S2: Chapter 26

482 38 0
                                        

Ah, mungkin tidak apa-apa ya .. soalnya pasti dia menggunakan sihirnya untuk menghilangkan keberadaannya. Jasmine pun berjalan mendekati ku.

"Anda ..."

"Luciel Valdez. Pangeran dari kerajaan barat."

?!?!!?!!! Tunggu Jasmine bisa melihatnya? Berarti dia tidak menggunakan sihirnya untuk menghilangkan keberadaannya!

"Ja-Jasmine bisa melihatnya..?!"

"Tentu saja. Kan aku tidak memakai sihirku untuk menghilangkan keberadaan ku."

Aku pun langsung berbalik badan dan menghadap Pangeran Luciel.

"Kenapa?!"

"Kau pikir aku tahu kalau pelayan mu ada disini? Lagian sudah terlambat, dia lagi melamun dan wajahnya pun entah kenapa terlihat terkejut."

Aku pun menoleh ke arah Jasmine yang tengah berdiri dan sepertinya kelihatan membeku . Sepertinya .. dia terkejut ya?

"Jasmine , apa kau baik-baik saja?"

" .. Tuan Putri."

"A-ada apa?"

Yang kulakukan hanyalah tersenyum ragu padanya yang sepertinya terlihat cemas padaku. Ia pun menghela nafas dan tersenyum padaku.

"Biar saya ambilkan minuman ya, harap tunggu sebentar"

"Tidak usah."

Saat Jasmine hendak berjalan menuju pintu, Pangeran Luciel pun memberhentikan nya. Ia pun menyilangkan tangannya dan menatap kearah Jasmine.

"Hari ini aku dan Tuan Putri ada janji, jadi kita harus segera pergi."

Janji? Janji apa? Ah, apa yang dia maksud tadi malam itu?

"Anda ada acara apa dengan Tuan Putri?"

"Pergi ke kota Rayne"

Lah? Tadi malam kau hanya bilang 'besok' , jadi yang kau maksud itu besok pergi ke kota Rayne gitu?! Padahal apa susah nya dia tinggal bilang bakal pergi ke kota Rayne.

"Kota Rayne?"

"Iya , cepatlah kita tidak punya banyak waktu."

CLAP

Pangeran Luciel pun menepuk tangannya dan kemudian pakaian ku pun diganti ke pakaian yang lebih tidak mencolok begitu pun dengan Pangeran Luciel.

"T-tunggu Tuan Putri, apa anda bisa mempercayai Pangeran Luciel?"

Jasmine pun memegang pundakku dan ia masih menatapku dengan khawatir. Jasmine pun menoleh kearah Pangeran Luciel dan berdiri di depan ku .

"Pangeran Luciel, apa anda yakin kalau Tuan Putri akan baik-baik saja selama ia disana?"

"Iya-iya, lagian orang yang akan menemaninya itu aku. Seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan , ya kan?"

Pangeran Luciel pun menatapnya dengan serius dan kemudian menatap ku. Sejujurnya aku tidak tahu harus bagaimana saat ini ..

"Ja-Jasmine, bisakah aku ikut Pangeran Luciel untuk pergi ke kota?"

"Tuan Putri, bagaimana jika anda terluka atau tersesat? Bagaimana jika seseorang menculik anda? Lalu bagaimana jika ada ksatria yang melihat anda? Sekarang situasi wilayah kekaisaran ketat dijaga oleh para ksatria-ksatria apalagi kota Rayne dan daerah istana."

Pangeran Luciel pun berjalan mendekati Jasmine dan mereka pun berhadapan.

"Pertama, dia akan pergi bersama ku menggunakan sihir teleportasi. Kedua, ada aku disampingnya dan karena pengawasan ketat jadi kemungkinan besar dia akan selamat. Ketiga, aku akan mengubah penampilan kita sedikit maka tidak ada orang yang akan mengetahui kita."

Pangeran Luciel pun menatap kearah ku dan kemudian menepuk tangannya lagi. Ah, rambutku berubah menjadi pirang , bagaimana dengan wajah ku?

"Wah, Tuan Putri ..."

"Bagaimana?"

"Aku hampir tidak mengenali anda .."

"Aku mengubah wajah nya dan rambutnya, agar tidak ada yang mengenali nya ."

Aku pun menoleh ke arah Pangeran Luciel, dan dia pun masih memakai penutup matanya itu ya?

"Kau memakai penutup mata lagi, Pangeran Luciel?"

"Iya. Dan .. Nona pelayan, apakah anda akan membiarkan kami pergi ke kota untuk sebentar?"

Jasmine pun terdiam sebentar dan menoleh kearah ku dengan ekspresi khawatir.

"Aku akan baik-baik saja kok Jasmine!"

Ucap ku dengan ceria agar membuat kekhawatiran nya mengurang, ia pun menyilangkan tangannya dan menutup matanya. Setelah beberapa detik ia pun menatap kearah ku dengan tersenyum ragu.

"Baiklah, tapi Pangeran Luciel anda sudah tahu kan apa konsekuensi nya jika Tuan Putri dalam bahaya?"

"Iya-iya, tidak perlu penjelasan. Dan"

CTAK

Pangeran Luciel pun menjetikkan jarinya dan boneka tiruan ku pun muncul disamping Jasmine.

"Perkenalkan saya adalah Natalia Evans yang merupakan boneka tiruan yang dibuat oleh Pangeran Luciel!"

Jasmine pun terkejut sampai ia menutup mulutnya dan Pangeran Luciel pun menyeringai.

"Kau akan ditemani oleh boneka tiruan yang dibuat oleh ku, dan juga jangan mengasih tahu ini kepada siapapun ."

"Baiklah"

"Kalau begitu.."

Ia pun menoleh kearah ku kemudian aku dan dia kontak mata selama beberapa detik .

"Tuan Putri, maukah kau mencoba sihirmu untuk berteleportasi?"

"Eh?"

Hah?!! Dia kira aku sudah menguasai sihir sepenuhnya gitu?! Mana teleportasi lagi ..

"Me-memang nya kenapa? Lagian Pangeran Luciel juga tahu kan kalau aku sebenarnya masih belum menguasai sihir sepenuhnya.."

Ucap ku sambil tersenyum ragu padanya, namun ia hanya menyeringai padaku.

"Tidak apa. Maksud ku sihirmu dicampur dengan sihirku, jadi nanti saat kita berteleportasi nanti tenaga sihir ku tidak cepat menguras. Dan ini pun seperti semacam tes."

" .. baiklah kalau begitu .."

Kemudian Pangeran Luciel pun merangkul ku selagi aku konsentrasi untuk memastikan sihirku.

"Aku meminjam Tuan Putri dulu ya, sampai jumpa~"

Kemudian kami pun berteleportasi dan sesaat tubuhku menjadi lengah dan sedikit pusing.

"Aku seperti nya meminjamkan sihirmu terlalu banyak ya, ya tidak apa-apa sih agar kau tahu bagaimana rasanya aku berteleportasi dari Kerajaan Barat ke istana mu itu."

"Bagaimana kau bisa menahan semua ini ...? Tubuhku seketika menjadi lemah .. kepala ku pun pusing .."

"Ah, memang begitu. Tapi tidak terlalu parah, mungkin ini karena ini kali pertamanya kau menggunakan sihir teleportasi. Kalau begitu kita pergi saja dulu ke kafe untuk membeli minuman."

Saat ia hendak berjalan aku pun menarik lengan bajunya itu dan ia pun langsung menoleh.

"Bolehkah .. aku memegang lengan bajumu sambil berjalan mencari kafe untuk dikunjungi? "

" ... silahkan."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang