Umpan

32 10 0
                                        

"masuklah"

"Bentar, aku lepas sepatuku dulu"

"Tidak apa apa, masuk aja sambil pakai sepatu"

"Tapi tidak sopan"

"Aku sendiri masih pakai sandalku kan?"

"Baiklah"

Dia membawaku ke dapur, lalu dia memintaku duduk di kursi.

"Anak dan suamiku masih diluar rumah, sebentar lagi pulang kok"

"Mengapa kamu melakukan ini? Bagaimana kamu tahu masa laluku?"

"Apa maksudmu, aku tidak mengerti" ucap dia sambil memotong sayur.

"Orang yang kamu tiru sekarang menjadi seorang guru di sebuah sekolah, sepertinya kamu hanya bisa melihat sebagian dari ingatanku"

"Ka-kamu tahukan aku ada skill clone, itu diriku yang satunya dan aku yang asli terjebak disini"

"Haah... Selama kamu tidak berniat buruk aku akan ikut makan dengan kalian, tetapi tolong jangan menggunakan penyamaran"

Dia berhenti memotong sayur.

"Ta-tapi mungkin penampilanku akan membuatmu tidak nyaman"

"Jika kamu punya suami bahkan punya anak berarti penampilanmu tidak terlalu buruk kan?"

"..... Tidak bisa, aku berbohong padamu soal keluargaku"

"........"

"Aku rencananya akan menggunakan sihirku untuk membuat keluarga yang aku ceritakan"

"Aku tidak mengerti, apa tujuanmu melakukan ini?"

"........"

"Kalau kamu tidak mau menjawab, maka tidak apa apa"

"Aku dengar jika ada salah satu orang menjadi demon duke maka kenalan terdekatnya akan mendapatkan berkah, aku berencana membuatmu agar mengganggapku seperti keluargamu sehingga...."

"Oh... Sayang sekali itu hanya cerita, bukan kenyataan"

"Begitu..."

"Mengapa kamu memilihku?, Bukan yang lain"

"Aku pernah melihatmu di lantai 76, aku langsung tahu kalau kamu akan menjadi seseorang yang sangat kuat nanti, lalu saat di lantai 101 aku semakin yakin saat kamu memakai sihir tingkat tinggi"

"Kau mengikuti dari lantai 76???, Baiklah aku jadi tersentuh, bisa ceritakan alasan kamu memerlukan berkah??"

"Itu..."

"Ceritakanlah, siapa tahu aku bisa bantu bantu dikit"

"... Aku ingin mati"

"Hah??? Berkah apa yang bisa membuat orang mati???"

"Aku terkena kutukan permanen, awalnya aku kira ini adalah skill yang bagus"

"Tolong jangan membuatku penasaran"

"Aku mendapatkan kutukan immortal, aku tahu saat badanku terbelah dua oleh kapak monster kepala buaya, disaat itu badanku langsung sembuh"

"Keabadian ya...., Terdengar meresahkan"

"Kamu tahu rasanya!??"

"Aku tidak tahu, tapi hidup terus menerus kan mungkin akan membosankan, apalagi orang orang disekitar kita akan meninggalkan kita"

"......"

"Jadi kira kira kapan kamu dapat skill immortal itu?"

"Mungkin saat aku memakan salah satu temanku di lantai 22....."

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang