Chapter 3

6.8K 505 15
                                        

Keesokkannya

Hmm..jadi aku akan bertemu dengan Ayahanda? Lagi? Bisa ketebak dari cara aku berpakaian..kenapa baju nya imut sekali sih?! Yah bersyukur saja karena aku selalu memakai baju yang sederhana kalau yang mewah mungkin hanya saat debutante ku. Ngomong-ngomong aku masih bingung kenapa aku hidup kembali? Padahal aku sudah memperbaiki masalah dengan Duke Alvan coba aku ingat-ingat di kehidupanku yang pertama aku meninggal saat berumur 16 karena kasus pembunuhan dengan Duke Alvan , di kehidupan ke 2 aku meninggal saat berumur 26 dan dibunuh oleh Duke Alvan hmm..dan ini ada kaitannya dengan Duke Alvan..sepertinya sekarang aku harus menghindarinya sebaik mungkin.. dan juga di kehidupan ku yang sebelum - sebelumnya aku adalah gadis yang pendiam, penakut, pesimis dan pemalu . Apa aku harus mengubah sikap ku juga?

"Persilahkan dia masuk"

Krieet ..

Oh ya ampun.. harus bersiap-siap .. ugh..mata cokelatnya yang tajam ini selalu menakuti ku tapi aku akan coba untuk menarik perhatian ayahanda

"Yuyun"

"Tuan Putri ingin Turun? Baiklah"

"Yang Mulia Berjongkok lah"

"...untuk apa?"

"Ayolah berjongkok..!"

"Baiklah.."

Ini dia..mari kita mulai langkah pertama ku ,hup! Jangan melakukan kesalahan..jangan jatuh..aku bisa merasakan Jasmine dan Robin terharu dan senang melihatku berinteraksi atau mendekati ayahanda .. akh! Aku mau jatuh--

"Tuan Putri!"

Tiba-tiba Ayahanda langsung menangkapku karena aku tadi hampir jatuh aku pun terkejut karena aksinya

"Pa..pa!"

Ayahanda terlihat sedikit terkejut begitu juga dengan Jasmine dan Robin.Tapi Sepertinya aku harus berhenti memanggilnya "Ayahanda" karena ini terkesan sangat sopan sekali dan panjang..jadi aku panggil dia Papa saja ya.

"Papa! Hehehe. ."

Aku kemudian melihat ke arah matanya .. matanya entah kenapa terkesan sangat lembut sekarang .. aku tidak merasakan aura menakutkan dari nya lagi.

" ... Robin , Jasmine"

"Ya, Yang Mulia?"

"Bisakah kalian mengajak main bersama Natalia ? Aku sibuk mengurus surat-surat yang aku terima. Dan juga Robin tolong bawakan itu"

"Baik Yang Mulia!"

Itu? Apa yang dia maksud dengan itu? Kenapa wajah Robin terlihat sangat senang? Ada apa ini?

"Tuan Putri mari kita bermain di Taman"

Taman! Tempat yang paling aku sukai setelah kamar ku dan tempat rahasiaku!

"Tuan Putri sepertinya sangat menyukai taman ini ya?"

Ya benar! Bunga-bunga nya sangat indah disini!

"Tuan Putri, maaf saya terlambat untuk datang"

Aku dan Jasmine menoleh ke arah suara itu, aku dan Jasmine terkejut dengan apa yang Robin bawakan sepertinya sangat banyak dan berat di kotak yang dihiasi pita itu ya.. .. besar juga kotaknya , lebih besar dari badanku..

"Tuan Robin ingin saya bantu?"

"Ah tidak usah ini tugasku , ugh. . nghh..hah.."

Ya ampun.. seperti nya isi di dalam kotak itu sangat banyak ataupun sangat berat..

"S-sepertinya saya benar-benar butuh bantuan.."

Ah..wajah nya memerah. . bukankah dia bisa menggunakan kekuatannya ya? Oh iya aku baru saja ingat bahwa kekuatan atau magic tidak bisa digunakan disini karena ada batu hampa yang terletak tak jauh disekitar sini.. aku benar-benar tidak tahu kenapa batu itu disimpan di taman ini

"Ahaha baiklah.. ya ampun ini sangat berat .."

Jasmine dan Robin terus mendorong kotak itu Sampai kotak itu berada di dekat ku

"Akhirnya.. mau saya bukakan sekarang?"

Aku pun mengangguk kepadanya dan pada dasarnya aku memang sangat penasaran dengan isinya

"Mari kita bukakan .."

"Woah..!"

Wow..boneka-boneka , 1 set full baju , mahkota, balon, dan sebuket bunga mawar putih

"Yang Mulia benar-benar sangat menyayangi Tuan Putri ya.."

Apa?! Jadi maksudmu Papa menyiapkan semua ini?! Tidak mungkin.. aku dan Jasmine menunjukkan ekspresi tidak percaya

"Lihat boneka yang ini sangat besar ya.."

"B-balonnya .."

Kemudian balon-balonnya terbang ke langit ah. .. ini sangat indah..

"Lihat baju - bajunya sangat cantik ya, mahkotanya juga..untuk mahkota Tuan Putri bisa memakainya saat Debutante nanti"

"Lihat Tuan Putri "

"Ng?"

Aku dan Jasmine menoleh ke arah Robin dan melihat Robin sedang memegang boneka kelinci yang sangat imut dan Jasmine langsung tersenyum manis dan hampir tertawa

"Lihat, aku adalah seorang kelinci imut. Kelinci sangat suka dengan Tuan Putri! Maukah Tuan putri menjadi teman Kelinci?"

Harus kuakui aktingnya sangat bagus dan mungkin dia akan menjadi ayah yang sangat ideal bagi seluruh wanita

"Hehe..kinci.."

Robin dan Jasmine langsung tersenyum hangat kepadaku dan terus main bersamaku sampai sore bersama boneka-boneka yang Papa persiapkan

______
Di kantor Kaisar

"Apa Robin kesusahan membawa kardus nya? Aku hanya menaruh sihir ku didalam kardus itu sehingga kardus itu terasa berat. Lemah"

_____________

"Achoo!"

"Tuan Robin apa anda baik-baik saja?"

"Ah, iya . Sepertinya ada yang membicarakan saya ..."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang