Chapter 22

2K 182 0
                                        

Saat aku dan Ratu Cheryl sampai di Istana , aku mulai membuka pintu nya dan melihat mereka sedikit terkejut akan kedatangan kita

"Y-yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu Cheryl .. ada apa dengan kunjungan tiba-tiba nya?"

Adriana menanyakan itu sambil melihat ke arah lantai , sepertinya dia mulai ketakutan .. menarik

"Dimana bunga tanduk yang kau simpan?"

Seketika wajah Adriana terlihat sangat terkejut begitu pula dengan Poppy namun Nayra terlihat biasa saja

"Kau juga Poppy , berikan buku yang kau sembunyikan di belakang mu"

Poppy terlihat sangat ketakutan dan bergetar Adriana kemudian mengambil langkah ke depan dan kemudian dia menekan tubuhnya kepadaku , apa-apaan ini? Menjijikkan.

"Yang Mulia membicarakan tentang apa~? Ayolah lupakan itu dan bersenang-senang dengan kita"

Lagi - lagi dengan nada manja nya itu , apa dia lupa bahwa Ratu Cheryl juga ada disini? Memalukan . Aku langsung mendorong nya hingga ia terjatuh di lantai

"Adriana!"

Kemudian Ratu Cheryl mengambil langkah ke depan dan menatap mereka dengan tatapan tajam nya

"Kalian terjerat dengan kasus pembunuhan atas nama Brianna Valencia, yang merupakan Istri dari Yang Mulia . Tidak hanya itu kalian juga menghina tentang kerajaan barat"

Aku bisa mendengar bisikan Poppy dan Adriana

"Bagaimana mereka bisa tau?"

"Entahlah , padahal seharusnya racun efek kepada Yang Mulia itu bertahan selama nya"

Jadi benar mereka juga meracun ku

"Kalian juga meracun ku dengan racun bunga tanduk. Kau memasukkan nya ke Vodka ku dan air putih ku sehingga aku melupakan rencana pembunuhan kalian. Namun aku ingin tau .. sepertinya kalian tidak  berhasil membunuh Brianna tapi kalian kemudian menyegel nya di tempat rahasia yang tidak akan pernah seorang pun tau kan?"

Mereka berdua langsung terkejut, wajah Ratu Cheryl juga ikutan sedikit terkejut dengan perkataan ku

"Nona Brianna tidak meninggal?"

"Kalian ikut dengan ku, kau juga Ratu Cheryl"

Kemudian para ksatria langsung keluar dan mempertahankan mereka , kita kemudian berjalan ke arah air terjun dan memasuki nya
_____
Natalia's POV

Aku melihat Robin masih melihat ke arah Mama yang sedang tertidur

"Papa mana?"

"Ah mungkin Yang Mulia masih di jalan kemari"

Aku kemudian mendengar langkah kaki kemudian aku menoleh ke arah itu dan melihat Papa

"Papa!"

Hm? Kok seperti ada banyak orang?kemudian Robin memanggil Papa

"Yang Mulia!"

"Ini bukti nya"

Hah? Oh sepertinya dia mulai mengambil langkah selanjutnya ya.. rasakan itu selir-selir tidak berguna! Kecuali Kakak Nayra

"Berdasarkan dari ekspresi wajah kalian sepertinya itu benar bahwa kalian benar-benar pelaku nya .."

"Ma-mafkan kami Yang Mulia.."

Aku bisa melihat Nona berambut biru itu menangis dan ketakutan , nona berambut merah itu terlihat frustrasi sedangkan kakak Nayra tidak ada ekspresi takut di wajah nya hanya ekspresi sedih saat melihat Mama

"Kalian semua pantas untuk mati di tangan Ratu Cheryl atau bahkan di tangan ku, tidak .. kalian semua pantas mati di tangan kita dengan semua aksi kejahatan kalian, .. kalian meracun Brianna kemudian menyegel nya disini selama 12 tahun dan aku baru tau tentang itu hari ini, lalu kalian menghina tentang kerajaan Barat dan terakhir kalian juga meracuniku dengan bunga tanduk itu .. kalian pantas mati . Jangan khawatir aku sudah mempersiapkan batu nisan untuk kalian"

Papa langsung mengarahkan pedang nya ke arah mereka dan menatap mereka dengan tatapan dingin nya

"P-papa!"

Aku langsung berlari ke arah nya dan memeluk nya

"Ada apa Natalia?"

Papa langsung menoleh ke arah ku , dia mulai berjongkok dan mulai meletakkan pedangnya di lantai

"P-papa jangan membunuh Kakak Nayra..!"

Wajah kakak Nayra terlihat sedikit terkejut

"Kenapa?"

"K-kakak Nayra itu berbeda dari selir Papa yang lain. Dia yang paling baik dan tidak akan melakukan kejahatan, Kakak Nayra juga bilang bahwa dia tidak mau menjadi selir Papa dan segera ingin pergi meninggalkan area Istana ini dan mulai pulang dan mengunjungi Nenek nya..jadi jangan bunuh dia .. Kakak Nayra pasti masih ingin melihat Nenek nya.."

" .. baiklah"

Papa mulai bangkit dan mengambil pedang nya

"Nayra Alinas .. kau boleh pergi dari sini , berhenti menjadi selir ku, dan pulang kembali ke rumah mu setelah ini"

"Baik Yang Mulia"

Aku bisa melihat wajah Nayra terlihat senang dan sekarang .. Papa akan membunuh mereka..aku sebenarnya sedikit takut

"Tuan Putri sebaiknya anda tidak melihat itu "

Robin kemudian menutup mata ku

"Tapi sebelum itu apa ada mantra untuk memecahkan segel nya ?"

"Yang Mulia maaf saya tidak tau .. mantra nya tidak tercantum dalam buku nya.."

"Baiklah .. nikmati perjalan ke neraka."

Mendengar kata itu aku langsung merinding , aku tau Papa memang sangat menakutkan ..

•~•~•

A-ada apa ini? Sudah mulai hening .. sepertinya sudah selesai ya hukuman mati di tangan Papa nya .. Robin kemudian membuka tangan nya dan ajaib nya aku tidak melihat tubuh mereka dan darah mereka padahal jelas-jelas mereka dibunuh nya disini tadi kan? Tapi Nayra masih ada disini syukurlah..

"Mereka sudah menghilang, jadi kau tak perlu bertemu dengan mereka lagi"

Oh apakah ini karena sihir Papa atau sihir Ratu Cheryl? Karena aku bisa melihat seperti debu berkilauan di atas sepertinya mereka menghilangkan badan mereka dan membersihkan darah nya

"Dan sekarang.."

Papa langsung menghadap ke Mama begitu pula dengan Ratu Cheryl dan Ksatria-ksatria yang lain termasuk Robin. Aku pun mulai mendekati Papa, tangan papa dan tangan ku kemudian meraih ke Mama kemudian .. Kelopak mawar pink berjatuhan dari atas dan debu berkilauan yang berwarna pink pun muncul juga dari arah Mama , kemudian Mama membuka matanya dan terbangun

"Mhmm..aku seperti tidur bertahun-tahun.."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang