Natalia's POV
Saat aku mulai masuk ke dalam kereta kudanya , aku duduk di samping Mama.
"Mama, Papa!"
Papa menyenderkan kepalanya di jendela dan menyilangkan tangannya
"Jadi, bagaimana? Seru?''
"Seru! Papa, Mama nanti kita berkunjung lagi ya!"
Mama tertawa kecil dan mengusap kepala ku
"Baiklah"
Papa mulai menyilangkan kaki nya, dan menutup matanya
"Kau ngapain saja bersama Putri Mia?"
"Ah, kami berbicara tentang banyak hal. Kami juga berlatih sihir !"
"Tuan Putri berlatih dengan apa?"
Robin yang sedang diluar dan menunggangi kuda, menanyakan ku di jendela
"Ah, kami berlatih cara melayangkan batu. Pangeran Luciel juga ada, tadi kita berlatih di kantor Pangeran Luciel"
Papa yang mendengar ucapan ku langsung membuka mata nya , dan menanyakan ku
"Kau .. berlatih dengan Pangeran Luciel?"
"Ya, kami juga berbincang-bincang sebentar"
Entah mengapa aku merasakan seperti ada aura hitam yang keluar dari Papa. Mama kemudian menanyakan kepadaku
"Oh, Pangeran Luciel? Aku belum sempat bertemu dengan nya .. bagaimana menurut mu Natalia?"
"Yah .. lumayan baik. Dia juga tinggi dan tampan, sesuai deskripsi Putri Mia"
Ya memang sih. . jujur saja .. gak ada hal buruk atau ngeselin dari dia. Aku melihat ke arah Papa dan sepertinya dia sedang melihat ke arah jendela sambil menatap tajam . Aku kemudian tertidur selama perjalanan ke istana.
"Natalia bangun"
"Mmhm.."
Aku membuka mata ku, dan melihat Papa ku yang sedang membangunkan ku di kereta kuda itu.
"Mama dimana?"
"Oh, dia sudah duluan. Kata nya dia sedang tidak enak badan."
Aku kemudian turun dari kereta kuda itu dan berjalan-jalan menuju Istana Papa bersama Robin dan Papa. Aku menggenggam tangan Papa dan berbincang-bincang dengan nya , kemudian Papa mengalihkan pandangannya ke depan dan pasang wajah serius. Aku pun melihat ke depan dan melihat seorang wanita yang bukan Mama.
"Selamat sore , Yang Mulia"
"Sore, Duchess Amren"
Duchess .. Amren? .. bukankah ini ibunya dari Duke Alvan?
"Oh, bukankah kau adalah Tuan Putri Natalia?"
Aku bersembunyi di belakang Papa dan mulai melepas genggaman tangan nya.
"Ada apa Natalia?"
Papa kemudian melihat ke arah ku, kemudian Duchess Amren tertawa kecil
"Haha, seperti nya Tuan Putri malu bertemu dengan saya ya . "
"Duchess Amren, ada apa kau berkunjung?"
"Ah, saya hanya ingin membicarakan tentang urusan pesta teh--"
"Apa aku kelihatan peduli dengan itu?"
Papa menatap tajam ke arah Duchess Amren, Duchess Amren yang melihat tatapan Papa mulai mundur sedikit
"Ah, saya hanya penasaran ka- kalau .. Nona Brianna dan Tuan Putri Natalia ingin datang ke pesta teh besok di Mansion ku. .."
"Brianna sedang sakit. Jadi mungkin lain kali saja, Natalia masih ada urusan dan akan ada kunjungan dari kerajaan Barat besok. Jika kau meminta ku untuk ikut dalam pertemuan besok, aku tidak minat untuk ikut."
Apaan sih Papa? Padahal biarin saja aku ikut ke sana ya. Kenapa memakai alasan kalau Mia akan berkunjung besok? Kan jadi gak enak ke Duchess Amren.
"Ka-kalau begitu .. Tuan Putri Natalia apa anda ingin putra saya menjadi teman bicara anda?"
"Dia sudah mempunyai teman bicara, Putri Mia dari kerajaan Barat"
"Be- begitu ya .., kalau begitu saya akan permisi dulu .."
Duchess Amren membungkuk dan langsung berjalan menuju kereta kudanya . Aku menarik lengan Papa, kemudian Papa melihat ke arah ku
"Ada apa?"
"Kenapa Papa berbohong kalau besok keluarga kerajaan Barat akan datang berkunjung ke sini? Kan Lia bisa berkunjung ke sana sendiri."
"Masalah itu sih aku tidak berbohong, besok akan ada kedatangan dari kerajaan Barat, Dan aku tidak mau kau dekat dengan Duchess Amren ataupun putra nya. Ayo kita pergi ke kamar, Mama sudah menunggu"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Fiksi Sejarah[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
