"Bekukan!"
Aku menembakkan bola biru ke tangan monster api raksasa yang ku lawan, api itu membeku, aku tidak tahu bagaimana bisa api itu membeku, aku hanya bisa menjaga jarak dan terus menembak sihir es ke monster api itu.
Setelah seluruh badannya membeku aku meloncat ke atasnya dan mengambil kristalnya.
Tiba tiba ada suara teriakan dari salah satu goa, aku langsung melihat kesana, ternyata ada sekelompok orang yang di kepung hell hound.
"Makan"
Bandoku berubah menjadi ular yang besar dan melahap habis hell hound yang terlihat dimataku, dia makin besar jika energi yang dimakan terlalu banyak, tapi sekarang udah ngak membesar lagi sih, cuma dua kali ukuran pas kami bertemu, tapi dia dapat skill devour, apapun bisa di lahap dengan cepat selama ukurannya tidak 3 kali badanku.
"Kalian baik baik saja?"
"".......""
"Kalau gak jawab yaudah, bye"
Aku berjalan ularku kembali menjadi bando dan aku berjalan pergi meninggalkan mereka.
Aku berjalan sambil melihat map, ukuran areanya memang mengecil dari pada lantai 130 an, tetapi monsternya hampir kebal serangan fisik, fire elemental, spike moving rock, fire basilik, trio paling menyebalkan karena defense mereka sangat tinggi terhadap serangan fisik.
Kalau tidak hati hati terkadang ada lubang yang menyemburkan gas beracun, tekanan udara panas bahkan lava.
Aku ingin segera ke lapisan selimut untuk melihat pantai yang di bilang komandan demon.
"Woaa!!"
Aku terkejut saat ada hawa panas menyembur di dekatku.
Setelah berkeliling seperti orang bodoh akhirnya aku menemukan tangga tetapi dijaga oleh seekor basilik.
"Linggis tajam"
Aku langsung menggenggam linggis yang muncul di bawah telapak tanganku.
"Tembak!!!"
Linggisku hanya berhasil menancap di lapisan kulitnya, aku langsung menembakkan bola dingin ke basilik itu agar metabolismenya melambat dan membuat dia tertidur.
"Kadal"
Aku menusuk dadanya dengan pedangku, pedangku bahkan susah untuk menembusnya, alhasil aku melangkahinya saja.
.
.
.
"Gagal lagi...."
"Kalian yakin dia adalah manusia murni?, Tidak ada campuran ras lain?"
Ketiga pemimpin itu saling menatap.
"Kami tidak tahu jelas dia itu siapa" jawab Xanes.
"Haah.... Inilah jadinya kalau tidak ada informasi lengkap"
"Sebenarnya aku sudah menguji darahnya" ucap Carraser.
"Maksudmu?"
"Saat pertama kali bertemu aku pernah mengambil sedikit darahnya, ntah bagaimana tapi darahnya bisa menerima mana dari tubuhku, karena aku kira manusia mengalami perubahan jadi aku menganggap itu normal"
"Ah iya, Dia juga bisa menggunakan skill spesial adikku"
"Saat kami menggunakan lingkaran sihir pemindah ke dirinya kami akan gagal karena hanya percobaan pertama, ternyata berjalan dengan sangat lancar"
"Dia juga bisa mengaktifkan rune kuno kerajaan kami, lalu saat dia bertarung dengan demon lord aku melihat dirinya menggabungkan mana nya dengan mana demon lord"
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasy[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
