2. Strange Guy

4.6K 253 30
                                        

Mohon maaf,  bagian ini dan berikutnya sedang tahap revisi. Namun, kalian tetap bisa melanjutkan membaca karena masih saling berhubungan.

***

Clek—Pintu kamar Lyodra terbuka, seorang gadis yang sudah siap dengan tatanan riasnya membuka selimut Lyodra secara paksa. Ia lalu berdiri di depan cermin adiknya sambil menyisir rambut yang masih setengah basah itu. Gadis itu bernama Tiara, kakak perempuan Lyodra. Wajahnya yang cantik dan bakatnya menyanyinya yang sudah dikenal oleh banyak orang, membuat gadis itu sekarang jadi sibuk untuk menyiapkan karirnya.

"LYODRAA!!!" teriaknya. Walaupun dikenal dengan suara yang lembut, itu tidak berlaku jika dirinya berada di rumah. Contohnya saat sekarang ini, rutinitas setiap paginya adalah membangunkan adiknya yang hobi sekali susah dibangunkan.

"LY, BANGUN WOY!!!"

"LYODRAAAAAA!!!"

"LYODRA MARGALOVA KAYREEN!!"

Tiara menghela berat. Hitung-hitung ia sedang berlatih menembak nada dengan teknik head voice.

"LYYYYYYY!!!!!" teriaknya sekali lagi.

Lyodra hanya menggeliat. Membuat Tiara jengkel karena gadis itu tidak segera bangun dari tidurnya. Jika sudah seperti ini, maka cara paling jitu adalah hanya dengan mempersilakan cahaya matahari untuk masuk.

Sreekkkk—Suara hordeng yang dibuka lebar oleh Tiara. Tangannya berkecak pinggang, matanya melotot. Kali ini, Tiara sudah hilang kesabaran.

"KAK TIARAAAA!" jerit Lyodra, ia mengernyit setengah sadar. Mau tak mau, ia harus menghindar dari area kamar yang terpapar sinar matahari.

Tiara tersenyum puas. Ia lalu duduk di kursi belajar. "Ayo dong, temenin gue ke studio musiknya Om Andi," pinta Tiara.

Lyodra mendecak sebal, rasa kantuknya sekarang benar-benar belum hilang. Jujur, ia masih ingin tidur lebih lama lagi sebelum siang nanti dirinya pergi ke rumah sakit untuk jadwal checkup. "Nggak mau, Lyo masih kepingin tidur," tolaknya cepat.

Tiara menghela napas pelan. "Ya masa gue sendirian, ayo dong ikut. Siapa tahu lo–"

"Nggak usah mancing-mancing! Lyo nggak akan tertarik sama sekali!" tegas Lyodra.

Tiara sebenarnya hanya merayu. Tidak serius dengan iming-imingnya agar Lyodra mendalami dunia musiknya kembali. "Iya paham, yaudah sana mandi! Temenin gue ke studio," pinta Tiara.

Lyodra mengambil guling lalu menenggelamkan kepalanya kembali di bawah sana. Ia sengaja memejamkan matanya kembali karena serius! Matanya masih berat untuk memulai aktivitas sepagi ini. "Lyo mager, Kak."

"Oh, lo mager temenin gue? Awas aja kalau nanti lo check-up terus minta gue buat temenin lo," ancam Tiara lalu menaruh sisir Lyodra kembali di atas nakas.

"Enggak, kok, Lyo sebenernya anaknya nggak mageran. Cuma badan Lyo aja yang sukanya manja banget kepingin direbahin terus," katanya tak mau disalahkan.

"Terserah, Ly. Terserah! Pokoknya kalau lo butuh gue, gue nggak akan mau temenin lo lagi!!" tekan Tiara, ia beranjak dari kursi.

"Gitu aja marah."

"Lo sendiri yang bikin gue marah."

"Namanya juga orang lagi mager, namanya juga orang lagi masih ngantuk."

"Makannya mandi! Biar ngantuknya cepet ilang!"

"Aduhhh... males banget, Kak. Air di kamar mandi Lyo, tuh, suka manja banget. Harus Lyo dulu yang ke sana baru keran airnya mau keluar," cerocosnya lagi, mendramatisir.

Peri dan Sayap - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang