Loli?

54 14 4
                                        

"Gila!!!, sudah 20 menitan mereka beradu tapi masih belum ada yang kalah" ucap wanita yang melayang itu.

Di arena ada Calis dan pria berambut hitam yang kabur saat perang antar kerajaan itu, pria yang ditemui Zein.

"Stamina mu kuat juga ya" ucap pria yang di Calis.

Calis sendiri terengah engah.

"Kurasa sudah saat nya, Stardust!" Ucap Pria di depan Calis.

Di sekeliling pria itu muncul serpihan debu yang berkelip kelip.

Pria itu meluncur ke arah Calis dan mengayunkan kedua pedangnya.

Calis menangkis serangan lawannya, tiba tiba saat kedua pedang mereka saling bersentuhan, terjadi ledakan yang melontarkan Calis.

Calis langsung menancapkan pedangnya ke lantai untuk mencegah dia terlontar keluar arena.

"Hooh?"

Pria itu meluncur ke arah Calis dan mengayunkan pedangnya, namun Calis berguling ke kanan untuk menghindari serangan pria itu.

Seberapa cepatpun Calis menghindar, Pria itu tetap bisa menyerangnya.

"Ayolah, mana sihir mu itu?" Tanya Pria itu.

"...."

Calis diam saja.

Calis lalu menembak cahaya merah dari tangannya, tapi di tangkis pria itu.

"Cuma segitu?"

Pria itu meluncur ke arah Calis lagi, dan Calis menjauh dari pria itu.

"Sampai kapan kamu mau kabur?, 20 menit lagi waktunya habis loh"

Calis hanya diam saja.

Tiba tiba sebuah ledakan cahaya meledak di bawah kaki pria itu dan Health bar nya habis seketika.

Namun badan pria itu menjadi bayangan dan bergerak ke tengah lapangan, dan pria itu muncul lagi.

"Aku ini assasin, apa kamu tidak memikirkan bahwa aku punya skill bayangan?" Tanya pria itu.

Namun ledakan cahaya itu terjadi lagi, tapi health bar pria itu hanya menurun sebanyak 49%.

"Mau sampai kapan dia menyembunyikan semua skill nya" ucap Reliave yang duduk di atas gedung.

"Ntahlah, dia mungkin tidak mau lawan berikutnya mengetahui skill nya, jadi dia bisa terus melawan dengan mudah" ucap Zein.

"Mudah katamu?, Haaah...., Teknik berpedang Calis itu tidak bakal bisa... Oh...."

Mereka kembali melihat ke lapangan, terlihat Calis yang terus menghindari serangan lawannya.

"Kamu berniat mengulur waktu sampai habis?" Tanya Pria itu sambil terus menyerang ke arah Calis.

Terkadang Calis juga terpaksa untuk menangkis dan ledakan terjadi di tiap tangkisannya.

"Kamu benaran assasin?, Skill mu ini heboh tahu"

"Kamu berpikir ini satu satunya skill ku!?"

Bayangan di bawah kakinya menghilang, kemudian dia memudar, lalu muncul 9 dirinya.

Calis hanya terdiam.

"Kurasa mustahil kan kamu menangkis 18 pedang"

Calis kemudian tersenyum.

"Ternyata assasin itu benar benar keren ya" ucap Calis bahagia.

Calis mengambil satu tongkatnya.

i can do anything i want in another worldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang