Sekarang Calis berdiri di arena, di depannya ada si alkemist.
"Menyerah saja, semua sihirmu tidak akan berguna"
Calis hanya diam saja sambil berjalan mendekat, dia kemudian loncat ke belakang di saat pedang pria itu memanjang.
"Kau juga tidak bisa mendekat ke arahku, pedangku ini sangat cepat"
Calis menembakkan 7 bola api, hasilnya sama seperti serangan dari mage angin waktu itu.
Calis juga mencoba menggunakan sihir AOE seperti yang di lakukannya saat melawan assasin.
"Percuma, semua sihir mu tidak bisa masuk ke sini"
Calis menusuk pedangnya ke bawah, lalu sebuah serpihan lantai keluar, dia lalu menendang serpihan lantai ke pria itu, hasilnya serpihan itu menembus area anti sihir pria itu.
"Pasrah?, Tenang, aku akan segera membuat racunnya"
Calis kemudian memakai sihir storagenya.
"Oh hebat juga kamu"
Di tangan Calis ada botol kecil berisi air.
Dia lalu membuka tutup botol yang di pegangannya lalu dia melempar ke arah pria itu, air di dalam botol itu bercecer ke mana mana.
"Hah!? Berniat mengalahkanku dengan air minum?"
"Oh.."
Calis mengambil 2 botol lagi dan melempar ke arah alkemist itu.
"Hei! Kamu membuat bajuku basah tahu!!!"
"Nanti juga kering"
Calis kemudian meminum air di botol itu juga, lalu dia membuat api kecil di ujung tangannya.
"Tunggu..." Ucap Chola.
"Wah..."
Sakuya hanya bisa tersenyum, Chola malah mau tertawa.
"Kalian berdua kenapa?" Tanya Vindi.
"Tidak tidak, lihat saja nanti" ucap Sakuya.
Calis menyemburkan air yang di minumnya ke depan, ya ke arah alkemist itu, air yang terkena api di tangannya langsung terbakar menjadi api yang lebih besar.
"Kamu pemain sirkus?" Tanya alkemist.
Dia lalu tersadar, bajunya juga terkena air itu, bahkan di bawah kakinya ada genangan air itu, dia langsung meloncat ke belakang, tapi telat, api menyambar lebih cepat dari loncatannya.
Api itu merambat membakar sepatunya lalu bajunya dan akhirnya seluruh badannya.
"Tidaaak!!!!!!"
Calis lalu membuang ludah ke tanah karena rasa air itu tidak enak.
Health bar alkemist itu terus menurun, dan akhirnya habis.
"SERIUS!? Hanya semudah itu!??"
Calis melihat ke kursi penonton, ada mage angin yang kalah karena alkemist itu.
"Aku mati matian memakai semua sihir ku, kamu malah menang dengan mudah!?"
Kedua teman mage itu kemudian menenangkan dia.
"Pemenangnya Calis Ioji dari kelas petualang C-2, kali ini dia menang tanpa menggunakan sihir maupun memakai pedangnya, siapa sangka trik atraksi tahunan desa Rutira bisa mengalah seorang Alkemist"
'orang itu berbahaya, kemampuan observasinya sangat bagus, mungkin pertarungan kali ini aku harus memakai teknik bertarung palsu' pikir seorang pria berjubah hijau.
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasy[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
