Keesokannya
Brianna , Roy, dan Natalia sedang menikmati sarapan mereka di pagi hari yang cerah. Brianna dan Natalia sedang berbincang ria sembari memakan, Robin hanya berdiri di depan pintu menikmati perbincangan mereka berdua yang sampai terdengar keluar, sedangkan Roy hanya melamun menatap makanannya.
"Ada apa Roy? Kau tidak suka dengan makanannya?''
"Tidak, bukan begitu. Aku kemarin tertidur sangat nyenyak, dan baru saja bangun tadi pagi. Apakah sesuatu terjadi kemarin?"
Ia pun mulai memakan makanan itu dengan lahap.
"Tidak terjadi apa-apa~, karena kau kelelahan bekerja jadi kemarin kau pulas sekali tidur nya. Aku senang mendengar bahwa kau tidur nyenyak."
Jawab Brianna dengan ekspresi polos dan ceria, namun perkataan itu membuat Roy seketika teringat sesuatu dan cemas.
"Tunggu dulu, apakah kemarin pekerjaannya sudah aku selesaikan? "
"Jangan cemas, aku dan Robin sudah menyelesaikan nya!"
" .. kalian berdua? Semuanya sudah selesai dikerjakan?"
"Iya! Saat kau tertidur kami, mengerjakannya bersama."
" .... Aku tidak tahu harus bilang apa tapi .. terimakasih untuk kalian berdua?''
Ucap Roy dengan ekspresi bingung dan kemudian Brianna dan Robin yang mendengar kan nya mengucapkannya itu pun, tersenyum hangat.
"Papa seharusnya jangan bekerja terlalu keras."
"Ini untuk kebaikan negara-negara yang dibawah perintah Kekaisaran. "
"Iya, aku tahu. Tapi Papa seharusnya jangan sampai terlalu kelelahan . Bagaimana kalau Papa jatuh sakit?"
Mendengar perkataan Natalia, Roy pun menyimpan garpu makan nya dan berhenti memakan.
"Papa?"
•FLASHBACK•
Author's POV
Anak itu pun memasuki ruangan kantor itu dengan sedikit malu, ia pun mendekati meja itu dan berdiri di depan Yolanda yang sedang mengerjakan laporan.
"Ibu, kata Anatole ibu tidak boleh bekerja terlalu keras sampai ibu kelelahan. Ibu seharusnya jangan sampai terlalu kelelahan, bagaimana jika ibu jatuh sakit?"
"Aku sedang sibuk mengurusi negara-negara yang berada di bawah perintah Kekaisaran kita. Roy, tolong bilang kepada Anatole bahwa dia tidak perlu membantuku, aku bisa mengerjakan nya sendirian. Dan juga , Roy kau tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi ku."
"Baiklah. Kalau begitu aku .. permisi dulu .. ibu."
Roy pun menatap kearah Yolanda yang sedang sibuk mengerjakan dan membaca laporan-laporan yang tertumpuk di mejanya. Ia pun perlahan-lahan pergi dari ruangan itu dan kemudian menutup pintunya secara pelan-pelan. Ia pun menatap kepada Anatole yang sedang berada di depan pintunya .
"Bagaimana, Pangeran Roy?"
"Kata ibu , dia tidak perlu bantuan Anatole. Ia bilang ia bisa melakukannya sendirian tanpa bantuan mu."
"Begitu ya .. padahal sudah berharap bahwa ia menerima bantuan saya .. tapi terimakasih pangeran karena sudah menanyakannya."
"Itu bukan apa-apa. "
Jawab Roy dengan senyuman lembutnya. Namun kemudian, suatu hari dimana Roy berusia 16 tahun, ia menemukan Yolanda terlihat lumpuh saat Yolanda sedang mengerjakan laporan nya . Sesaat sebelum kejadian itu.
"Yang Mulia, anda harus beristirahat. Biar saya yang mengerjakannya. Anda bekerja terlalu keras, sebaiknya anda makan dan beristirahat. Ini sudah sekitar 2 minggu berlalu dan anda masih saja mengerjakan laporan, yang anda lakukan hanyalah meminum. Anda pun hanya tidur selama beberapa jam, ayo , biar saya membantu anda."
