53. Dentingan Meja Makan

1.1K 156 175
                                        

Yuk! Yang belum follow, follow dulu yuk

vellnya

biar kalian bisa baca ulang cerita ini kalau sewaktu-waktu ada beberapa chapter yang diprivat.

Jangan lupa vote dan budayakan tinggalin jejak komentar ya!

Terima kasih dan

Selamat Membaca, Sahabat!

***


"LYODRAA!!!!" teriak Bunga dari lantai bawah.

"BANGUN!!! UDAH SIANG!!! NANTI KAMU TERLAMBAT, LHO!!!!"

"LYODRAAA!!!"

"CEPETAN BANGUN!!! KEBURU KAMU DIJEMPUT NUCA NANTI!!!"

"LYO!!!"

"LYO BANDEL YA!!!"

"MAMA HITUNG SAMPE LIMA KALAU NGGAK NYAHUT MAMA NAIK KE ATAS MAMA CUBIT, LHO, YA???"

"SATU...."

"DUA...."

Teriakan Bunga terhenti saat ia melihat Tiara yang menuruni anak tangga dengan atribut seragamnya yang sudah lengkap.

"Mana adikmu, Ra? Belum bangun juga dia?" tanyanya sambil meletakan piring-piring di atas meja.

"Bangunin dulu, sarapannya nanti!" perintah Bunga pada Tiara.

Ting Tong....

"Nah, tuh. Biar Nuca aja, lah, Ma. Tiara mager naik lagi."

Bunga tergopoh-gopoh untuk membukakan pintu di depan sana. Ia kemudian tersenyum hangat, saat  melihat Nuca yang datang sepagi ini.

"Pagi Tante," sapa Nuca, merekahkan senyumnya kemudian segera menyalami Bunga.

"Nuca tolong, deh, bangunin Lyo. Tante capek teriak-teriak banguninnya. Lyo susah banget kalau disuruh bangun." Menurut Nuca, wanita yang masih menggunakan daster rumahan ini semakin terlihat mengurus saja.

Ia mengangguk. Lagipula, ini sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi jika dirinya menjemput gadis itu.

"Nuca naik ke atas, ya, Tante," izinnya lalu menaiki anak tangga.


***


Nuca pun menyalakan saklar lampu. Kemudian duduk diujung ranjang sambil menatap Lyodra yang masih terbalut kain selimut.

"Ly...," panggilnya sambil mengguncang pelan lengan Lyodra.

"Bangun...."

Nuca menoleh pada jam dinding yang sudah menunjukan pukul setengah enam pagi. "Udah jam setengah tujuh," kata Nuca sengaja melebihkan agar gadis itu segera bangun.

"Lyodra...," panggil Nuca lembut.

"Lyodra Margalova Kayreen...."

Gadis itu masih bergeming.

"Lyodra...."

"Yang cerewetnya minta ampun," lanjutnya.

"Ly...."

Nuca menghembuskan napasnya pelan. Lyodra sejak dari dulu selain hobi banyak tanya, ternyata juga hobi sekali susah dibangunkan.

"Lyodra!" panggil Nuca, penuh kesabaran.

Peri dan Sayap - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang