S2: Chapter 11

760 56 0
                                        

1 bulan kemudian..

Natalia's POV

"Iya, latihannya sampai disini dulu. Sampai jumpa esok hari Tuan Putri"

"I-iya"

Aku pun menutup pintunya dan beristirahat di sofa, Jasmine pun datang dan membawakan ku makanan dan minum.

"Permisi"

Jasmine pun memberikan ku piring makanan nya dan minuman itu ia letakkan di laci samping ku. Aku pun mulai memakan makanan itu dengan lahap.

"Tidak terasa ya debutante sebentar lagi"

"Iya! Tinggal sekitar 1 bulan lagi"

Tapi .. aku sebenarnya masih agak takut dengan itu . Selama kehidupan ku yang pertama dan kedua .. Debutante ku tidak berjalan dengan baik.

"Tuan Putri, ada apa? "

"Tidak ada apa-apa kok!"

"Oh iya Tuan Putri.."

"Ada apa?"

" Apa anda tahu kalau setiap 3 hari sebelum debutante akan ada semacam festival diselenggarakan di kota Rayne ini kan?"

"... Festival?"

Festival apaan? Oh!! Yang itu ya .. kita pura-pura tidak tahu saja deh..

"Emang festival apaan?"

"Festival yang diselenggarakan 3 hari sebelum debutante. Festival ini merupakan salah satu festival terbesar, dan merupakan festival terfavorit. Festival ini memang seperti festival bunga tapi, yang ini memang berbeda. Nanti akan ada hujan bunga turun dari langit dan nanti para ketujuh singa itu akan mendampingi kalian. Singa tertua dari ketujuh singa itu akan mengaum diikuti oleh singa-singa lainnya dan kemudian hujan bunga akan turun namun festival ini akan sukses atau tidaknya ada di tangan Yang Mulia, jika beliau menganggap festival ini sukses maka hujan bunga akan diturunkan olehnya, jika tidak, hujan bunga tidak akan turun atau bunga yang turun hanya sedikit tapi festival akan terus berlangsung selama tiga hari itu sampai debutante mulai. Ya Tuan Putri akan tahu semuanya sih nanti kalau memang sudah waktunya."

"Begitu ya? Sepertinya kelihatan seru!"

Ucapku dengan ceria, Jasmine pun tersenyum kepadaku .

"Iya memang seru, tapi .. kita lihat saja nanti bagaimana akan sukses atau enggak nya. Saya permisi dulu Tuan Putri"

Jasmine pun keluar dari ruangan ini dan meninggalkan ku disini. Aku pun lanjut memakan makanan itu dan setelah selesai makan, aku meminum air putih nya dan memanggil pelayan lain untuk membawakan ini kembali ke dapur. Setelah itu aku melihat ke harpa ku , memang aku agak jarang memainkan harpa ku karena aku sering menghabiskan waktu ku dengan aktivitas lain. Apa kita coba buat memainkan nya lagi?

"Hm .. "

Aku pun berjalan mendekati harpa itu dan mulai memainkannya. Ruangan yang sunyi ini diisi oleh suara merdu dari harpa yang kumainkan ini. Alunan musik ini .. sangat menenangkan hati .

•~•~•

"Mungkin sebaiknya aku memainkan harpa ku lebih sering, dulu aku hanya memainkannya sekitar seminggu atau  2 Minggu sekali. Sekarang akan kumainkan lebih sering ! Tapi mungkin .. aku masih harus latihan berdansa"

Aku pun berdiri di depan pintu itu dan berbalik ke arah belakang ku dan menatap harpa itu.

"Aku akan memainkan mu nanti lagi, mungkin besok"

Kemudian aku pun menutup pintu itu dan pergi dari ruangan itu. Sekarang aku berada di kamar ku , berlatih berdansa lagi. Tapi kali ini sendirian. Seperti biasa, sendirian.

"Hah .. aku masih belum bisa bagian yang ini .."

Ucapku sedikit kecewa dan sedikit menundukkan kepalaku.

"Butuh bantuan?"

Suara ini ..

"Pangeran Luciel?"

Dia pun muncul didepan ku dan aku pun bertatap mata dengannya dan ia pun menyeringai.

"Sudah kuduga kau ini memang selalu membutuhkan bantuan ku. Kau masih amatiran ternyata ya."

Ugh! Dia ini .. mengejek ku lagi ya?

"Kalau tidak mau tidak usah!"

Ucapku dengan kesal dan menyilangkan tanganku, aku pun berjalan mendekati pintu.

"T-tunggu kau mau kemana?"

"Pergi"

"Pergi kemana? Kan aku ada disini"

"Kau kan tidak mau kan belajar latihan dansa denganku? Yaudah aku latihan aja dengan Tuan Robin atau dengan Jasmine"

Saat aku hendak membuka pintu itu, ia pun berjalan mendekati ku dan memegang pundak ku.

"Apa?"

Ucapku dengan kesal dan kemudian aku pun berbalik badan dan melihat dia memegang lehernya dan pandangan nya pun kearah kanan seolah dia tidak ingin menatapku.

"B-bukannya aku tidak ingin belajar dansa denganmu .. hanya saja .."

Ah .. kupingnya memerah ..

" .. ini .. susah sekali untuk diomongkan .. tapi .. aku .. aku .. ingin belajar dansa denganmu"



"Eh?"

"Apa-apaan reaksimu?!"

"T-tidak hanya saja aku sedikit terkejut mendengarmu mengatakan itu.."

Ah.. Pangeran Luciel tenang lagi .. tapi .. muka nya masih memerah ..

"Jadi ..?"

"Apa?"

"Jadi kau mau tidak belajar dansa denganku ..?"

Dia pun mengulurkan tangannya dan aku pun tertawa kecil , kemudian aku pun mengambil tangannya.

"Baiklah!"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang