***
Halo? Ada orang?
Masih Setia?
Masih inget cerita ini, kan?
Jangan lupa vote dan PENUHIN komentar kalian di setiap paragraf, ya!
rame, yuk, rame lagi.
please,
ramein lagi yuk komentar sama votenya! 🥺
oke
Semoga kalian selalu suka sama cerita ini, ya, sahabat!
Oke ramein lagi, ya.
rame
rame
Rame. Aamiin. Oke.
Selamat Membaca kembali cerita wattpad Peri dan Sayap by Vellnya!
***
Banyak yang mengeluh.
Banyak yang marah, karena keluhannya tidak terpenuhi.
Banyak yang tidak meminta. Namun, diberi. Begitu pun sebaliknya.
Paham dengan maksudnya?
***
Beberapa pekan yang lalu....
Angin semilir yang leluasa masuk, membuat rambut gadis itu mengayun ke kanan dan ke kiri. Mata lentiknya yang tenang kini sayu. Tidak ada senyuman saat gadis itu duduk di tepi jendela sambil memandang malam yang begitu sunyi.
Dunianya terlihat ramai. Namun, sebenarnya selalu menyisahkan sepi.
Tiara. Sejak kecil, gadis itu kerap kali merima nasib yang malang. Dirinya tidak begitu dipedulikan, jarang dianggap ada, bahkan di setiap hari ulang tahunnya tiba, gadis itu berbesar hati untuk menyimpulkan bahwa dirinya lahir ke dunia sebagai anak yang tidak diinginkan.
Menyedihkan.
Menyedihkan sekali rasanya.
Semua pertikaian yang ia dengar, selalu saja ditelan dan dicerna oleh dirinya seorang, sendirian.
Dulu, saat dirinya kecil....
Mata yang lentik itu, seolah meminta agar dirinya diberi kasih sayang yang sama, dipedulikan, sama seperti adiknya yang selalu diberi senyum hangat pada kedua orangtuanya.
Dulu, ia merasa bahwa mereka tidak menyayanginya. Apalagi, Edi yang hanya datang berbicara kepadanya seperlunya saja lalu sisanya datang saat menumpahkan amarah lebih lagi kerap kali memukulinya hanya karena dirinya yang tidak mau mengalah pada adiknya karena sesuatu yang dianggap sangat 'sepele.'
Malam itu. Mereka sedang makan bersama.
Tiara, menatap nanar piring kosong di depannya. Ia mengetuk sendok pada meja berkali-kali berharap mereka juga menuangkan secentong nasi dan lauk untuk dirinya. Namun, sayangnya. Mereka tak kunjung terdedah. Rasanya benar-benar menyebalkan. Semua perhatian itu hanya diberikan kepada gadis kecil yang sebenarnya sama malangnya.
Tiara tidak bisa menahan emosinya saat melihat Papanya dengan telaten menyuapi Lyodra yang tidak berselera makan karena sedang sakit.
Trang...
KAMU SEDANG MEMBACA
Peri dan Sayap - END
Teen FictionIni kisah tentang Lyodra Margalova Kayreen, gadis berkulit putih pucat yang sukanya banyak tanya. Ini juga kisah tentang Giannuca Diradja Rilasso, laki-laki yang mengecap dirinya sebagai sayap pelindung untuk perinya, Lyodra. * Sudah siap baca cerit...
