6 Tahun kemudian
•~•~•~
"Jasmine!"
"Tuan putri tolong jangan berlari di Istana..!"
"Hehe.."
"Hah..ada apa Tuan Putri?"
"Tidak! Lia ingin main di taman ya boleh gak?"
"Umm.. boleh silahkan, jangan sampai kesasar ya!"
"Baik! Lia gak bakal kesasar kok!"
Hehe.. sebenarnya aku ingin menjelajahi seluruh sudut disini! Aku gak dapat waktu untuk menjelajahi seluruh tempat ini jadi aku akan gunakan ini sebagai kesempatan ku! Oh iya Aku tak pernah melihat Papaku lagi setelah beberapa hari setelah aku bermain dengan Robin dan Jasmine, aku penasaran dia kemana? Tapi hey ini juga sebuah kesempatan! Hm..tempat ini ternyata sangat luas ya..apa tempat itu? Woah..tempat ini sangat indah! Ada kolam di sini juga! Woah .. ini akan menjadi tempat favorit ku! Aku akan mengunjung ke sini lagi, mari kita keluar dan berjelajah lebih dalam lagi di taman ini.. apa itu? Air terjun?! Aku tak tau kalau disini ada air terjun! Indah sekali .. ada banyak bunga juga disini..petik ah.. hihi ada banyak bunga akan ku kasih ke Jasmine separuh
"Siapa kau?"
Aku langsung menoleh ke belakang dan melihat Papa menatapku dan Robin
"A-a..L-l..P.."
Sial. Aku kehabisan kata-kata , aku gak tau kalau kau disini dasar papa!
"Yang Mulia apa anda tidak ingat dia?"
"Oh..ternyata kau putriku.."
Kau bahkan tidak ingat dengan anak mu sendiri
"Sekarang kau sudah lebih besar dari sebelumnya ya"
"Tentu , Yang Mulia sudah kurang lebih 6 tahun tidak bertemu dengan Tuan Putri"
A-aku harus pura-pura tidak ingat dia agar terlihat normal..
"A- siapa?"
"Kau juga sudah tak ingat denganku? Mari ikut"
"Tidak apa-apa Tuan Putri"
Ah kita kembali ke kamarnya lagi ya
"Apa yang kau inginkan untuk makanan?"
"... Waffle! Lia suka sekali dengan waffle!"
"Bawakan makanannya!"
Hah..kebetulan aku lagi lapar ini adalah kesempatan yang bagus
"Lia yah?"
"Iya! Anda siapa?"
"Apa kau benar-benar tidak ingat denganku ?"
Aku pun menggeleng - gelengkan kepalaku dengan sangat polos
"Yang Mulia terakhir anda bertemu dengan Tuan Putri adalah saat tuan putri berumur 10 bulanan jadi itu sangat normal bahwa Tuan Putri tidak ingat dengan anda, anda juga cuman menemuinya selama beberapa hari"
"Hm..begitu ya..? Kalau begitu aku adalah ayah mu"
"Pa..pa?"
"Ya"
"Beneran Papa?!"
"Ya, kenapa kau sangat senang? Segitu senangnya kah setelah melihatku lagi?"
"Hehe iya!"
"Makanannya telah tiba, silahkan menikmati nya Yang Mulia, saya akan permisi"
"Cepat makan"
"Baiklah Lia akan makan"
Woah..makanannya enak sekali! Waffel semua lagi!
"Benar-benar replika nya"
"Hm?"
"Ibumu , kau mirip dengan ibumu"
Kenapa dia membicarakan ibu?
"Mama?"
"Iya, kalian bahkan menyukai makanan manis"
"Apa yang dikatakan Yang Mulia benar, Tuan Putri sangat mirip dengan Ibunda Tuan Putri mau dilihat dari manapun"
"Benarkah ?! Makasih! "
Memang segitu miripnya ya? Wajah Papa terlihat sedang terjebak dalam nostalgia bersama ibu..aku merasa sedih..
"Papa gak makan juga? Mau Lia suapin?
Hah ? Barusan aku bilang apa? Oh ya ampun..
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
