43. Terlihat Baik-baik Saja

1.5K 223 190
                                        

Hallo? Beneran masih setia, kan, sahabat?

Jangan lupa vote, ramaikan komentar di setiap paragraf dan beri saran dan kritik juga, ya, biar author tambah semangat ngetiknya hehehehe.

Selamat Membaca dan semoga kalian selalu suka :)

***

Setiap orang punya caranya sendiri untuk membuat dirinya terlihat baik-baik saja.

Tidakkah kamu pernah berpikir orang yang paling menderita di dunia ini?

Selalu saja... mereka yang terlihat baik-baik saja adalah dia yang merasa paling bahagia.

Mungkin, mereka bisa menipu semesta.

Karena mereka yang terlihat baik-baik saja... adalah mereka yang paling sakit karena terlalu banyak berpura-pura bahagia setiap harinya.

Mereka yang terlihat baik-baik saja juga mereka yang sangat butuh kasih sayang.

Yang haus akan senyum dan selalu sendirian meratapi kehampaan.

Pernahkah kamu menemui mereka yang terlihat baik-baik saja?

Atau mungkin... kalianlah yang sedang terlihat baik-baik saja?

Coba renungkan.

Bukan berarti dengan ini...  kamu bisa sepuasnya perlahan menyiksa diri, bukan?

Tidak mengapa jika kamu sedang merasakan tidak baik-baik saja karena itu hal yang normal dan wajar.

Sampai di sini paham?

Peri dan Sayap

V e l l n y a

***



Tok... Tok... Tok....

Suara pintu di depan sana membuat Lyodra terbangun dari sofa ruang tamu. Baru saja ia akan masuk ke dalam mimpinya, tetapi berakhir kembali ke dunia nyata melihat sekelilingnya yang hanya diisi dirinya di dalam rumah.

Ia menyingkirkan kain selimut. Suasana hatinya mendadak jadi tidak enak.

Ting... Tong....

Ting... Tong....

"Lyo!!!"

"Lyodra!!!" teriak seseorang dari belakang sana.

Lyodra memegangi setiap inci tembok saat berdiri untuk menopang tubuhnya dengan baik. Entah mengapa pandangannya jadi terasa berputar-putar. Padahal sebelumnya, ia sudah merasa baik-baik saja sejak pulang dari rumah sakit subuh tadi.

Clek---

"Nuca?" kejutnya. Matanya menyipit, lalu menunduk memandangi Nuca dari bawah ke atas yang masih menggunakan seragam sekolah.

"Ly, ayo cepetan ikut gue ke rumah sakit."

"Nuca kenapa ke sini? Kok, nggak sekolah?"

"Udah ayo cepetan siap-siap sana!!!" suruh Nuca agar cepet bergegas. Ia menggerakkan kakinya maju mundur, tak bisa diam.

"Kan, Lyo udah sembuh."

"Kak Tiara masuk rumah sakit," ucapnya cepat.

Lyodra tak mengedipkan matanya dalam empat detik saat menatap Nuca.

Peri dan Sayap - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang