" Ada apa Nona Nayra?"
"A-ah .. tidak .. hanya saja .. nenek ku .."
"Maafkan saya Nona Nayra, saya tidak sempat mengumpulkan semua warga kota ini. Saya tidak tahu bahwa kita hanya kekurangan 1 orang, dan terlebih lagi saya pun tidak mengira bahwa itu merupakan Nyonya Rebecca yang merupakan nenek anda. Maafkan saya."
"T-tidak apa-apa, lagian kita pun tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu bantuan datang dan menyelamatkan kita."
Nayra pun menepuk pundak lelaki itu dan lelaki itu pun tersenyum padanya. Kemudian Roy yang sedang turun dari kudanya pun langsung mengecek tempat itu.
"Yang Mulia disini tidak ada apa-apa. Sepertinya kosong"
"Tidak. Aku merasakan sebuah sihir disini, tidak , banyak sihir digunakan disini."
Robin pun turun dari kudanya dan mendekati Roy, kemudian ia pun mengeluarkan pedangnya.
"Biar saya coba ini .."
Sebuah cahaya sihir pun keluar dari tangan Robin, kemudian Robin pun meletakkan sihir itu di pedangnya. Begitu ia mengibaskan pedangnya , kelihatan seperti telah memotong sesuatu namun bekas sayatan pedangnya pun perlahan-lahan menjadi kembali normal.
"Hm. Sudah kuduga. Mereka menggunakan sihir untuk membuat sebuah pelindung yang transparan."
Roy pun berjalan kedepan dan mendekati pelindung itu, Robin pun menyimpan pedangnya kembali dan mundur. Roy mengulurkan tangan, dan sebuah sihir yang besar pun keluar dan berhasil memotong pelindung itu sehingga tidak transparan dan menghilang. Saat pelindung itu hilang, ia melihat seperti pintu menuju bawah tanah.
"Apaan itu?''
Tanya Robin dan Roy pun berbalik badan.
"Aku , Robin, dan Laurel akan memasuki apa yang ada didalam pintu ini. Kalian semua berjaga-jaga dan cek lagi seluruh isi desa ini dengan teliti, aku tidak ingin ada korban yang ketinggalan."
"Siap laksanakan!"
Beberapa ksatria pun langsung pergi dengan kudanya untuk mengecek seluruh isi desa dan sisanya pun turun dari kudanya dan mewaspadai tempat ini.
"Robin, Laurel."
"Baik Yang Mulia!"
Ucap keduanya dengan semangat dan Laurel pun menarik gagang pintu itu namun tidak terbuka-buka , sehingga ia pun harus menggunakan sekuat tenaga nya dan kemudian terjatuh .
"Akh!"
Ia pun terjatuh dan kemudian Robin pun membantunya untuk berdiri. Dan hanya terdapat gagang pintu di tangan Laurel, Roy pun mendecakkan lidahnya. Dengan gegas Laurel pun langsung berlutut padanya.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya akan menjadi lebih baik lagi dan tidak gegabah!"
"Berisik. Kenapa tidak dobrak saja? Robin."
"Tapi Yang Mulia, itu pintunya letaknya di bawah, dan rata dengan tanahnya. Anda ingin saya injak pintu itu dan mendobrak nya hingga saya terjatuh?"
Ucap Robin dengan sedikit gugup.
"Aku tidak peduli. Dobrak saja."
"K-kalau bisa kenapa tidak menggunakan sihir saja?"
"Kau masih belum mengerti? Jelas-jelas aku bisa merasakan kehadiran orang di bawah sana , meskipun samar-samar, tapi jika kau menggunakan sihir dengan seluruh kekuatan, orang-orang sekitar akan sedikit terpental dan akhirnya luka, setelah itu kau menjadi lengah dan jatuh sakit. Lagian sihirmu bahkan itu masih tidak sebesar Pangeran Kerajaan Barat itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Ficción Histórica[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
