31. Ola dan Niki

2.6K 287 90
                                        

Jangan lupa vote dan ramaikan komentar di setiap paragraf!💜🧡

Jangan lupa vote dan ramaikan komentar di setiap paragraf!💜🧡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Cuma perhatian kecil di dalam persahabatan. Jangan berharap lebih. Takutnya, sakit hati!


***


Matahari naik ke atas langit. Sinar panasnya yang merasuki tubuh, memberi sengatan semangat untuk menjalani hari di pagi ini. Lyodra memoles lipgloss pada bibirnya lalu memakai jepitan pita bewarna ungu pastel dan tak lupa memberi makan sepasang ikan hiasnya yang bernama Ola dan Niki.

Lyodra melangkahkan kakinya untuk turun ke lantai bawah. Ia melihat pemandangan pagi yang tampak seperti biasanya. Bunga sedang mengemas tempat makannya, Edi sedang membaca koran dan Tiara kini yang tengah mengikat tali sepatunya.

Bunga menoleh ke arah Lyodra. "Sayang, ini Mama penuhin bekalnya biar kamu bisa sarapan. Nanti kalau nggak habis buat siang. Jangan makan sembarangan! Nanti pulang sekolah langsung check-up, ya!" pesan Bunga membantu memasukan kotak bekal ke dalam tas Lyodra.

"Tiara, minta sama mbak manajer kamu supaya minggu depan nggak ada kegiatan nyanyi lagi. Mama sudah nggak mau kasih izin manggung lagi. Kamu itu udah kelas dua belas. Mestinya, kamu itu harus fokus sama pelajaran di sekolah! Mama nggak mau tahu, pokoknya batalin semua kontrak. Kalau kena pinalti, yaudah Mama rela bayar," kata Bunga.

Tiara menoleh ke arah Mamanya dengan wajah tak suka. "Mama apa-apaan, sih, nggak boleh kayak gitu dong. Ini, kan, pekerjaan yang Tiara suka. Mama, kan, tahu Tiara lagi naik daun... kalau Tiara cancel semua job, nanti susah buat--"

"Mama nggak mau tahu. Pekerjaan kamu hanya kesenangan kamu. Yang menjadi prioritas sekarang itu sekolah kamu! Dari dulu nilai kamu itu nggak pernah naik. Mama jadi khawatir kalau ujian kamu bisa mengerjakan atau enggak. Makannya, kamu istirahat dulu dari dunia entertaintment, belajar yang serius, Ra!" pesan Bunga.

Tiara membuang wajahnya. "Mama nggak ngerti ih." 

Edi menoleh ke arah anaknya. "Nak, Papa tau betul dunia hiburan itu seperti apa. Jangan takut nanti hilang, nggak apa-apa kamu berhenti dulu, ya? Ini juga demi kebaikan kamu. Papa sudah bilang ke manager, kok, Ma... biar Tiara fokus dulu sama ujiannya." Edi ikut memberi nasihat kepada Tiara.

Tiara berdiri tanpa mengeluarkan kata-kata, ia menyalami kedua orangtuanya disusul oleh Lyodra di belakangnya. Setelahnya, mereka masuk ke dalam mobil.

***


Hening di dalam mobil. Tiara sibuk dengan ponselnya sementara Lyodra memperhatikan wajah Tiara yang masam karena nasihat dari orangtuanya tadi.

Lyodra mendekat. "Jangan sedih Kak, semangat, ya, Kak! Kakak harus bisa dapat nilai yang memuaskan! Percaya deh, rezeki nggak ke mana. Lyodra tahu, kok, perasaan Kakak yang lagi seneng manggung sana-sini. Lagian, hidup kita itu sudah tercukupi. Kalau Kakak mau ngejar eksistensi itu bisa dibarengi di sosial media, Kak," ucap Lyodra.

Peri dan Sayap - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang