Chapter 19

2.2K 157 0
                                        

Besoknya

"Tuan Putri anda mau kemana?"

"Robin! Hari ini Lia mau bertemu Papa, Papa ada di mana?"

"Yang Mulia ada di kamar nya, mau saya antarkan?"

"Ayo!''

Hari ini aku akan putuskan untuk mengajak Papa ke sana! Ke air terjun itu dan melihat Mama tertidur di sana

Tok tok tok..

"Masuk"

"Papa!"

"Oh Natalia"

"Papa kita jalan-jalan yuk ke taman!"

"Terserah, tapi jangan sekarang"

"Ehh kenapa?"

"Aku ada banyak kerjaan sekarang , nanti saja siang atau sore"

"Baik"

"Kau makan saja , Robin pesankan makanan nya!"

"Baik!"

Lumayan lah aku bisa makan lagi hehe..

•~•~•~•~•~

Aku sekarang berada di taman di tempat favorit ku lebih tepatnya , aku membaca buku sambil memandangi kolam dan melihat bayangan ku

"Hm .. aku masih kurang informasi tentang Mama .. apa aku harus mendengar Jasmine menceritakannya?"

Aku kemudian berlari ke Istana ku dan melihat Jasmine sedang mengobrol dengan pelayan yang lain

"Jasmine!"

"Tuan Putri.. ada apa?"

"Bisakah kau menemaniku? Dan bercerita kepada ku , aku lumayan bosan sekarang"

"Baiklah, saya pergi dulu ya Lily , sampai jumpa"

Aku langsung menggenggam tangan Jasmine dan berjalan menuju ke tempat favorit ku itu

"Tuan Putri tempat ini sangat indah.."

Jasmine mengatakan nya sambil melihat-lihat ruangan itu , kita kemudian duduk di lantai nya

"Anda ingin cerita tentang apa?"

"Hm.. apa .. Jasmine tau cerita tentang Mama?"

Wajah Jasmine terlihat sedikit terkejut kemudian dia menunjukan ekspresi senang di wajahnya , sepertinya dia antusias menceritakan nya kepadaku

"Tuan Putri ingin mendengar nya dari awal?"

"Iya!"

"Jadi hm..bagaimana aku harus memulai nya ya..saya bertemu dengannya saat pesta ulang tahun Yang Mulia"

Flashback
'•'•'
"Eh lihat deh wanita itu.."

Saya kemudian melihat ke arah wanita itu , wanita paling cantik yang pernah saya lihat .. Nona Brianna ..

"Ratu Cheryl.."

"Nona Brianna , senang bertemu dengan anda "

"Saya juga"

Pada saat itu kehadiran Nona Brianna menangkap perhatian Yang Mulia Kaisar

"Apa saya boleh berdansa dengan anda di pesta ulang tahunku ?"

Yang Mulia kemudian mengulurkan tangannya , Nona Brianna kemudian mengambil tangannya dan memberi nya senyuman paling manis yang pernah saya lihat , mereka berdansa dengan sangat indah dan anggun

"Selamat Malam"

Nona Brianna kemudian menyapa saya dan saya benar-benar terkejut kalau saya bisa kenalan dengan nya

"Saya Brianna Valencia, Apa saya boleh mengetahui nama anda?"

"S-saya .. Jasmine Hasey"

"Nona Jasmine ya.."

Nona Brianna kemudian memberiku senyuman ramah nya, kita sempat mengobrol dan cepat akrab. Nona Brianna itu orang nya ramah sekali, kemudian Yang Mulia berjalan ke arah kita

"Permisi, selamat malam"

Kita kemudian membungkuk dan aku bisa melihat bahwa pandangan Yang Mulia melekat kepada Nona Brianna

"Terimakasih telah mendatangi ke acara pesta ulang tahun ku"

"Ah ini bukan apa-apa , kebetulan ini pertama kalinya saya datang ke acara pesta seperti ini"

Saya mulai mundur dan membiarkan mereka berdua dan mulai mendengar kan omongan mereka

"Begitu? Jadi anda tidak datang saat debutante?"

"S-saya datang kok , hanya saja saat itu saya sedang tidak enak badan , jadi pada akhirnya saya meninggalkan tempat ini setelah selesai berdansa"

"Jika saya boleh tau, siapa nama anda?"

Saat itu saya terkejut, sang Kaisar memang dikenal berdarah dingin , namun dia yang saya lihat tidak seperti biasanya

"Brianna, Brianna Valencia Yang Mulia"

Nona Brianna kemudian tersenyum , yang kemudian membuat wajah Yang Mulia sedikit merah

'•'•'•

"Wahh .. jadi itu saat pertama kali bertemu ya Jasmine?"

"Iya betul, saya betul-betul merindukan nya..mau dengar cerita lain?"

"Mau!"

Flashback
'•'•'•'

Saat itu Yang Mulia dan Nona Brianna sedang menikmati pesta teh nya berdua saja

"Kau sepertinya sangat menyukai makanan manis.."

"Hehe ternyata anda tau ya.."

"Kalau begitu aku akan pesan lagi"

"Wahh makasih ya Yang Mulia"

"Brianna.."

"Ada apa Yang Mulia?"

Yang Mulia berhenti sebentar dan kemudian menatap wajah Nona Brianna dengan serius

"Menikahlah denganku"

Nona Brianna terkejut sampai tersedak dengan minumannya

"Ah..maaf bisa anda ulang lagi?"

"Kau sudah mengambil hati ku , aku sudah jatuh cinta kepadamu . Maka Menikahlah dengan ku"

Wajah Nona Brianna terlihat terkejut tapi dia terlihat sangat senang dan terharu. Tak lama mereka mulai menikah, dan mengandung anak , namun setelah kelahiran sang Tuan Putri keadaan Nona Brianna mulai buruk .. dia mulai batuk dan suhu badan nya naik turun

"Uhuk, uhuk uhuk!"

"Apa anda baik-baik saja Nona?!"

"Aku .. baik-baik saja..dimana Putri ku?"

"Nona .. saya tau ini sudah ke tiga hari nya anda tidak melihat putri anda tapi keadaan anda sedang buruk , bagaimana jika itu tertular kepada Tuan Putri?"

"Uhuk uhuk! Tapi..aku ingin melihat nya lagi.."

semakin waktu berjalan keadaan Nona Brianna makin memburuk hingga pada akhirnya dia meninggal

•'•'•'

"Maafkan saya jika anda tidak merasa nyaman"

"Tidak, sesuai yang Lia mau .. gak apa-apa kok! "

"Tuan Putri .."

Aku kemudian memandangi kolam itu dan tersenyum

"Gak usah khawatir..aku baik-baik saja. Lia percaya .. kalau Mama masih hidup"

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang