•~•~•
"Oke , kita mulai dari awal lagi"
"Baik''
Sekarang kita sudah berlatih berdansa sekitar 2 jam . Dan lumayan sepertinya aku sudah bisa berdansa lebih baik dari sebelumnya, sepertinya.
"Langkah mu lambat, jangan melamun"
"A-ah iya!"
Uhhh ... ternyata masih belum membaik juga ya .. sudah kuduga aku tidak punya bakat dalam berdansa! Habis sudah ..
KREK
Hah? Aku injak apaan .. uwaaa!! K-kaki Pangeran Luciel keinjak! Aku pun langsung menjauh dari nya dan dia pun langsung mengeluarkan hawa yang tidak enak.
"Hm~ sepertinya masih banyak yang harus kau pelajari dan kuasai tentang dansa ya."
Uwaa!! Senyumannya menakutkan!
"Ma-maafkan aku!"
Ini sudah keberapa kalinya aku melakukan kesalahan dalam berdansa tapi ia masih bersabar ya .. silahkan omeli aku! Aku pun menutup kedua telinga ku menggunakan tanganku dan menutup mataku, menunggu ia mengomeli ku.
"Apa yang kau lakukan?"
"Eh?''
D-dia tidak akan mengomeli ku? Biasanya dia kalau kesal akan langsung mengomel dan mulai lah adu mulut, tapi untuk kali ini aku yang salah jadi makanya aku bersiap-siap meminta maaf .
" Cepatlah mendekat , bukannya kau ingin belajar berdansa sampai kau puas?"
"K-kau tidak akan mengomeli ku?"
" Apa yang kau bicarakan? Jangan bikin aku seolah-olah seperti orang jahat"
Aku pun mendekatinya dan mengambil tangannya dan mulai berdansa dari awal. Ternyata benar .. dia tidak mengomeli ku.
"Aku tidak akan mengomeli mu , tapi jika kau menginjak kaki ku lagi aku tidak akan segan untuk mengomeli mu."
"Baik!"
KREK
•
•
•
"Aku baru saja ngomong .."
Habislah aku! Aaahhh kaki sialan!
"Lupakan."
"Hah?"
"Latihannya sudah dulu. Kita sudah habiskan 2 jam hanya untuk latihan dansa, aku tidak menyesal sih. Dan kau"
Dia pun menempelkan jari telunjuk kanannya di hidung ku dan menyeringai.
"Dansa mu sudah lumayan bagus. Hanya kau saja yang ceroboh, dan tidak percaya diri. Berjuanglah~"
Dalam sekejap ia pun menghilang.
____
Di Kerajaan Barat
Author's POV
Setelah sampai di kantornya, Luciel pun jatuh dan Raven pun bergegas dan menahannya jatuh.
"Pangeran?!"
"Aku tidak apa-apa .."
"Apa maksud anda?! Justru jelas kalau anda sedang sakit ini pun sudah beberapa kali--"
"Jangan remehkan aku."
Luciel pun menatap tajam kepada Raven dan mata emasnya pun menyala dan membuat Raven takut.
"Jangan kasihani aku. Kau pikir aku siapa?"
"Maaf jika saya lancang , tapi Pangeran .."
"Iya aku tahu, memang akhir-akhir ini aku sampai-sampai terjatuh dan hampir pingsan gara-gara ini tapi jangan berpikir kalau aku lemah. Ini masih bisa kutahan"
"Ka-kalau begitu saya akan mengambilkan air putih--"
"Tidak usah."
Kali ini tatapan Luciel terlihat sangat menakutkan dan membuat Raven merinding . Raven pun membantu Luciel berdiri dan menempatkannya di tempat duduknya. Setelah itu Raven pun berlutut kepadanya.
"Maafkan saya Pangeran! Saya mengakui bahwa saya salah. Atas perilaku saya yang gegabah ini, saya meminta anda untuk memerintahkan saya untuk menusuk perut saya."
Luciel hanya terdiam dan menatapnya dengan tatapan dinginnya. Ia pun melepas ikatan rambutnya dan menyilangkan tangannya , kemudian ia pun menyeringai.
"Jangan katakan itu Raven. Jangan membuatku terlihat seperti penjahat seperti dirinya''
Luciel pun melihat ke atasnya dan Lilith pun berada di atasnya melayang-layang . Raven yang merasakan kehadiran Lilith pun langsung berdiri dan mengarahkan pedangnya.
"Katakan siapa anda!"
"Raven . Tenang saja. Simpan kembali pedangmu''
"Tapi Pangeran .."
"Sudah kuduga kau akan datang kesini.."
Langit pun menjadi mendung, menandakan hujan akan datang. Hujan pun tiba-tiba turun dengan derasnya dan suara petir yang cukup keras pun membuat Mia yang berada di kamarnya ketakutan. Di ruangan kantor yang gelap itu di terangi oleh petir yang terus datang, Saat Raven melihat keberadaan Lilith yang melayang di atas itu pun terkejut. Melihat reaksi Raven, Lilith pun tersenyum.
"Rambut pendek berwarna coklat muda .. mata berwarna teal .. N-Nona Lilith?!''
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
