Mimpi

37 9 2
                                        

".........."

Aku melihat jam di mejaku, jam 7 pagi.

"Lapar"

Aku membuka pintu dan turun ke lantai 1.

"Pagi Reliave"

"Pagi juga"

Reliave sedang melihat keluar jendela.

"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Rosia.

"Baik baik saja kok"

"Syukurlah"
.
.
.

"Hello"

"Kurasa aku ngak ngomong evolusi"

"Kamu pingsan, sekalian aja kubawa kamu kesini, langsung saja, mungkin kamu sudah dengar sebagian besar dari pengawasmu"

"Iya"

"Evolusi kali ini adalah evolusi terakhirmu, kamu bisa menjadi dewa setelah ini, kamu bisa kemana saja semaumu"

"........."

"Pikirkan baik baik apa yang akan kamu korbankan"

"Aku sudah pikirkan sesuatu yang bagus, xp ku menggunung, pasti"

"Kurasa kamu juga mau mengorbankan hal lain"

"Tentu saja, aku akan mengorbankan trait summonerku"

"Segitunya kamu gak mau jadi summoner?"

"Iya"

"Baiklah, apa lagi"

"Aku akan mengorbankan keabadianku"

"........"

"Tidak bisa ya?"

"Bisa, tapi kali ini evolusinya lebih lama, umurmu... Seperti elf?, Mau?"

"Terserah asalkan aku tidak perlu bunuh diri untuk mati"

"Bisa beri tahu kenapa kamu tidak mau abadi?"

"Pokoknya aku tidak mau"

".... Baiklah, sampai jumpa lain waktu"
.
.
.

'aku lupa cek apa saja yang ku dapat'

Aku mengeluarkan kartu petualangku kemudian aku mendengar suara tangisan.

"Hm?"

Chizuru berlari dari dapur ke kamarnya dengan cepat.

"Hah?"

Aku kembali ke kamarku dan menyalakan komputerku dan melihat Sekarang bulan 10 lagi.

"Sudah bangun toh"

Cyaelia berdiri di depan pintuku, badannya bertambah tinggi.

"Berapa lama aku pingsan???"

"Bentar.... 11 bulan kali"

"Apa!????"

"Ya, terima aja faktanya"

"........"

Aku berjalan jalan dan melihat beberapa muka asing.

"Haaah....."

Aku berjalan ke jendela.

"Haaaaah......"

Aku keluar gedung.

"Haaaah....."

Aku kemudian berjalan ke meja di ruangan pertama.

"Haaaaah....."

"Berhenti menghelah nafas dengan keras!!!" Teriak Reliave.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang