Awal Baru

37 8 0
                                        

"ini misi mu" ucapku sambil memberikan 1 lembar kertas ke Taki.

"Memetik tanaman obat?"

"Ya, apapun boleh, itu misi yang cocok untukmu yang masih berumur 8 tahun, lalu bawa pisau ini untuk jaga jaga"

"Pisau..."
.
.
.

"Maaf sekali ya, aku terlalu pusing mengurus 5 dunia, jadinya aku tak sengaja melalaikan takdirmu" ucap gadis berambut pirang.

"Huuuh...."

'aku... Oooh....'

"Maaf karena kematianmu terlalu menggemparkan dunia!!"

"Bagaimana caraku meninggal?"

"Menginjak ranjau"

"......"

'kurasa aku tinggal di perkotaan... Mustahil ada ranjau...'

"Makanya kematianmu membuat heboh, sebenarnya kamu seharusnya tinggal di area kumuh kota dan hidup bahagia dalam kesederhanaan, tetapi aku malah lalai dan membuat hidupmu dalam kesulitan "may god have mercy on you", kesulitan paling tinggi yang kebanyakan manusia hanya bisa bertahan selama 15 tahun...."

"Pantas hidupku..."

"Kamu hebat juga bisa bertahan selama 22 tahun, sebagai permintaan maaf aku bisa membuatmu hidup kembali sesuai kemauanmu"

"Aku.... Aku ingin bisa hidup bahagia seperti orang lain"

"Sudah kuduga kamu akan mengatakan itu, aku akan mengirimmu ke dunia dimana ada sihir, aku pastikan kamu lahir di sebuah desa yang damai"

"Jika bisa aku ingin hidup seperti rakyat biasa dengan orang tua yang menyayangiku"

"Pasti, dunia itu masih bersih, rakyat tidak terlalu gila akan material"

"Baguslah..."

"Kamu bisa hidup dengan biasa disana, kamu tidak perlu merasakan resah atau khawatir, hidupmu sudah terlalu sulit, aku tidak mau kamu kesulitan lagi"

"......."

"Soal sihir.... Kamu kau elemen apa?"

"Api?"

"Hanya 1?"

"Kamu bisa memiliki elemen apa saja?"

"Yaah.... Semakin rumit maka makin besar mana yang diperlukan"

"Kalau begitu aku ingin elemen air, api dan tanah"

"Hmm... Tanah itu kebanyakan bukan untuk menyerang loh"

"Aku bisa membuat pot dari tanah liat"

"Oooh... Baiklah, soal skill spesialmu, apa yang kamu mau?"

"Aku ingin skill yang membuat orang bahagia..."

"Skill seperti apa?"

"Crafting..."

"Hoooh... Menarik, baiklah, kurasa aku harus memilihkan skill ultimatemu, crafting itu skill dasar yang banyak orang punya, tapi aku akan membuatmu spesial, sampai bertemu sekitar 1 abad mendatang"

"1 abad?, Tua juga aku"

"Itu kalau kamu hanya menjadi manusia biasa, tidak seperti dia..."

"Dia?"

"Seorang gadis yang sial tetapi malah menjadi kuat karena sial, okeh, sampai jumpa, pastinya kau ngompol pas buka mana nanti"

"Apa kamu tuhan?"

"Tuhan?, Terserah kalian memanggilku apa"

".... Aku akan memanggilmu si ceroboh"

"Ahahaha, kali ini aku tidak akan ceroboh lagi kok, aku janji"

"Ya"

Aku.. nama asliku... Aku tidak mau mengingatnya lagi, aku anak yang tidak diinginkan, aku lahir dari rahim seorang wanita bayaran, aku gagal di gugurkan beberapa kali oleh ibuku.

Tiap hari aku dimarahi, tanpa henti, tidak ber ayah dan hanya memiliki ibu yang terus memarahiku, tanpa memiliki teman dan terus di ejek.

Aku tidak di sekolahkan oleh ibuku, aku hanya bisa mendengar suara guru mengajar dari balik dinding sekolah di dekat rumahku.

Seorang laki laki seumuranku menemukanku, dia mulai membawa buku bukunya sejak hari itu, aku senang karena memiliki teman.