"Diam, Anatole. Kau hanyalah pengawal pribadi ku, lagian takhta itu yang kumau dan akhirnya kudapat. Ini juga pekerjaan ku sebagai permaisuri, biarkan aku bekerja ... Pergi keluar ...."
Anatole pun terpaksa pergi keluar dan kemudian meninggalkan Yolanda sendirian. Beberapa waktu pun berlalu, Roy pun tidak sengaja melewati kantor Yolanda. Ia pun memutuskan untuk memasuki ruangan itu, namun saat ia memasuki kamar itu, ia pun terkejut melihat Yolanda yang terbaring di lantai.
"Ibu..!"
Ia pun bergegas dan kemudian mengecek keadaan ibu nya. Saat ia berada disampingnya, Roy pun meletakkan Yolanda di pangkuan nya.
"Siapa .. itu ..? Suara ini ... Sepertinya kukenal .."
"Ini aku, Roy Evans. Ibu .. tidak mengingat ku?"
"Ah .. penglihatan ku sekarang sudah tidak jelas dan blur .. tangan ku bahkan susah .. bergerak ..."
Yolanda pun mencoba memeluknya meskipun keadaannya sangat menyedihkan dan lemah. Saat ia berhasil memeluk Roy, air mata pun turun dari mata Roy.
"Maaf .. kan .. ibu karena .. terlalu fokus mengerjakan laporan dan tidak sempat menghabiskan waktu .. dengan mu. Ah .. penglihatan ku .. ini mungkin menjadi terakhir kalinya .. aku .. benar-benar .. menjadi ibu dan .. menghabiskan waktu bersama dengan mu .. Roy, put .. tra .. ku ... ....."
Ia pun menutup matanya dan tersenyum. Saat tangannya mengelus rambut Roy dengan lembut, Roy pun terkejut saat mengetahui bahwa tangannya tiba-tiba saja berhenti mengelusnya dan kemudian badan nya pun terjatuh. Tangisan Roy pun pecah, dan meninggalkan Roy terkejut berat.
•FLASHBACK SELESAI•
"Papa?"
Roy pun menepuk meja makan itu dengan keras sehingga semua orang pun terkejut, nafasnya terengah-engah dan air mata mulai berturunan. Ia pun berjalan meninggalkan ruangan itu.
"Yang Mulia?!"
Robin pun bergegas mengikutinya. Brianna dan Natalia pun mencoba mengikuti Roy.
•~•~•~•
Di dalam tempat favorit Natalia, Mia sedang fokus melihat-lihat tempat itu sambil melatih sihirnya. Ia pun menoleh kearah Natali.
"Natalia?"
"A-ah .. ada apa Mia?"
Natalia pun menoleh kearahnya dan tersenyum, sedangkan Mia hanya menatap nya dengan mengangkat salah satu alisnya dan menyilangkan tangannya.
"Kau .. pasti ada sesuatu kan?"
"H-hah? ... Bagaimana kau tahu?"
"Kau selalu melamun sambil menggenggam lengan mu sendiri. Kau selalu melakukan itu jika ada masalah menimpa atau sedang melamunkan sesuatu."
Ucap Mia dengan ekspresi seriusnya. Natalia pun tersenyum simpul dan mengalihkan pandangan nya.
"Ya .. Sepertinya aku mengatakan sesuatu yang salah kepada Papaku."
Saat Natalia sudah menjelaskannya semua kepada Mia, Mia pun menghela nafas dan kemudian duduk di samping Natalia.
"Mia?"
Natalia pun menoleh kearahnya dan Mia pun tersenyum sambil melihat ke samping.
"Mungkin saja dia teringat sesuatu .. jadi jangan salahkan dirimu bahwa kau telah membuatnya marah. Menurutku dia itu tidak marah, hanya saja ada suatu .. kenangan yang membuat dia sangat teringat akan ucapan mu."
"Hm .. kau benar .. apakah aku harus meminta maaf padanya?''
" ... Ikutilah apa kata hati mu saja, itu saran ku. Aku tahu bahwa sekarang aku bukanlah pemberi saran yang baik, tapi menurut ku kau sendiri yang harus membuat keputusan nya. "
"Hm .. baiklah .. aku akan mencobanya!"
Mia pun menoleh kearahnya dan tersenyum ceria.
"Itu semangatnya!''
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Ficción Histórica[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
