Biar saya yang urus lukanya."

"Luka? Ah, itu tidak apa-apa! Saya akan menunggu sampai penyihir itu sudah pulang kesini lagi, saya tidak ingin merepotkan anda."

"Tidak apa-apa. Obat herbal ini mungkin akan bekerja untuk sementara, jadi mungkin tidak akan langsung sembuh secara total. Jadi mungkin jika anda ingin sembuh total maka anda harus menunggu tuan Penyihir itu balik.''

"T-tidak apa-apa."

"Robin! Kau harus mendengarkan apa yang dibicarakan Jasmine."

"T-Tuan Putri.."

Natalia pun melototinya sambil menyilangkan tangannya dan Robin pun langsung kalah.

•~•~•

"Akh!"

"Ma-maaf "

Jasmine pun mengoleskan obat nya di punggung Robin dan Natalia hanya ikutan menonton.

"Apakah sangat perih Robin?''

Tanya Natalia dengan polos dan Robin pun hanya tertawa gugup .

"Se-sedikit .."

"Maafkan saya tapi hanya obat ini yang dapat saya temukan."

"Tidak apa-apa. Saya pun hanya akan menunggu sampai penyihir itu pulang kembali dan menyembuhkan saya.''

Dan kemudian Jasmine pun berdiri , begitu pun dengan Natalia. Robin pun menoleh ke arah mereka.

"Sudah selesai. Saya harap obatnya akan bekerja dengan baik ya sampai penyihir nya pulang kembali. Kalau begitu saya dan Tuan Putri akan permisi dulu."

"Sampai jumpa Robin, semangat menahan perihnya ya!"

Jasmine dan Natalia pun pergi meninggalkan Robin, dan Robin pun hanya melambaikan tangan.

"Hm .. jadi teringat saat itu .. "

"Teringat apa tuh?"

Suara yang familiar pun muncul dari atas pohon, dan kemudian Robin pun langsung mengecek ke atas pohon itu dan menemukan Gabriel dan Laurel disitu.

"Bodoh kan jadi ketahuan."

Ucap Laurel sambil memukul kepala Gabriel, Robin pun menjadi sedikit terkejut.

"Laurel, Gabriel! sejak kapan kalian berada disitu?!"

"Kami pun disini!"

Kemudian Bella dan Blake pun muncul dari atas pohon. Bella melambaikan tangannya ke Robin, sedangkan Blake hanya memandang nya dengan datar, dan kemudian mereka semua pun turun.

"Halo Robin"

Ucap Blake dengan datar dan kemudian Robin pun menjadi semakin bingung dan terkejut.

"Bella?! Blake?! Kenapa kalian semua ada disini?"

"Heh~ jangan salahkan kami Robin. Kami sedikit curiga dengan mu"

Laurel pun mengejek Robin. Gabriel pun menyilangkan tangannya dan menatap Robin.

"Iya kau sih tiba-tiba saja menghilang dari tempat latihan. Ksatria-ksatria lain padahal telah menunggu berlatih denganmu"

"Ah, aku lupa dengan itu."

Kemudian Gabriel pun merangkul Robin dan Laurel pun mengacak-acak rambut Robin.

"Jadi , apa kau sudah mulai suka dengan Nona Jasmine?"

Gabriel pun berbisik ke Robin sambil menyeringai dan dengan nada bercanda, dan Robin hanya menanggapinya dengan mukanya yang sedikit merona dan sedikit bingung.

"Hah kau bicara apa?"

"Oh ayolah jangan begitu."

Ucap Bella sambil tersenyum, kemudian Bella pun mencubit tangannya dan Blake hanya menepuk pundaknya.

"Tolong jangan membully ku.."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang