Keesokkannya..
"Tuan Putri Natalia, latihan nya sudah sampai disini dulu, ada beberapa gerakan yang masih harus anda kuasai. Kalau begitu mari kita bertemu lagi esok hari''
Pelatih tersebut membungkuk kepadanya dan tersenyum kepada Natalia. Natalia pun tersenyum kepadanya dan melambaikan tangan. Saat pelatih tersebut keluar dari ruangan Natalia pun menutup pintunya dan kemudian bersender ke pintu tersebut.
"Capek ..."
Namun kemudian Natalia pun terdengar seperti bisikan diluar pintunya. Ia pun menguping percakapan nya.
"Aku tidak percaya kalau Tuan Putri akan sangat payah dalam berdansa .. Putri ku bisa melakukannya lebih baik.."
DEG ..
Kata-kata yang dibicarakan oleh pelatih dansa tersebut membuat Natalia sedikit terkejut.
"Apa cukup ya waktu latihan nya? Debutante tinggal sebentar lagi, Aku yakin dia nanti akan gagal dansa nya nanti saat debutante''
Pelatih dansa tersebut pergi dan Natalia pun duduk sambil bersender di pintu itu.
'' Apa yang dikatakan nya itu .. memang benar juga ya .. aku memang payah dalam berdansa ..''
•FLASHBACK•
Natalia's POV
"Lihat kasihan sekali dia"
"Menyedihkan"
"Lihat barusan, dia bahkan tidak bisa berdansa yang benar dengan putri-putri kerajaan dan bangsawan lainnya''
Tatapan mereka .. bisikan-bisikan mereka .. tapi .. yang paling membuatku tidak berdaya adalah .. tatapan Ayahanda yang sepertinya muak melihatku masih hidup. Mereka benar .. aku tidak berbakat dalam berdansa, aku memang tidak berbakat dalam hal apapun. Tapi .. hal-hal yang kuinginkan hanyalah .. merasakan kehangatan dan kasih sayang. Jasmine tentu menyayangiku .. tapi .. aku ingin tahu bagaimana rasanya .. merasakan kasih sayang orang tua kepada anak kandungnya tersendiri. Aku tahu Ibunda sudah meninggal dan hanya tersisa Ayahanda .. aku ingin tahu bagaimana rasanya mempunyai ayah . Tapi kelihatannya semuanya kelihatan sangat mustahil .. A-Ayahanda! Dia melewat--
" Menyedihkan. Jangan pernah muncul dihadapan ku dan menatapku dengan penuh harapan lagi. Jangan pikir aku akan menyayangi mu sebagai anak ku."
•FLASHBACK SELESAI•
Author's POV
"..."
Natalia pun terdiam dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku menyedihkan."
•~•~•~
"Eh Papa pergi kemana?"
"Yang Mulia sedang pergi ke makam. "
"Be-begitu ya .. kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih atas waktunya Blake!"
"Ini adalah sebuah kehormatan bagi saya ,Tuan Putri"
Blake pun membungkuk kepada Natalia dan Natalia pun tersenyum kepadanya dan pergi.
"Papa ngapain ke makam? Kalau begitu kita tanya Mama saja deh!"
Natalia pun berjalan melewati taman dan bertemu Brianna yang sedang menikmati memakan makanan manisnya.
"Mama!"
Natalia pun mendekati Brianna dan Brianna pun mengelus rambut Natalia dengan lembut. Natalia pun duduk bersama Brianna.
"Ada apa Natalia sayang?''
"Mama tau gak Papa kemana? Katanya sih ke makam, tapi mau mengunjungi siapa?"
"Ah .. hari ini adalah hari kematian nya Yolanda Evans."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
