Aku Menolaknya...

38 10 2
                                        

"sebulan yang lalu ada kemunculan monster di dalam kota, kami hingga sekarang masih tidak mengetahui bagaimana monster itu bisa masuk, kami merasa sungguh malu, dengan teknologi kami yang maju kami tidak bisa mengetahui bagaimana cara monster itu bisa memasuki kota"

"Di summon?"

"Berhenti berbicara, Rita, aku akan kembali ke negri ku, tolong jaga penginapan ini sampai dia pulang" ucap Bibi Hire sambil memasukkan kapaknya ke inventory.

"Eh dia kemana? Lama tidak terlihat" tanya Reliave.

"Dia ke kampung halamannya"

Panjang umur, wanita yang kami bicarakan muncul dengan muka terkejut.

"Apa yang terjadi????" Tanyanya.

"Diserang, kamu urus penginapan ini, sekarang giliran ku kembali ke kampung halamanmu"

"Siap!"

Kami berlima melihat bibi Hire keluar dari penginapan di ikuti Sarvon dan Haras yang menggendong anaknya.

"Tidak terlihat profesional" ucapku.

'kamu pikirkan apa? Kaya agen FBI di film film barat? Atau orang superpintar yang ber iq 220 yang bisa membuat analisa seperti otak komputer di kondisi apapun???'

'ngak gitu juga'

Reliave dan Chizuru keluar mengikuti mereka, Zein membantu asisten bibi Hire memperbaiki penginapan.

"Biar aku pakaikan skill mending" ucapku.

"Trima kasih!"

Aku menempelkan tanganku ke dinding dan menggunakan skill mending, dinding yang rusak mulai tertutup oleh mana yang mengalir keluar dari tubuhku.

"Ok beres"

Zein dan asisten Hire mulai merapikan penginapan dan pergi ke lantai bawah untuk mengeluarkan pengunjung penginapan yang dievakuasi.

'aku lupa nama nya....'

'emang kamu pernah kenalan dengan dia?'

'ngak..'

Beberapa menit kemudian Myeila dan ketiga loli pulang membawa sayur sayuran.

"master" "master" "master"

"Ya"

Mereka bertiga berjalan ke dapur tanpa tahu apapun sedangkan Myeila berhenti di sampingku.

"Kamu hanya akan diam disini setelah tahu kekuatan musuhnya?"

"Aku tidak bisa sembarang melakukan tindakan, aku terkekang oleh jabatanku"

"Ah, Rita, kamu disini rupanya"

Aku melihat ke pintu, ada Libera.

"Ada apa?"

"Aku dan Klavis bertemu seorang pemuda di dungeon, dia ingin bergabung ke guild, jadi kalau dia nanti bergabung dia akan tinggal di rumah kita a-"

"Tidak"

"Sudah kuduga"

"Dia punya rumah?"

"Dia masih tinggal di keluarganya"

"Walaupun aku bukan anggota guild, tetapi aku tidak bisa mengijinkan sembarangan orang untuk tinggal di rumahku, kalau kalian mau bangun saja rumah sendiri, lagian guild tidak wajib untuk menyediakan tempat tinggal kan?"

"Iya, kami lagi kumpulin uang nih"

"Rita, kamu kan duta besar, apa kamu tidak ada lahan khusus?" Tanya Zein.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang