Aku melihat gubuk.
"Arena bisa berubah sistem sesuai penggunanya, ayo kita masuk"
'gimana sih sistem nya??, Apa aku harus benaran sekolah teknologi sihir?'
Kami masuk ke gubuk itu, tiba tiba pintu menghilang dan menjadi colloseum, tidak banyak penonton, hanya para orang orang berpakaian bangsawan.
Colosseum itu terlihat berpetak hitam putih.
"Catur?" Ucap Myeila.
"Memang terlihat seperti papan catur tapi ini berbeda, ini bukan catur, ini simulasi perang" jawab Hayase.
"Apa tujuan metode ini?" Tanya ku
"Mengalahkan jendral, dan gawatnya kita cuma 3 orang, 1 petak berukuran 2 kali 2 meter dan bisa menampung 10 prajurit" jawab Hayase.
"Wah..."
"Maksimal petak yang bisa di gunakan hanya 16 dan tiap sisi punya 32 petak, tapi untuk petualang 1 petak hanya bisa 1"
"Servant termasuk?"
"Mau panggil para monster boss?, Lebih baik jangan, Myeila aja bisa berbahaya untuk kita"
"Huuh...."
'mereka telah menyiapkan sistem tempur yang berat sebelah'
'kamu takut apa?, Kalian bisa kalahin semua prajurit dalam waktu beberapa detik, tapi petualang nya aku tidak tahu'
'bruh...'
'aku bukan brother mu'
'dih.. bukan itu'
Kami tiba di sisi kami, di depan kami ada 50 prajurit dan 30 mage, itu Sudah menggunakan 8 kotak, dan di belakangnya ada 7 petualang yang masing masing satu petak, dan ada pria berambut kuning waktu itu yang duduk dengan santai.
"Baiklah, saya rasa kedua pihak sudah mengetahui peraturan nya, tidak ada pertambahan tim lagi?, Kalau begitu pada hitungan ke 5 duel ke dua pihak ini di mulai"
"1"
"2"
"3"
"4"
"Tunggu"
Kami semua melihat ke arah belakang kami, ada bibi Hire.
"Aku memutuskan ikut tim Rita, toh aku bukan warga disini"
"Baiklah"
"Sebentar" ucap ku.
"Apa ada masalah?"
"Dari tadi dimana yang bicara dan siapa jenderal tiap sisi?"
Dan seisi ruangan itu menepuk dahi mereka.
"Lihat saja yang mana kebangsawanan nya paling tinggi" ucap bibi Hire.
"Hayase dong?"
"Bukan"
"Bibi Hire?"
"Bukan aku"
"Myeila???"
"Bukan juga"
"Lah kita gak ada jendral dong?"
"Kamu bego!!"
"Aku? Aku aja anak gunung, gimana mau jadi bangsawan"
"Tapi kan kamu master nya Hayase, otomatis kamu lah paling tinggi"
"....."
"Udah selesai?"
Aku melihat ke salah satu kursi ada yang berdiri.
"Ooh sudah"
Kami mengambil kotak masing masing.
"5"
"Maju" ucap pria yang di tengah.
"Kalian bertujuh, keluarlah!"
Keluar ketujuh hantu nya.
"Lakukan" ucap pria berambut kuning itu.
Tiba tiba sebuah cahaya putih muncul dan meledak, Hayase dan ke tujuh hantunya langsung terkapar dan pecah menjadi cahaya.
"Cih, mereka menyiapkan exorcist"
"F"
Aku mengambil katana ku.
"Kalian berdua mundur"
""Ok""
'expend range'
Aku menebas ke depan dan para prajurit itu langsung menjadi pecahan cahaya, dan tersisa mage mage.
"Semuanya, seal!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
i can do anything i want in another world
Fantasía[completed, lanjut part 2] Rita siswa sma kelas 11 karena pandemi saat ini dia sekolah onlen Seperti orang orang biasa pastinya dia menghabiskan waktu di depan hp atau komputer, suatu hari komputernya terkena virus aneh, itu bukanlah virus biasa. Sa...
