S2: Chapter 4

926 82 0
                                        

PLOK PLOK PLOK

"Bagus!"

"Terimakasih Jasmine!"

Sejujurnya ini tidak terlalu baik .. aku yakin masih ada banyak kesalahan ..

"Kita masih bisa berlatih Tuan Putri, apa anda masih ingin berlatih?"

"Boleh! Sedikit lagi saja"

"Baiklah, kita mulai dari awal lagi ya .."

•~•~•

Sekarang hari sudah mulai malam dan seperti biasa, aku susah tidur.

"..."

Aku pun memutuskan untuk bangun dari tempat tidur dan pergi ke dapur.

"Pelan pelan .. "

Sekarang sudah tengah malam, aku tetap harus berhati-hati jalan nya .. aku tidak mau membuat suara.

"Oke, sudah sampai"

Aku pun membuka pintu dapur dan berjalan kedalam dapur tersebut dan mulai membuat Susu. Aku dengar kalau meminum susu dapat memudahkan tidur.

"Oke, sekarang kita berjalan kembali ke kamar..''

Setelah sampai ke kamar aku pun ke balkon sambil meminum susu.

"Bintang-bintang nya cantik sekali ya .."

Ucapku dengan terkagum sambil memandang langit malam yang penuh bintang-bintang.

"Hm? Eh .. Robin lagi ngapain?''

Rajin banget ya dia .. apakah dia mau latihan pedang? latihan pedang saja sampai tengah malam ..

"Oh tunggu ..''

Papa pun ada! Apa mereka ada urusan lagi? Atau baru pulang dari luar kota? Benar-benar ya .. Papa sibuk sekali .. Papa kelihatan ngantuk sekali ya ..

"Hm?"

"Ada apa Yang Mulia?"

"Tidak .. barusan aku merasa kalau Natalia berdiri di balkon nya"

" Sekarang sudah tengah malam, Tuan Putri Natalia pasti sudah tertidur. Mungkin Yang Mulia kelelahan karena baru saja pulang dari luar kota .''

"Mungkin perasaan ku saja"

HOSH .. HOSH ..

Hampir saja ...!! Untung saja aku langsung cepat bersembunyi ..

"Apa mereka sudah pergi?"

Aku pun mengintip dan mereka sudah agak jauh dari sini. Untunglah .. aku pun berjalan ke balkon itu lagi dan menatap mereka.

" .. Entah kenapa .. terasa Deja Vu ya .."

Ucapku sambil memandang mereka berdua berjalan .

•FLASHBACK•
Author's POV

Di malam hari , Natalia sedang bersender di balkon nya dan kemudian pandangannya pun tertuju kepada Roy dan Robin yang sedang jalan-jalan.

"Loh ..? Itukan Ayahanda dan Tuan Robin .. "

Natalia pun memandangi wajah Roy dan kemudian ia pun menghela nafas.

"Oh iya .. hari ini ulang tahunnya Ayahanda .. apa pestanya sudah beres? Tapi kenapa dia memilih lewat sini? Apa dia kesasar?"

Natalia pun tersenyum simpul dan memandangi bulan .

" Sudah pasti kan aku tidak akan diundang ? "

Tapi kemudian tatapannya pun kembali tertuju kepada mereka berdua. Dan ia pun sadar kalau Roy menyadari keberadaannya dan Roy pun menatap Natalia dengan penuh kebencian. Natalia pun ketakutan dan berburu-buru masuk ke dalam kamarnya lagi dan menutup pintu balkon.

•FLASHBACK SELESAI•

"... Ya .. benarkan? Hanya saja sedikit berbeda ..''

Ucapku sambil bersender di balkon . Sebaiknya aku cepat-cepat habiskan susu ini dan segera tidur .

Author's POV

Robin dan Roy pun berjalan menuju ke kamar nya Roy . Roy pun kelihatan kelelahan dan memikirkan kejadian tadi, Robin pun memutuskan untuk berbicara kepadanya dengan tujuan untuk menghibur nya .

"Yang Mulia anda tidak usah memikirkan kejadian barusan. "

"Apa maksud mu?"

" Saya takut kalau anda akan tambah kelelahan dan kejadian barusan hanya akan menjadi beban pikiran anda"

Ucap Robin dengan tersenyum kepadanya, namun ekspresi Roy hanya datar.

"Kau berisik. Diamlah."

"Ditambah Yang Mulia seperti nya sudah mulai tua maka saya jadi tambah khawatir kepada anda"

"Aku akan membunuhmu."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang