•~•~•
Beberapa menit pun berlalu dan Natalia pun memutuskan untuk pergi mengambil minum. Saat ia sampai disana , ia pun menatap jendela besar itu dan memandangi hujan bunga yang turun.
" .. aku tidak menyangka hujan bunga nya akan menjadi sedikit lama .."
Kemudian Alvan pun datang dan kemudian membungkuk.
"Selamat pagi Tuan Putri, hari ini sepertinya sangat cerah ya.''
Seketika Natalia pun langsung menjadi membeku dan mencoba membalas sapaannya.
"Se-selamat pagi juga .. Tuan Alvan Aurelius."
"Anda pun terlihat sangat cantik hari ini, saya sampai terpukau"
Alvan pun tersenyum kepadanya, namun Natalia hanya tersenyum ragu dan mundur sedikit.
"Ahaha, begitu ya. Terimakasih atas pujiannya Tuan Alvan .."
"Sebentar lagi akan masuk siang hari, dan itu berarti kita akan mengadakan pesta teh di daerah tempat ini. Tentu saja tempat nya akan dipisah, para gadis berkumpul bersama gadis lainnya dan anak laki-laki berkumpul dengan anak laki-laki lainnya.''
"Sa-saya tahu itu, tapi terimakasih telah memberi tahu saya tentang itu. Kalau begitu saya per--"
"Ah, tadi sepertinya anda ingin mengambil minuman ya? Biarkan saya yang mengambilnya."
Alvan pun mengambilkannya minuman itu dan memberikannya kepada Natalia. Natalia pun mengambilnya dengan ragu dan kemudian meminumnya.
"Terimakasih Tuan Alvan"
"Dengan senang hati Tuan Putri''
"Kalau begitu saya permisi dulu , mari Tuan Alvan."
Natalia pun pergi ke sudut ruangan yang sepi dan kemudian ia pun bersandar disana. Ia pun dengan terburu-buru meminum minuman itu dan kemudian ia pun menatap kearah Alvan yang sedang berbicara dengan anak gadis lain.
"Sifatnya yang satu itu tidak berubah ya .. "
•FLASHBACK•
Author's POV
Natalia pun berjalan dan membuka kamar Alvan untuk mengambil barang yang tertinggal, namun saat ia membuka pintunya ia melihat Alvan sedang bersama selir-selirnya dan minum-minum , Tetapi Alvan tidak menyadari bahwa Natalia berada disitu. Kemudian salah satu selir Alvan pun menunjukkan ke Alvan.
" Hei~ Yang Mulia , sepertinya Sang Permaisuri mencari anda tuh"
"Biarkan saja. Kecuali jika dia ingin ikutan"
"Kakak , ayolah ikutan bersenang-senang"
Salah satu selir pun mengajak Natalia untuk ikutan bersama mereka , namun Natalia menggelengkan kepalanya sampai Alvan pun menariknya.
"Kenapa kau tidak ikutan? Ayolah"
"Aku .. tidak mau..!"
Saat mendengar perkataan itu pun, Alvan menarik gaun yang dikenakan oleh Natalia hingga sobek dan Natalia pun terjatuh ke lantai.
"Aakh!"
Beberapa selir pun berteriak terkejut, dan Natalia pun sangat terkejut sampai ia membeku dan tetap duduk di lantai.
"Kau membosankan. Bisakah kau memuaskan ku? Yang kau lakukan hanyalah membuat ku muak. Ah maafkan aku. Barusan aku tidak sopan bukan? Kalau begitu cobalah untuk merubah kan sifatmu yang membosankan dan ceroboh itu, dan juga bagaimana cara kau memakai gaun."
Alvan pun memandangi area tubuh Natalia yang terekspos yang dirobeknya. Natalia pun dengan segera menutupi area tubuh nya dan menunduk.
"Hei~ jangan ditutupi. Sekarang, mau ikutan bersenang-senang dengan ku? Jika kau hanya ikutan minum-minum pun tidak apa-apa."
Alvan pun tersenyum nakal kepadanya dan memegang dagu Natalia, kemudian ia pun membuka mulut Natalia dan memaksakannya minum minuman beralkohol itu. Namun kemudian Natalia pun mendorong nya dan nafasnya pun terengah-engah.
"Nah , mudahkan? Hanya meminum nya saja kok. Karena kau sudah meminum, pilihan mu antara lanjut meminum denganku atau mau pergi saja? Silahkan."
•FLASHBACK SELESAI•
"..."
Natalia pun terdiam saat mengingat memori masa lalunya, atau lebih tepatnya saat ia menikahi Alvan di kehidupan keduanya. Natalia pun menutup mulutnya dan kemudian menatap kearah jendela besar.
"Ah, hujan bunga nya sudah berhenti .. "
_____
Di pesta teh, para anak gadis dari para bangsawan pun terlihat asik mengobrol, namun Natalia hanya terdiam saja dan meminum teh nya. Natalia berpikir kalau tidak ada yang ingin berbicara kepadanya, hingga kemudian.
"Anu .. T-Tuan Putri .."
Seketika Natalia pun langsung menoleh kearahnya, dan gadis itupun mengenalkan dirinya.
"Saya adalah Yseult , anak perempuan kedua dari Earl Vittore, yaitu ayah saya."
"S-senang bertemu dengan anda , Nona Yseult."
Natalia pun tersenyum ragu kepadanya dan kemudian seluruh anak gadis yang berada disana pun mengenalkan dirinya masing-masing. Sampai-sampai mereka seperti berebutan untuk siapa yang duluan dapat kenalan dengan Natalia, Natalia pun mencoba menenangkan mereka semua dan kemudian setelah pengenalan, mereka lanjut mengobrol.
"Ah, barusan apa anda berbicara dengan Tuan Alvan Aurelius? Bagaimana menurut anda?"
Tanya salah satu gadis itu dan kemudian anak gadis lainnya pun menjadi bersemangat, namun Natalia pun berhenti meminum teh nya dan menatap anak gadis yang ditanyakan nya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
