Chapter 18

2.3K 166 2
                                        

"Kakak Nayra!"

"Tuan Putri apa yang anda lakukan disini?"

"Eh .. Lia tersesat"

"Kalau begitu biar saya mengantarkan anda ke Istana anda"

Aku bisa melihat dari belakang bahwa mereka berdua menatap sinis ke pada ku

"Sudah sampai, saya pergi dulu ya Tuan Putri"

Nayra kemudian melambaikan tangan nya ke arah ku dengan senyum yang ramah kemudian aku melihat Papa berjalan ke arah sini

"Berhenti."

Hah? Apa yang dia mau ke Nayra?

"Ada apa Yang Mulia?"

"Kenapa kau menginjak ke area Istana Jade?"

"Barusan saya melihat Tuan Putri tersesat ke Istana Peridot, saya mengantarnya ke sini"

"Peridot? Natalia "

"Iya Papa?"

"Apa yang kau lakukan sampai tersesat ke sana?"

"Lia hanya ingin jalan-jalan kemudian entah kenapa Lia berada di sana.."

"Baiklah, pergi kau . Jangan menginjak tanah ini lagi"

"Maafkan saya Yang Mulia, kalau begitu saya akan pergi"

Papa kenapa mengusir Nayra dengan itu sih? Pasti Nayra sakit hati ..

"Apa kau bertemu selir yang lain?"

"Hah? Iya sepertinya.."

"Mulai sekarang kau jangan menginjak tanah atau ke area Istana Peridot lagi. Pokoknya jangan sampai bertemu mereka lagi "

"B-baik.."

Papa kenapa sih? Iya sih 2 selir itu membenciku tapi Nayra tidak..aku juga malas banget pergi kesana ..

"Sudah sore , masuklah ke kamar mu"

"Baik Papa"

Aku langsung berjalan memasuki Istana Jade dan menuju kamar ku

"Jasmine .. "

"Ada apa Tuan Putri?"

"Tidak jadi.."

"Tuan Putri katakan saja"

"Hari ini Lia bertemu selir-selir Papa"

Wajah Jasmine terlihat khawatir

"Tapi kenapa cuman ada 3 yang muncul?"

Aku tau aku berbohong , aku cuman mau tau apa jawaban Jasmine

"Tuan Putri .. selir yang lainnya sudah pada pergi tapi masih tersisa 3 yang masih ada, mempunyai selir bukan berarti Yang Mulia tidak mencintai Ibu anda hanya saja itu memang .. peraturan Harem nya .. sebenarnya Yang Mulia bisa saja mengusir mereka tapi .. untuk sebuah alasan Beliau masih menyimpan mereka. ."

"Hm.."

Jawaban Jasmine memang benar. Hanya saja dia mengganti kata meninggal dengan pergi mungkin karena dia menganggap aku masih kecil untuk mendengar kata itu

"Tuan Putri ingin saya bikin susu?"

"Baiklah yang hangat ya!"

"Baik!"

________

"Tuan Robin!"

"Ah Nona Jasmine... Apa itu buat Tuan Putri?"

"Ah iya , .. apa Tuan tau bahwa Tuan Putri sudah bertemu dengan selir-selir Yang Mulia?"

"Saya sudah tau .. saya mengira bahwa Tuan Putri tidak akan menemui mereka karena Yang Mulia memerintah kepada Selir-selir nya untuk tidak menginjak tanah Istana Jade dan Istana Raja miliknya .. tapi saat itu Tuan Putri tidak sengaja memasuki daerah Istana Peridot dan menemui mereka , saat Nona Nayra mengantar nya pulang ke Istana Tuan Putri, Yang Mulia bertemu dengan mereka dan memerintah Tuan Putri untuk tidak memasuki wilayah Istana Peridot dan untuk tidak menemui mereka"

"Jadi begitu. . saya permisi dulu Tuan Robin"

"Ah iya"
_______

"Tuan Putri ini susunya"

"Terimakasih .. "

"Kalau begitu saya keluar dulu, selamat malam Tuan Putri"

"Malam"

Aku kemudian memberinya senyuman manis ku dan kemudian meminum susunya

"Hah..daun sudah mulai berguguran .. apa besok sudah mulai musim gugur?"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang