S2: Chapter 24

491 37 1
                                        

"Ah, menurut saya dia sangat menawan!"

Jawab gadis itu, dan kemudian raut wajah Natalia pun jadi bingung.

"Tuan Putri ada apa?"

"A-ah, tidak ."

Natalia pun tersenyum ragu kepadanya kemudian melanjutkan meminum teh nya dan anak gadis lainnya pun lanjut berbincang .

•~•~•

Beberapa jam pun berlalu dan malam hari pun tiba. Natalia sedang memeluk boneka kelinci besarnya itu sambil merenung.

" ... Hm .. aku bosan . Ditambah barusan saat pesta teh nya, para gadis sibuk berbicara tentang Duke Alvan sampai-sampai kupingku lelah mendengarkan nya .. di malam hari yang indah ini .. aku harus ngapain ya?"

Natalia pun menunduk dan kemudian ia pun berdiri dan pergi mengambil kaca pemberian Luciel di meja riasnya.

" .. Luciel"

Kemudian kacanya pun langsung menunjukkan Luciel yang sedang meminum teh hitamnya , Luciel pun sadar kalau Natalia memanggilnya, ia pun meletakkan cangkir teh itu dan menatapnya.

"Ada apa Tuan Putri? Malam-malam begini kau memanggilku?"

"Aku bosan."

"Kalau begitu tidurlah"

"Kenapa kau tidak tidur juga?"

"Hm? Kau tidak lihat tumpukan buku disebelah ku ini?"

Natalia pun memiringkan kepalanya dan melihat tumpukan buku tebal yang berada di samping Luciel, ia pun sedikit terkejut dan Luciel pun hanya menghela nafas.

"Ah, maaf aku tidak melihatnya ..! Sepertinya kau sibuk, kalau begitu--"

"Tidak apa-apa, tinggal satu buku lagi yang perlu kubaca."

"Eh?"

"Jadi, sepertinya kau tidak tahu harus ngapain ya?"

"Y-ya begitulah .."

Luciel pun menatap Natalia yang terlihat kebingungan , ia pun mulai membuka bukunya dan mulai membaca bukunya.

"Bagaimana hujan bunga nya?"

"! Ah hujan bunganya sangat indah! Dan itu turun selama beberapa menit! Aku tidak tahu kalau hujan bunga nya akan turun selama itu."

Ucap Natalia dengan ceria dan Luciel pun tersenyum saat mendengarkan nya.

"Sepertinya kau tidak dapat melihat hujan bunganya ya Pangeran Luciel?"

"Hm? Oh iya, tapi itu tidak apa-apa. Lagian kan itu pun merepotkan jika aku harus pergi kesana hanya untuk melihat hujan bunga yang hanya turun selama beberapa menit."

"Tapi beberapa menit pun lama tau! Dan itu pun fenomena yang sangat indah."

"Aku tahu, dan ini sebetulnya belum pernah terjadi selama Ayahmu yang memerintah kekaisaran ini."

Natalia pun terdiam sebentar dan memasang raut wajah bingung.

"Maksudmu?"

"Iya, semenjak Ayahmu naik takhta sebagai Kaisar , hujan bunga di festival itu tidak turun selama 200 tahun lebih dan baru turun lagi tahun ini, yaitu hari ini ."



"Lebih dari 200 tahun?!"

"Dasar, padahal kau ini anaknya tapi kau tidak tahu tentang umurnya?"

"Aku tidak pernah penasaran dengan umurnya sih.."

Ucap Natalia sambil menyilangkan tangannya dan kemudian duduk di kasur. Suasana pun menjadi hening dan Natalia terlihat merenung lagi, Luciel pun menatap kearah Natalia dan kemudian ia pun menutup bukunya.

"Besok."

"Hah?"

"Tunggu saja besok."

"Hah? Apa maksud mu?"

"Ya kalau begitu sudah dulu ya, Selamat malam Tuan Putri~"

Kemudian kacanya pun menjadi kembali normal dan memperlihatkan wajah Natalia. Natalia pun dengan kesal menaruh kaca itu kembali ke meja rias dan kemudian ia pun bersiap-siap tidur.

"... Dasar, kenapa membuatku menjadi penasaran? Kan jadi lebih susah tidur kan."

The Empress's New LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang