Keesokkan nya..
"Tuan Putri apa anda ingin susu?"
"Baiklah..yang hangat ya.."
"Baik.."
Malam itu Jasmine masuk ke kamar ku ..
FLASHBACK
"Tuan Putri apa anda tidak apa-apa?"
"Jasmine.."
"Ya ampun Tuan Putri! Apa yang terjadi kepada lengan Anda?!"
" Hiks..hiks..sakit.."
"Baiklah saya akan mengobatinya.. sebentar saya akan mengambil tanaman obat dan perban ya"
"Hiks..hiks..baik.."
10 menit kemudian
"Tuan Putri tolong tahan sakitnya ya.."
"Akh.. perih.."
"Tuan Putri kenapa anda bisa memar begini?"
" ... Papa..."
"!!! Ah..uh.. saya akan mengambil susu ya!"
"Tidak usah Lia ingin tidur"
"Tidur? Ah baiklah.. selamat malam Tuan Putri.."
•'•'•'
"Tuan Putri ini susunya"
"Makasih.."
Roy's POV
Ugh..hahh..hahh..apa yang terjadi? Kepalaku tidak pusing lagi.. .. Natalia..
"Yang Mulia apa anda baik-baik saja?!"
"Kita pergi ke kamar Natalia!"
"Yang Mulia!--"
"Aku bilang kita akan pergi ke kamarnya.."
Aku langsung menatapnya dengan tatapan tajam
"Baiklah.."
BRAKK..
"Y-yang Mulia! Tuan Putri sedang--"
"Natalia!"
!
"Siapa yang melakukan ini?! Ada apa dengan lengan mu?!"
Kenapa dia terlihat takut dan bergemetaran saat melihat ku? Apa karena tadi malam?
"Biarkan aku melihat lengan mu!!"
Ah..aku malah membuatnya lebih takut lagi..aku langsung membuka perbannya dan terkejut ada memar ungu yang membekas di lengan nya.. memarnya terlihat parah..
"Yang Mulia!"
"Apa yang sedang kau lakukan Robin?! Awas!"
"Yang Mulia bisakah anda melihat bahwa Tuan Putri sedang takut dengan anda? Maaf atas kelancangan saya.. tapi.. sepertinya anda tidak tahu tapi .."
"Tapi apa?!"
"Yang Mulia maaf saya ikut campur tapi, anda lah yang membuat lengan tuan putri seperti ini"
Aku? Aku yang telah membuatnya seperti ini? Astaga apa yang telah aku lakukan terhadap Putri ku?
"Natalia.."
Natalia's POV
Kenapa dia melihatku dengan tatapan sedih sekarang? Apa dia sedang bermain main dengan ku lagi?! Apa yang dia mau sih?!! Hah..hah.. air mataku bercucuran lagi..
"Natalia kau kenapa?--"
"Takut.."
Aku benar-benar takut kepadanya sekarang.. badan ku lebih bergemetar .. takut..
"Takut.. Papa.."
"!!"
Wajah Papa terlihat terkejut .. kenapa? Kenapa dia terlihat seperti sakit hati? Tatapannya berubah lagi..
"Natalia maafkan Papa--"
Saat tangannya meraih wajahku aku langsung melepas seluruh tangisan ku aku bahkan mundur..
"Lia takut dengan Papa.. apa selama ini Papa benci dengan Lia?.. hiks hiks.."
Aku akan keluarkan semuanya.. meskipun aku tau kalau menangis tidak akan menyelesaikan masalahnya tapi aku bisa merasa puas..
"Papa benci kan sama Lia? Sampai Papa bicara ingin membunuh Lia dari awal .. Papa menyuruh Lia pergi dari sini .."
Hening..semuanya terlihat terkejut .. apalagi wajah Papa . Kenapa? Apa dia merasa bersalah? Benar-benar .. tidak mungkin bahwa dia menyayangi ku .. pada akhirnya takdir ku tetap sama .. aku akan selalu dibenci oleh Papa..
"Natalia.. dengarkan--"
"Jika Papa benci Lia , gak apa-apa.. Papa tidak usah lihat Lia lagi, Papa tidak usah bermain dengan Lia lagi.. ternyata .. Lia hanya menjadi pengganggu Papa ya.."
Ah..aku benar-benar mengatakan nya..Jasmine mulai menangis .. wajah Robin terlihat begitu terkejut .. seperti ingin menahan amarah dan sedih.. tapi wajah Papa .. disini aku tak bisa mengatakan kalau dia sedang sedih atau .. benar-benar akting saja ..
"Natalia.. seperti nya kau trauma dengan kejadian itu ya? Baiklah aku akan memberikan waktu untuk mu sampai kau tenang..Robin ayo kembali"
BRAKK..
"Tuan Putri!!"
Jasmine langsung memelukku aku lanjut menangis di pelukannya .. benar-benar .. aku harus bersiap untuk mati ditangan nya lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
