Ini kisah tentang Lyodra Margalova Kayreen, gadis berkulit putih pucat yang sukanya banyak tanya. Ini juga kisah tentang Giannuca Diradja Rilasso, laki-laki yang mengecap dirinya sebagai sayap pelindung untuk perinya, Lyodra.
*
Sudah siap baca cerit...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hal kecil tapi bisa membuatmu tenang, ya, memelukmu. Peri.
***
Jangan lupa vote dan komentar! Jangan senyum-senyum sendiri juga, ya!
***
"SUSTER... SAYA MINTA BRANKAR!"
"TOLONG SUS, CEPETAN!"
Dibawa Lyodra dengan brankar menuju ke ruang IGD. Nuca khawatir melihat gadis itu lemah tak berdaya. Setelah Lyodra masuk ruangan itu, Nuca memilih kembali ke parkiran mobil untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.
"Aisss!" Nuca lupa, ia belum memasukan ponselnya ke dalam tasnya. Ia juga mencari ponsel Lyodra di dalam tasnya tapi sayang, Lyodra sudah mengganti kata sandi ponselnya. Ia bertanya pada dirinya sendiri bagaimana cara menghubungi keluarganya, apa ia harus balik ke rumahnya? Tidak! Tidak! Ia tidak bisa meninggalkan Lyodra berada sendirian di sana.
Ia memutuskan kembali ke pintu IGD menungggu informasi dari dokter. Kedua kakinya, ia gerak-gerakan berharap bisa menetralisir rasa paniknya.
Cleeek-
Sosok berjas putih yang ia kenal datang menghampiri Nuca yang cemas menunggu kabar. Dia adalah dokter Lala. Nuca mengenalnya karena sering menemani Lyodra check-up saat SMP.
"Gimana, dok?"
"Lyodra sudah sadar, dia minta kamu masuk ke sana."
Nuca dan dr. Lala masuk ke ruang IGD. Dilihatnya Lyodra yang sudah sadar, terbaring bersama jarum infus yang terbenam di punggung tangannya.
"Nuca... Lyo nggak mau di sini, Lyo mau pulang aja...." Lyodra merengek meminta dirinya segera pulang.
"Dok, gimana keadaan Lyodra?" tanya Nuca.
"Kondisinya lemah karna asam lambungnya naik... mungkin karena Lyo belum makan dan sedang banyak pikiran, ada riwayat anemia yang seharusnya tidak boleh lelah berlebihan, makannya dia sampe mimisan..."
"Terus?" tanya Nuca dengan wajah polos.
"Kalau Lyo mau pulang malam ini, nggak apa-apa. Tapi infusnya dihabiskan dulu baru Lyo pulang...."
Nuca menoleh ke arah Lyodra. "Gimana Ly?" tanya Nuca.
Lyodra melempar pandangannya ke dr. Lala. "Kalau Lyo minta lepas sekarang?"