Teori

44 9 1
                                        

Q dan raja elf kembali.

"Kami menemukan ini"

Q meletakkan sebuah kertas robek di meja.

"Kertas sihir tipe ledakan" ucap raja elf.

Rita kemudian masuk dari jendela.

"Apa kamu melihat mukanya?" Tanya Carraser.

"Dia memakai penutup muka, tapi dari postur badannya, sepertinya laki laki"

"Kalian yakin dia sudah mati?" Tanya Xanes.

"Kami yakin, aliran sihirnya mulai terurai dan detak jantungnya berhenti" ucap Q.

"Kalau orang yang membawa mayatnya adalah Grod mungkin dia akan meresurrection mayatnya" ucap si om om.

"Mustahil, itu sihir yang sangat langka, mustahil ada yang memilikinya" ucap salah satu orang bertopeng.

"Disini ada yang bisa" ucap Xanes sambil melihat ke arahku.

"Heh, untuk apa aku melakukan itu, resurrection bukan sihir yang bisa dilakukan dengan bebas, itu mengorbankan xpmu, sebuah lalat aja memakan 10 ribu xp,lalu xpku sudah habis setelah bantu bantu di negri dwarves, dan lagian untuk apa hidupin orang yang tidak kukenal"

"Aku tidak menuduhmu, aku hanya memberitahu mereka"

"Hoooh, berusaha memojokkan diriku?"

"Aku tidak akan bisa memojokkanmu tanpa bukti"

"Tunggu, bagaimana Grod bisa tahu kalau si menyebalkan itu dipenjara?, Kan tidak ada pengumuman" tanya si putri.

"Q, apa ada yang masuk ke area istana?"

"Tidak ada"

"Aku tahu!! Aku tahu!! Dia adalah orang dalam istana!!" Teriak si Ratu.

"Coba beritahu apa yang anda ketahui" tanya si om om.

"Saat aku ingin mengejek orang bodoh itu aku mendengar dia berbicara dengan seseorang"

"Siapa?"

"Aku tidak tahu, dia berjalan tanpa mengeluarkan suara!!, Lalu si bodoh itu bilang kalau orang itu tahu dia akan meracuni kalian dan menukar yang seharusnya obat pembuat sakit perut menjadi racun mematikan, lalu lalu aku adalah incaran berikutnya!!!" Ucap dia dengan histeris.

"Kak Rita!!!, Bagaimana kalau aku akan ikut terbunuh" tanya si putri dengan ketakutan.

"Tenang saja, selama ada aku kamu akan baik baik saja, tetapi jangan terlalu ikut campur masalah ini, bisa saja orang itu mengincarmu karena kamu tahu terlalu banyak"

"Kalau kakak.. kakak tidak takut?"

"Aku tidak mudah mati, selama kepalaku tidak berubah menjadi abu aku masih tetap bisa hidup"

"Kalau memang yang kamu bilang benar, bagaimana kalau kamu kami masukkan ke dalam sebuah ruangan yang jalan masuknya dijaga ketat?" Ucap Carraser memberi ide.

"Prajurit kita sangat sedikit, kurasa itu akan mempermudah pelaku membunuh kita" ucap Xanes.

"Bagaimana kalau aku dan Rita yang menjaga kalian semua, lalu Q dan Frania yang menjaga dia"

"Aku tidak bisa selamanya disini, aku harus memasak" ucapku.

"Apa kalian tidak mencurigai si bangsawan yang jadi tukang bersih bersih?" Ucap salah satu orang bertopeng.

Seisi ruangan itu langsung tersadar.

"Mereka, mereka pingsan di dapur karena minum terlalu banyak alkohol" ucap si prajurit.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang