S2: Chapter 13

733 61 0
                                        

" Raven, kau tahu dia juga?"

Luciel pun menoleh kearah nya dan Raven pun menjadi gugup.

"Saya pernah melihat potret dia. Ditambah dulu dia sering dibicarakan"

"Wah, jadi dulu aku populer ya~?"

Lilith pun turun dan mendekati Luciel, namun Raven menghalanginya dan hampir mengarahkan pedangnya.

"Raven, sudah kubilang simpan saja pedang mu."

"Pangeran, bisa-bisa dia berbahaya"

"Tidak. Lagian dia sudah mati, dia tidak bisa menyakitiku."

Luciel pun menatap kearah Raven dan mata emasnya pun menyala. Raven dengan gugupnya menyimpan kembali pedangnya namun masih menghalangi jalan Lilith .

"Jadi maksud Pangeran adalah kalau orang yang didepan saya ini sudah mati?"

"Iya,tapi .. dia bisa menyakitiku secara fisik dengan cara lain. Contohnya jendela di belakangku ini bisa dia pecahkan dan pecahan-pecahan kaca itu bisa saja mengenai ku atau kau. Atau benda apapun itu agar bisa mengenai ku"

Luciel pun menatap tajam kearah Lilith yang sedang tersenyum polos kepadanya. Lilith pun tetap berjalan mendekati Luciel namun tentunya Raven maju dan menghalangi Lilith.

"Kenapa kau berpikir seperti itu? Tentu saja aku tidak akan pernah ingin menyakitimu."

Ucap Lilith dengan polos , namun Luciel hanya merespon dengan tatapan dinginnya.

"Kau tahu? Apa yang kau bicarakan itu omong kosong"

"Apa maksud mu? Lagian kan sudah kubilang kalau aku ini tidak akan menyakiti mu .. tapi"

Raven pun merasakan kalau sesuatu akan terjadi, dengan gegas ia pun melindungi Luciel dan rak buku yang berada di kanannya pun jatuh mengenai mereka. Setelah rak buku itu jatuh mengenai mereka, petir datang dan Lilith pun pergi meninggalkan mereka.

"Pangeran, apa anda baik-baik saja?!"

Namun kemudian Raven pun mendorong rak buku yang besar itu menggunakan kedua tangannya dan mengecek keadaan Luciel.

"Terimakasih Raven."

"Anda kan bisa teleportasi ke tempat lain, dan kenapa anda masih ada tempat duduk anda? Untungnya maupun rak buku atau buku-buku itu tidak mengenai anda."

"Aku tidak ingin menghabiskan energi ku. Lagian aku baru saja balik dan ber teleportasi, aku tidak ingin menghabiskan energi ku dengan sia-sia."

"Tapi .. yang terpenting ini adalah buku-buku nya pada jatuh semua .. rak nya sudah saya singkirkan , kita harus beres-beres .... Pangeran?"

Petir pun datang dan saat Raven menoleh kebelakang nya Luciel sudah menghilang.

"Pangeran!!"

Teriak Raven dengan kesal, namun ia tetap membereskan semua itu.

"Lupakan, aku tidak ingin melihat Pangeran menatapku seperti itu lagi."

Di satu sisi Luciel sedang berjalan-jalan dan petir pun datang lagi.

"Tidak mungkin juga kan aku akan menghabiskan energi ku buat membereskan rak dan buku-buku itu? Aku sudah bekerja terlalu keras, aku harus istirahat "

JTARR!

"Kyaa!"

Suara teriakan pun terdengar dari para pelayan perempuan dan Mia . Luciel pun menoleh kearah kirinya dan melihat ke jendela.

"Hm? Barusan suara Mia bukan?"

Tiba-tiba ide pun muncul , Luciel pun tertawa dan menyeringai.

"Ini ide bagus"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang