Penakluk Dungeon

60 11 9
                                        

[ Untuk : Vindi

Job mu mage dengan tiga elemen, maaf jika aku tidak bisa membantumu untuk lebih mahir dalam sihir, kurasa ini bisa membimbingmu

-naik ke lvl 50
-carilah orang yang bisa menjadi guru sihir mu
-naikan kemahiran sihir mu ke grade 4
-buat sihir originalmu
-belilah perlengkapan yang lebih mumpuni, kamu bisa mendapatkan uang dengan looting di dungeon atau menjalankan misi.
-dapatkan kristal gargoyle(lvl 39), kamu bisa menemukannya di reruntuhan hutan rutira
-lakukan sebuah misi tim dengan orang asing
-pasangkan kristal itu di pandai besi dengan uang hasil pembagian tim
-taklukan dungeon rutira sendirian
-pulanglah ke desa mu dan ceritakan kisah mu ke kerabatmu

Dengan begini impian mu akan terwujud meskipun hanya sedikit]

"Heh..."

Dia membuka peta kerajaan.

"Dimana aku bisa leveling sampai lvl 40...."

Dia membaca kertas tugas nya lagi.

'Gargoyle level 39, mungkin aku bisa kesana untuk leveling sekalian mencari kristalnya'

Dia lalu mengambil tasnya dan memasukan makanan, minuman dan baju ganti.

"Yosh"

Dia memberi tanda di peta.

Dia kemudian keluar dari asramanya dan berlari ke tempat biasa wagon berhenti.

"Permisi paman, apa paman bisa mengantarku ke desa dekat hutan Rutira?" Ucap Vindi ke paman brewokan yang duduk di dekat wagon.

"Hmm.. bisa, tapi kamu buat apa kesana?"

"Aku ingin leveling di reruntuhannya"

"Hm? Emang kamu level 60?"

"Eh 60?, Bukannya monster disana level 39?"

"Itu kalau gargoyle, lagian gargoyle itu monster langka yang selalu di lindungi tumpukan monster"

"Huuh...."

"Kalau kamu ingin leveling sekitaran level 30 sampai 42 kamu bisa melakukannya di rawa rawa di selatan kota, aku bisa mengantarmu ke sana"

"Wah, trima kasih"

"Tidak masalah, aku hanya teringat saat aku muda dulu saat melihat mu"

Paman itu kemudian bangun lalu duduk di kursi kusir.

"Ayo naiklah"

"Ee... Apa tidak masalah kalau hanya aku yang menumpang?"

"Tidak masalah, lagipula ini bukanlah pekerjaan utamaku"

"Baiklah, aku naik"

Waktu Vindi naik, wagon itu mulai bergerak.

"Untuk ke sana kira kira perlu 3 jam an" ucap Paman itu.

"Kata paman ini bukan pekerjaan utama paman, lalu pekerjaan anda sebenarnya apa?"

"Biarkan itu tetap rahasia, lalu job mu apa?"

"Aku, job ku adalah mage"

"Oh mage, elemen apa saja yang kamu punya?"

"Tanah, air, api"

"Kombinasi yang bagus, apa kamu sudah bisa memasuki bentuk topan?"

"Aah... Aku masih grade 2"

"Yaah..., Lalu namamu?"

"Namaku Vindi Tiona"

"Seperti nama wanita saja"

"Yaah itu karena pas lahir aku dikira wanita karena cantik"
"Kok bisa?"

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang