Please. Pencet tombol vote dan ramaikan bagian ini yang diketik panjang sekali. 🥺🙏🏻
Dan budayakan untuk selalu tinggalkan jejak komentar,ya.
Note pengetahuan, koreksi jika riset saya salah : Thalasemia adalah penyakit kelainan mutasi genetik. Penyakit ini hanya bisa diturunkan oleh gen pembawa thalasemia. Banyak jenis thalasemia. Namun, sebagai contoh dan gambaran. Saya ambil contoh anemia Mayor dan Minor.
Thalasemia Mayor adalah jenis thalasemia yang paling berat. Membutuhkan tranfusi darah rutin dan ekstensif. Dalam contoh : Mama kandung Lyodra—Laura yang menikah dengan Edi—yang tidak membawa gen tersebut.
Jadilah Lyodra thalasemia Minor. Karena tidak disilangkan dengan sesama mayor. Kalau mayor sama mayor ya anaknya seratus persen jadi mayor.
Sedangkan thalasemia minor sendiri adalah thalasemia dengan gejala ringan. Bahkan, bisa saja penderita hanya mengalami anemia ringan biasa. Namun, ada juga yang mengalami anemia yang berat. Contohnya seperti Lyodra. Bahkan, mengalami anemia yang berkelanjutan. Gejala yang dirasakan setiap pasien pun berbeda. Ada yang hampir sama seperti mayor, ada yang sedang, dan ada yang mengalami gejala anemia biasa saja.
Oiya, minor juga biasanya butuh tranfusi darah kok. Jangan bingung ya! Nggak hanya mayor saja yang rutin. Kalau mayor tranfusinya rutin banget kayak seminggu sekali atau sebulan sekali gitu. Tapi kalau minor itu diwaktu tertentu saja kalau pasien bener-bener punya hb yang rendah.
Cukup jelas nggak?
***
Cuaca di Singapura tidak jauh berbeda dari Indonesia. Lyodra bisa merasakan itu, setelah menghembuskan napasnya pelan—saat akhirnya sampai di depan rumah sakit, tempat di mana dokter Anton bekerja.
"Oke, Ly. Don't panic, please. Mama sama Papa juga Kak Tiara pasti nggak akan nyariin, kok. Jadi, please stop kepikiran!" tekannya lagi.
Ia kemudian mulai berjalan ke lorong-lorong rumah sakit, untuk mencari ruangan dokter Anton.
***
"Maksud Dokter?" tanya Lyodra, sedikit kebingungan dengan penjelasan Dokter Anton yang kurang jelas. Ah, bukan kurang jelas, tetapi bahasa yang digunakan Dokter Anton menurut Lyodra terlalu tinggi.
Dokter Anton pun menarik napas, berniat mengulang kembali penjelasannya. "Gini, kalau dari hasil cek lab yang kamu bawa itu, Hb tidak normal berturut-turut, disertai keluhan yang jarang dialami penderita seperti kamu jelas sekali bukan hanya sekedar anemia kronis biasa. Selain itu, saya menduga bahwa ada penyakit lain...."
"Maksudnya... komplikasi?" tanya Lyodra, sedikit teringat beberapa penjelasan Dokter Lala yang menurutnya masih susah ia cerna.
Dokter Anton mengangguk, sambil menunjukan kertas hasil rekam jantung yang diserahkan Lyodra tadi. "Tapi saya tidak bisa langsung mendiagnosis. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk ini. Tapi...."
"Tapi apa dok?"
"Kalau dari hasil pemeriksaan tadi, bagian perut kamu itu sedikit bengkak. Hasil tes urin warnanya gelap, keratin sama gula kamu juga tinggi. Dengan kata lain, itu sudah tidak normal."
Lyodra setengah ternganga. Tubuhnya semakin lemas mendengar penjelasan Dokter Anton yang selalu to the poin, menjelaskan tanpa basa-basi dahulu untuk memberikan kalimat penenang, seperti yang dilakukan Dokter Lala setiap kali ia checkup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Peri dan Sayap - END
Novela JuvenilIni kisah tentang Lyodra Margalova Kayreen, gadis berkulit putih pucat yang sukanya banyak tanya. Ini juga kisah tentang Giannuca Diradja Rilasso, laki-laki yang mengecap dirinya sebagai sayap pelindung untuk perinya, Lyodra. * Sudah siap baca cerit...
