Eliza .. Aurelius? Berarti ..
"Saya merupakan kakak perempuan dari Alvan Aurelius."
Benar .. Eliza Aurelius. Kakak dari Duke Alvan .. cantik sekali .. pantas saja dia sangat mirip dengan Duchess Amren, rambut panjang nya yang berwarna biru azure mengingatkan ku pada Duchess Amren, hanya saja Duchess Amren memiliki mata berwarna merah muda dan Nona Eliza memiliki warna mata biru egyptian sama seperti Duke Alvan.
"Ah, anda merupakan kakak dari Duke Alvan?"
"Iya Tuan Putri Mia. Kalau begitu saya bersama Alvan akan permisi dulu, selamat nikmati waktu anda."
Nona Eliza pun pergi bersama Duke Alvan, Duke Alvan pun menoleh kearah ku dan tersenyum. Rambut abu-abunya bercahaya bersama dengan mata biru egyptian nya yang indah, bisa ku akui jika senyumannya lah yang membuat para wanita jatuh hati padanya. Tapi, sudah ku putuskan akan menghindari nya daripada kejadian itu terulang.
"Tuan Putri?"
"Ah, iya ada apa Mia?"
"Aku permisi dulu ya, sebentar lagi musik ke tiga akan dimainkan dan itu berarti aku harus berdansa dengan pasangan dansaku. Kalau begitu sampai jumpa."
"Iya!"
Aku pun melambaikan tanganku dan mulai menghabiskan minumnya secara pelan-pelan. Musik ke tiga pun dimainkan, para gadis yang berumur 14 tahun tahun ini pun berdansa bersama pasangan mereka.
"Tuan Putri, apa anda yakin tidak ingin berdansa lagi? Masih ada kesempatan."
Robin membungkuk sedikit , dan berbisik kepada ku. Aku pun tersenyum dan menggunakan kepalaku.
"Tidak usah. "
Ah iya, Bella tumben sekali tidak cerewet hari ini. Ada apa ya?
"Bella?"
"Iya, Tuan Putri?"
"Apa kau baik-baik saja? Kau menjadi pendiam hari ini."
"Iya saya baik-baik saja! Hanya saja, saya memang suka menjadi serius jika ada acara atau event seperti ini."
Begitu ya .. hm? Ah, apakah dia seorang ksatria? Mengapa dia sendirian? Dia pun terlihat kesal dan terburu-buru, ada apa?
BUK
Ksatria itu pun tidak sengaja menabrak pundakku, dan langsung pergi.
"Hei, anda barusan--"
"Tidak apa-apa Robin, Bella. Sepertinya ia sedang terburu-buru."
Aku pun memegang pundak Robin beserta Bella dan mencoba menenangkan mereka. Sebetulnya iya, kelakuannya barusan memang sedikit tidak sopan tapi mungkin masih bisa dimengerti jika ia terburu-buru.
"Tuan Putri, apa kabar?"
"Pangeran Luciel.."
Pangeran Luciel datang kearah ku sambil membawakan dua gelas, dan ditemani oleh seseorang yang kupercaya adalah pengawal pribadi nya, Raven.
"Aku baik-baik saja. Kau tidak ingin berdansa lagi?"
"Tidak, berdansa dengan mu sudah cukup."
"Bagaimana dengan Ratu Cheryl?"
"Ah, ibu ku sedang berbicara dengan Yang Mulia Kaisar beserta Nona Brianna."
Aku pun memperhatikan dua gelas yang ia pegang, ia pun sepertinya menyadarinya dan kemudian memberikan ku gelas minuman itu.
"Buatmu."
"Terimakasih.."
Aku pun meminum minuman itu dan kemudian Pangeran Luciel pun sepertinya menatap kearah Bella dan Robin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Empress's New Life
Historical Fiction[Tidak akan dilanjut] Natalia Evans , seorang permaisuri yang memiliki nasib buruk tentang kehidupan nya. Kehidupan nya yang sebelum nya ia mati dengan tragis karena kasus penuduhan pembunuhan , begitu ia di reinkarnasi kembali ia tetap dibunuh deng...
