"kota Boran?"
Aku memiringkan kepala ku dan kebingungan. Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal itu? Ah tunggu .. bukankah ini saat Kota Boran mengalami banyak kejadian buruk? Dan kemudian Ratu Cheryl berkunjung ke sana dan dibunuh oleh sekelompok perampok?
"Iya, akhir-akhir ini Kota Boran mengalami banyak kejadian buruk, dan aku ingin tahu apa kau bisa memecahkan nya. Karena kau itu calon permaisuri di masa depan dan kau akan mengurus tentang banyak hal terutama dalam urusan kenegaraan, aku ingin tau seberapa baik kau mengandalkan laporan atau kasus seperti ini"
Oh jadi sepertinya dia mengetes ku .. Papa kemudian memberiku laporan nya, dan aku mulai membaca dan fokus tentang laporan ini. Ternyata benar , ini tentang kejadian sekelompok perampok yang di incar. Dan masalahnya tidak ada yang tau identitas mereka, setelah itu banyak musibah melanda kota itu dan kemudian kota tersebut hancur dan tidak di huni orang-orang.
"Papa bagaimana kalau besok kita pergi ke kota itu?"
"Baiklah, aku juga memikirkan tentang itu. Tapi aku ingin tau apa alasannya?"
Papa menatap langsung ke mata ku dengan ekspresi serius. Aku sebenarnya masih ragu , namun tentunya ada banyak alasan.
" Lia ingin tau bagaimana kondisi kota itu , Lia juga ingin Papa persiapkan beberapa Ksatria yang bisa diandalkan karena akhir-akhir ini ada banyak laporan tentang pembunuhan dan perampokan, dan terakhir Kota Boran sedang dalam keadaan krisis sekarang. Kota Boran bisa saja mengalami banyak musibah di masa depan entah itu ulah seseorang atau memang ketentuan Tuhan. Tapi Lia ingin yang terbaik untuk Kota Boran. Kota Boran masih termasuk wilayah kita, maka kita harus pastikan bahwa kota itu sedang dalam keadaan yang baik-baik saja, kita tidak bisa biarkan begitu saja."
Papa kemudian menyeringai dengan jawaban ku, tangannya kemudian meraih ke wajah ku, aku kemudian menutup mata ku
"Jawaban yang bagus "
Papa mulai mengelus kepalaku dengan lembut , kemudian aku membuka mata ku dan melihat ke arahnya , aku melihat dia sedang tersenyum. Ini sebuah momen langka , akhirnya aku bisa melihat Papa tersenyum
"Hehe .. oh iya nanti saat kita berkunjung ke sana, persiapkan ksatria yang akan ikut dengan kita juga, kalau bisa banyak sih .. minimal 4-6 orang pun cukup, maksimal 10 orang. Lia gak mau ada yang terluka kalau kita bertemu dengan sekelompok perampok atau pembunuh ."
"Baiklah aku akan pastikan itu, dan apa kau lapar?"
"Tidak--"
KRUCUUK..
Ah..apa tadi barusan .. suara ..? Ah ya ampun malu banget .. aku bisa merasakan wajahku memanas dan Papa yang terus Menatap ku ..
"Baiklah ayo makan, kita akan makan bersama kebetulan aku juga belum makan , Mama juga sih tapi dia sedang tertidur .."
"Kalau begitu Lia bangunin aja ya!"
"Iya, kalau dia masih belum bangun siram saja dia pakai air dingin "
"Haha Papa jahil juga ya?"
"Apa yang kau bicarakan? Aku akan berada di meja makan, cepatlah bangunkan dia"
"Baik!"
Aku langsung membuka pintunya dan menuju kamar Papa dan Mama, aku membuka pintunya pelan-pelan dan berjinjit sampai ke kasur nya dan mulai membangunkan Mama
"Mama bangun..!"
Aku memukul tangannya dengan pelan namun Mama masih saja belum terbangun, aku kemudian menarik tangannya
"Mama bangun ..!!"
Kemudian dia membuka matanya perlahan - lahan dan mulai bangun
"Mmh..ada apa?"
Mama mengucek matanya dan mulai merapihkan rambutnya
"Mama ayo makan bareng Papa!"
"Makan? Oh sepertinya sudah siang sekali ya .."
Mama beranjak dari kasurnya dan menguncir rambut nya yang bergelombang itu
"Baiklah ayo!"
Aku kemudian menggenggam tangan Mama dan kita mulai berjalan menuju dimana Papa berada
"Oh kau sudah terbangun ya?"
"Tentu saja. Oh makanannya sudah dihidangkan ternyata .. "
Kami pun duduk di kursi nya dan aku mulai mengambil sepotong ayam yang dipanggang dan ditaburi dengan cabai merah , sudah lama aku tidak memakan makanan pedas!
"Oh kau memakan makanan pedas lagi?"
"Iya kan Papa tau kalau Lia menyukai makanan pedas!"
"Iya tak kusangka kau kuat sekali dengan makanan pedas ya"
Aku kemudian makan sesuap nasi dan ayam itu, hm! Pedas nya sesuai dengan selera ku!
"Natalia suka makanan pedas?"
Mama menanyakan itu dan sepertinya tertarik mencoba makanan ini
"Iya! Apa Mama mau coba? Menurut Lia ini gak terlalu pedas "
"Uhuk--"
Papa, Mama dan aku mulai menoleh ke Robin. Oh iya aku ingat saat dimana dia mencoba makanan pedas itu ..
"Aku tidak akan tertipu lagi"
Aku kemudian menoleh ke Papa yang sedang meminum teh nya, dan teringat kejadian itu lagi.
"Hah? "
Mama kemudian menanyakan itu dengan ekspresi sangat bingung
"Oh iya Natalia apa kau membangunkannya dengan segelas air dingin?"
"Hah?! Apa maksud mu?"
Mama langsung menatap ke Papa , dengan ekspresi bingung namun sedikit kesal
"Tidak ada"
"Kau ini bisa jahil juga ya..?"
Ah ya ampun pasangan ini pamer kemesraan nya hingga aku bisa mendengar nangis derita Robin yang sedang berjaga , meskipun sebenarnya ekspresi mukanya seperti biasa tapi didalam aku benar-benar merasa dia sedang menangis menderita karena dia sudah menginjak usia 30 tahunan atau lebih dan masih saja tidak punya kekasih atau istri ..
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