Tetapi itu hanya berlangsung sebentar, 1 bulan setelah hari itu, dia meninggal karena kecelakaan, aku dituduh karena dia terakhir kali terburu buru untuk menemuiku.

Aku tidak mau berteman dengan siapa pun lagi.

Umur 6 tahun, aku di paksa untuk mengemis, aku ditangkap beberapa kali oleh pihak polisi, aku juga sering di palak oleh preman, tiap kali pulang aku selalu dimarahi.

Karena sering di palak, aku memutuskan untuk latihan meninju, aku terus meninju pohon yang berada di ujung jalan sempit di area perumahan kumuh ku, aku pasti bisa melawan balik, itu yang dipikirkan pikiran kekanak-kanakanku.

Saat aku melawan mereka, aku malah dihajar babak belur, karena hal itu juga, perbuatan mereka diketahui masyarakat, dan hari itu aku tertawa, aku tertawa melihat mereka di serang orang orang, aku senang.

Tentu saja aku tidak berhenti latihan meninju, aku mau memukul muka mereka secara langsung dengan tanganku sendiri.

Saat umurku 8 tahun, aku tetap mengemis, karena sudah cukup kuat, aku bekerja menjadi pembawa barang, banyak orang yang mengajakku bicara tetapi aku hanya diam dan membalas dengan senyuman.

Suatu hari seseorang akhirnya memergokiku meninju pohon.

"Hebat, pohonnya sampai berbekas begini, apa kamu bersekolah?"

Aku diberi sejumlah uang untuk mendaftar sekolah, aku dengan senang pulang ke rumah, tetapi aku berhenti di depan pintu rumahku dan menyembunyikan uang itu.

Percuma.. ibuku tahu dan mengambil pergi semua uang itu, tapi berkat itu juga aku tidak perlu menyetor uang ke dia untuk 1 bulan, aku mulai mengumpulkan uangku sendiri, untuk kabur dari wanita itu.

Tebak apa yang terjadi?, Dia meninggal karena penyakit yang dia pancing sendiri, untuk aku lahir sebelum dia terkena penyakit najisnya.

Pemakaman?, Untuk apa aku mengeluarkan biaya untuk orang yang mencoba membunuhku dan tidak memberiku asi?, Aku tinggal melaporkan ke polisi dan menyerahkan tubuhnya untuk penelitian medis, bukan hanya tidak mengeluarkan uang, aku bahkan mendapar uang!, Tentu saja polisi tidak akan mencurigaiku, tidak mungkin anak sekecil aku dipaksa mengeluarkan biaya pemakaman lagian itu juga ide mereka.

Umur 10 tahun, cukup telat untuk sekolah, aku akhirnya memutuskan mengambil tes loncat kelas, belajar selama beberapa minggu aku bisa lulus tes dengan mudah, aku langsung menginjak kelas 6, aku lalu sadar kalau pola pikirku jauh diatas anak anak seumuranku.

Smp, apa itu membully?, Itu makananku sejak lahir, aku melewatinya dengan mudah dan berada di rangking 10 besar.

Saat berumur 15 tahun, aku memutuskan keluar dari kampung kumuh dan pindah ke tepian kota, aku hidup nyaman di sebuah ruangan sewaan yang murah, tentu saja aku menjual rumah kecil itu untuk ku pakai uangnya, bekerja memakai otot, belajar sekali tiap minggu hanya untuk mengingat kembali pelajaran dan meninju samsak bekas, aku berhasil melewati sma dengan lancar.

Umur 18 tahun, aku membeli handphone dengan uang hasil kerja kerasku, aku sudah tidak bekerja dengan otot lagi, aku menjadi penjaga toko.

Kukira aku berhasil melewati masa masa sulit hidupku, ternyata memang, bahkan hebatnya aku bertemu kembali dengan preman preman yang memalakku dulu, impianku untuk memukul wajah mereka sudah terwujud.

Tapi siapa sangka aku di pecat dari toko, aku tidak tahu alasannya, tetapi aku tidak terlalu peduli karena aku masih ada banyak uang dari menjual rumah, aku kemudian bergabung ke program wirausaha, aku belajar banyak teknik kerajinan disana, disaat aku berencana menjual karya karyaku, aku malah meninggal.
.
.
.

'aaah.... Sial... Aku merasa malu karena ngompol'

--------------

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang