Aku kemudian menoleh ke Mia, ternyata ia sedang menunggu ku dari tadi .. hahh .. gimana ini?
"T-tunggu Pangeran Luciel, bagaimana aku menjelaskan kepadanya?"
Pangeran Luciel menoleh ke arah ku dan menutup bukunya
"Ya begitu."
Ia kemudian kembali membuka bukunya dan membacanya lagi. Ahh! Ini aku harus bagaimana?!
"Anu .. Mia .."
"Ya, jadi aku harus melakukan apa?"
Mia melihatku dengan tatapan penuh harapan, ahh .. benar-benar akan menjadi memalukan jika aku tidak bisa menjelaskan kepadanya ..
"Jadi .. hm .. ah!"
Aku ke arah batu yang tersimpan di rak buku dan kemudian mengambilnya. Mia menatap ku dengan wajah bingung
"Jadi begini .. bagaimana kalau kita berlatih agar bisa membuat batu ini melayang?"
Ya .. meskipun aku belum mencoba bagaimana caranya .. kita uji dulu ..
"Boleh!"
Mia melihatku dengan penuh semangat , aku kemudian memberinya batunya
"Coba dulu"
Mia kemudian menutup matanya dan mulai fokus , tapi setelah beberapa menit berlalu batu nya masih saja ada di tangan nya, Mia kemudian membuka matanya
"Ah! Aku akan coba lagi!"
Dia kemudian menutup mata nya kembali dan mulai fokus kembali, sebenarnya aku juga tidak yakin apa aku akan bisa membuat batu itu melayang juga ..
"Ah! Tetap gak bisa! Natalia coba ajarin bagaimana caranya"
Dia kemudian memberiku batu nya , aku hanya bisa tersenyum canggung dan gugup .. bagaimana kalau aku tidak bisa juga?! Itu akan menjadi memalukan!
" .. haha .. baiklah.."
Luciel's POV
Aku menutup buku ku dan melihat ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Putri Natalia, sebenarnya cara melayangkan batu lumayan bagus juga, itu bisa melatih ke fokusan dan teliti . Kefokusan , ketelitian,dan emosi, minimal salah satu dari itu harus bisa kau kontrol atau kuasai, jika tidak maka sihirnya akan terus meluap dan berantakan ya meskipun itu bukan sebuah masalah besar dan masih bisa diperbaiki oleh penyihir lain atau oleh seseorang yang menguasai sihir sepenuhnya.
"Baiklah akan kucoba"
Aku mulai fokus ke arah Putri Natalia, aku sebenarnya tau kalau dia sedikit gugup dengan ini, dan kemudian dia mulai menutup matanya , aku tau kalau pikiran nya hanya fokus kepada batu itu, dengan keterkejutan ku batunya mulai melayang aku kemudian melihat ke atas dimana batu itu sedang melayang .. Mia dan Putri Natalia sepertinya terkejut juga ..
"Wah! Kau berhasil!"
" .. jadi untuk kedepannya coba lebih fokus dan jangan sampai ada sesuatu yang menganggu mu , fokus terus terhadap benda tersebut "
"Baik! Akan ku usahakan"
Ternyata dia berhasil ya .. ya meskipun masih ada yang harus dia pelajari dan kuasai, ini cukup jika masih pemula dan belum menguasai sihir sepenuhnya .. apa aku harus mengasih tau taktik nya untuk semua ?
"Cukup bagus .."
Putri Natalia melihat ke arah ku dengan wajah sedikit memerah
"Pa-pangeran Luciel melihat nya..?"
"Ya, dan itu cukup bagus"
Aku menjentikkan jari dan kemudian batu nya sudah tidak melayang lagi, aku merasakan ada seseorang di depan ..
"Siapa?"
Pelayan tersebut membuka pintunya dan membungkuk
"Maaf menganggu waktu anda, tapi sekarang Tuan Putri Natalia, anda harus pulang sekarang. Yang Mulia bersama Nona Brianna sudah menunggu di kereta kudanya"
"Baiklah, kau bisa keluar"
"Aku akan berkunjung lagi, hari ini sangat menyenangkan terimakasih, sampai berjumpa lagi"
Dia mulai keluar dari ruangan ini dan menutup pintunya
"Kakak apa kau tau kapan dia akan berkunjung lagi?"
"Entahlah, aku tidak peduli dengan itu."
Tapi aku masih ingin tau tentang sihirnya ..
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
