33. Peri Kenapa?

2.8K 289 287
                                        

Jangan lupa vote dan ramaikan komentar di setiap paragraf! 💜🧡

Sikap yang pantas untuk meneruskan hubungan ini itu seperti apa? Kamu dan aku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sikap yang pantas untuk meneruskan hubungan ini itu seperti apa? Kamu dan aku. Berubah. Mungkin, memang rumit. Bagaimana bisa persahabatan antara laki-laki dan perempuan terjebak dalam satu lingkaran rasa yang aneh. Mau ke mana dan harus bagaimana itu bingung. Mungkin lebih baik diam. Pura-pura saja tidak mengerti, padahal... banyak kejadian yang sudah terjadi di antara mereka.



***


Siapa yang tidak senang bertemu hari Minggu, hari dimana orang yang mempunyai banyak aktivitas dapat meluangkan waktunya sejenak untuk beristirahat dari segala alasan penat yang monoton.

Di hari minggu yang cerah, di rumah Nuca sedang kedatangan tamu. Siapa lagi kalau bukan sahabat-sahabatnya, Ola dan Richard yang kini sedang bermain game di teras ruang tamu. Mereka datang sejak pagi, katanya mau nyontek tugas fisika yang belum dikerjakan. Tapi malah berujung bermain game sampai siang hari.

"Nuc, ini beneran Kak Priska nggak ada, kan? Jantung gue gemeteran. Rasanya nggak tenang kalau main di rumah lo...," ungkap Richard yang sekarang menyenderkan punggungnya pada sofa.

Tentunya Richard dan Ola sudah hafal karakter keluarga Nuca. Begitu juga sebaliknya, mereka paham tentang sahabatnya masing-masing. Bagi Richard dan Ola, main ke rumah Nuca itu seperti kita sedang menghadapi guru killer yang entah iya atau tidak akan mengadakan ulangan dadakan.

Jadi sangat wajar, kalau Richard dan Ola sedikit cemas jika berada di rumah Nuca. Masalahnya, Kakaknya Nuca itu galak. Pernah kejadian, mereka disindir habis-habisan agar cepat pulang karena kekasihnya itu akan bertamu di rumah ini. Pernahkah kalian merasa tidak tenang jika berkunjung ke rumah teman kalian? Ya kira-kira seperti itu perasaan Richard dan Ola saat ini.

"Kan, tadi gue udah bilang kalau mereka lagi pergi ke acara nikahan temen nyokap gue. Udah tenang aja... gue sendirian di rumah. Cuma ada pembantu yang bantu-bantu di dapur. Sante aja, nggak usah deg-degan," ucap Nuca menenangkan.

"Kenapa lo nggak ikut keluarga lo, sih?" tanya Richard sekali lagi.

"Gue ingin tapi, kan, katanya lo mau ke sini...."

Richard mengangguk-angguk saja, lalu memilih berbaring di atas karpet karena kini tubuhnya terasa kaku setelah seharian bermain game. Sementara, Nuca dan Ola masih berkutat pada game stick di tangannya.

Drrttttt... Drrttt....

Ponsel Richard berbunyi. Ia meraihnya, menatap layar ponselnya dengan wajah yang bingung.

"Nuc, si Lyodra telepon gue nih," ucap Richard memberi tahu. "Suatu kehormatan banget bocah sakti telepon nomor gue...," cengir Richard.

Nuca masih fokus pada layar di depannya, ia belum menggubris apa yang barusan dikatakan Richard. "Angkat enggak nih?" tanya Richard pada Nuca.

Peri dan Sayap - ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang