Anda Rabun?

78 21 1
                                        

"Hei Rita, kamu naik level?" Tanya Myeila.
"Tidak"
"Kamu benaran level 38 kan??"
"Monster tadi level berapa dulu?"
"Level 79"
"Monster level 150 an aja cuma bikin aku naik 20 an level"
"Weeeh..."

'ada dapat skill kah?'
'gak ada'
'heeh...'

Kami dengan mudah menemukan jalan turun karena Riaowl sangat hapal perangkap dan jalan gua ini.

"Ok hati hati, disini monster bisa muncul dari mana saja, tidak seperti di lantai atas" ucap Riaowl.
"Ok"

Karena kami berdekatan, aku memutuskan untuk menggunakan pisau.

Tiba tiba ada suara dari dinding, aku melihat ke arah dinding di kiri ku, tiba tiba sebuah tangan sebesar badan ku muncul.

Aku reflek menebas ke depan dan tangan itu pecah menjadi tumpukan mana lalu tertiup pergi ke lebih dalam

"Ikuti mana itu" Ucap Riaowl.

Kami mengikuti mana itu, tapi tetap saja tangan tangan itu keluar dari dinding, bukan hanya itu, kadang keluar tentakel, skeleton dan cairan asam.

"Kok lantai kedua ini lebih mudah ketimbang lipan di atas?"
"Iya kah?, Malahan disini lebih banyak yang tewas"

Tak lama dia mengucapkan itu aku melihat 5 tengkorak yang masih memakai pakaian petualang di tanah.

"Waah..."

Kami memindahkan tengkorak itu ke pojok dan lanjut berjalan mengikuti mana tadi.

Lalu kami tiba di depan pintu.

"Apa tiap lantai ada boss?" Tanya ku.
"Hooh, teman ku ini saring petualang, jadi hanya yang kuat bisa menemui dia"
"Haah... Berapa lantai ini?"
"Cuma 4"
"Oh..."

'ternyata gak dalam'
'kamu kira 99 lantai?'
'mayan tuh buat ngehabisin life span'
'anjir'

"Rita" ucap Riaowl.
"Hm?"
"Kamu masuk sendiri saja, soalnya kamu yang mau menemui dia"
"Ooh ok"

Aku mendorong pintu ukuran no akhlak itu, terbuka sedikit aku langsung masuk.

Lalu pintu itu tertutup lagi.

"Yo petualang, khusus kali ini aku yang menyambutmu, aku penguasa gua Phiren"

Aku melihat pria berambut merah pendek memakai kaca mata.

"Anda rabun?"
"Enak aja!, Baru ketemuan dah nanya hal kek gitu"
"Oh jadi anda benaran rabun"
"Cih, udah udah, jadi karena kamu ke sini kamu tahu kan apa yang akan terjadi"
"Iya iya"

Aku mengeluarkan katana, lalu menebas ke belakang, ada bola merah.

"Cairan?"
"Kamu hebat juga ya"

Dari badan nya keluar banyak bola merah lalu dia menembak ke arah ku.

Aku mengeluarkan bantal dan menangkis 1 bola nya, sisanya aku hindar.

Aku mencium cairan merah itu, bau besi.

"Oh darah"
"Memang, aku ini tidak bisa mati meskipun badan ku tercincang cincang"

Aku memasukan bantalku ke storage dan berlari ke depan.

Keluar lingkaran sihir dan muncul 2 golem merah dari darah juga.

"Darah merah, sip"
'siap Rita?'
"Ya"

Aku maju ke depan dan membuat small fire di jari ku.

Aku menebas golem yang baru mau menyerang ku dan langsung menyentuh luka tebasan itu dengan jari ku lalu Golem itu terbakar.

"Apa apa an ini? Mengapa bisa??"
"Rahasia"

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang